USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Talk Show Student Residence USD: "Komunitas Kita"

diupdate: 11 tahun yang lalu


Sanata Dharma Student Residence (SDSR) pada hari Jumat, 28 Agustus 2015 kembali mengadakan acara talk show, kali ini dengan tema “Komunitas Kita”. Bertempat di Hall Barat Student Residence, acara yang dipandu oleh dua orang moderator, yaitu Yulianus Jefrinus Dawe (Jeffry) dan Marianus Suciatno Daba (Ano), berlangsung dengan meriah. Acara tersebut dihadiri para pamong SDSR, asisten pamong, dan residen (sebutan untuk mahasiswa yang tinggal di Student Residence) sebagai peserta.
Acara diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh salah seorang residen, yaitu Firminus Gulo. Turut memeriahkan acara, Blueband (salah satu grup band di Student Residence), membawakan beberapa lagu selama acara berlangsung. Sesuai dengan tema yang diangkat, narasumber kali ini adalah Pengurus Komunitas SDSR yang baru, periode 2015/2016. Pengurus Komunitas ini diwakili oleh Silvester Hia dan Sumardan M. Orowala, sebagai Ketua dan Wakil Ketua Pengurus Komunitas SDSR. Dalam kesempatan ini, Silve mengatakan bahwa dia merasa bersyukur telah terpilih menjadi Ketua Komunitas SDSR karena bisa menjadi suatu wadah/tempat baginya untuk belajar berorganisasi. “Setiap jabatan ada tanggungjawab dan beban, selain beban (sebagai mahasiswa) untuk menyelesaikan studi. Saya sangat merasa bersyukur, dan semoga teman-teman mau membantu.” ungkap Silve.
Sanata Dharma Student Residence adalah suatu tempat hidup bersama yang memiliki semangat hidup berkomunitas di tengah pluralitas, di mana para residen yang tinggal di tempat tersebut berasal dari daerah, suku, agama, dan latar belakang yang berbeda-beda. “Perbedaan itu unik seperti pelangi yang tidak hanya terdiri dari satu warna. Saya bersyukur masuk Universitas Sanata Dharma dan Student Residence karena bisa belajar dari teman-teman yang beragama lain, bisa belajar dari teman-teman yang berbeda suku, dan bisa belajar bersosialisasi dengan teman-teman yang berbeda-beda.” ungkap Sumardan.  
Di tengah perbedaan yang ada, tentunya tidak menutup kemungkinan selama menjalankan kepengurusan ke depan muncul berbagai macam permasalahan. Ketika ditanya mengenai pendekatan apa yang akan mereka gunakan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul, Silve dan Sumardan menjawab bahwa semua masalah dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan dengan komunikasi yang baik. “Untuk menyelesaikan masalah harus ada komunikasi. Untuk menghindari friksi, harus ada dialog.” tegas moderator talk show, Ano.
Dalam kesempatan ini, Pengurus Komunitas SDSR juga menyampaikan visi-misi mereka dalam menjalankan kepengurusan.  Inti dari visi Pengurus Komunitas SDSR periode 2015/2016 ini adalah mengajak para residen untuk berbaur. Visi ini dijabarkan dalam program-program kerja yang masih akan diolah lebih lanjut. “Seperti yang telah diungkapkan Sumardan, untuk berjalannya semua program perlu adanya tanggungjawab dan kerja sama dari kita semua. Jadi, harapan dari pengurus, harus ada kerja sama. Bukan hanya mereka yang bekerja, tapi semua harus saling membantu. Pengurus membantu residen, residen membantu pengurus.” simpul moderator, Jeffry, di akhir sesi talk show.
Selain hiburan dari band, di akhir sesi talk show, ada door prize bagi teman-teman residen yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh moderator. Setelah pembagian door prize, acara dilanjutkan dengan peneguhan janji Pengurus Komunitas SDSR periode 2015/2016 dan juga pisah-sambut asisten pamong.
Kepengurusan komunitas SDSR yang baru terbentuk untuk periode 2015/2016 ini, diharapkan mampu menjalankan semua program kerja dengan baik, sesuai visi dari Pengurus Komunitas. Semua program kerja tersebut dapat terlaksana jika ada kerja sama dan rasa saling percaya dari seluruh anggota komunitas, baik pengurus maupun residen. (SS)

  kembali