Komitmen, kreativitas, dan jejaring merupakan kunci keberhasilan pengembangan perguruan tinggi Katolik. Demikian benang merah diskusi di tengah rangkaian acara Rapat Umum Anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) di Kampus 2 USD Mrican Selasa (3/3). Mgr. Al. Sudarso, SCJ dalam pemaparannya mengatakan bahwa Ex Corde Ecclesiae harus menjadi komitmen perguruan tinggi Katolik, dalam arti inspirasi Kristiani, sikap melayani, dan perhatian pastoral menjadi ciri khas perguruan tinggi ini. Untuk itu menurut Ketua Komisi Pendidikan KWI ini paguyuban widyani (civitas akademika) APTIK harus mengupayakan komitmen tinggi terhadap spiritualitas, kebersamaan, dan pemahaman visi-misi serta tujuan. Sementara itu menyikapi UU BHP dan krisis ekonomi, dua pembicara didatangkan untuk membagikan pandangannya, yaitu Prof. Dr. Thomas Suyatno dan Dr. A. Prasetyantoko. Menurut Prof. Thomas mengingat makin besarnya tantangan perguruan tinggi swasta saat ini, badan penyelenggara pendidikan harus kreatif dan cerdas dalam mencari terobosan dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta penggalian sumber-sumber dana. Demikian juga dalam menghadapi dampak krisis ekonomi global saat ini, A. Prasetyantoko menyarankan agar perguruan tinggi harus mampu membangun jejaring yang luas dengan stakeholders. Begitu juga beliau mengingatkan agar yayasan dalam melakukan investasi perlu memikirkan resiko terkecil. (Tti)




