USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Memberikan Diri untuk Mengubah Dunia

diupdate: 11 tahun yang lalu


Pusat Studi Ignasian Universitas Sanata Dharma (USD) pada hari Jumat, 31 Juli 2015 mengadakan Perayaan Ekaristi dalam rangka pesta peringatan Santo Ignasius Loyola di Kapel St. Robertus Bellarminus, Kampus 1 USD Mrican. Pusat Studi Ignatian USD mengundang segenap dosen, karyawan, dan civitas academica untuk terlibat mendalami spiritualitas Ignasius Loyola yang diperingati dalam Perayaan Ekaristi ini.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh lima Imam Yesuit dengan selebran utama yaitu Rm. Dr. Hary Susanto, SJ. Dalam pengantar, Rm. Dr. Hary Susanto, SJ mengungkapkan bahwa tema yang diangkat di dalam Perayaan Ekaristi ini adalah “Hanya Rahmat dan CintaMu, Cukuplah itu Bagiku”. Maka Perayaan Ekaristi ini menjadi ungkapan syukur atas keteladanan Santo Ignasius Loyola dalam membimbing dan menginspirasi proses pendidikan kita.
Secara khusus, di dalam Perayaan Ekaristi ini, hadir dua Imam baru Yesuit yang baru ditahbiskan dan merupakan lulusan dari Universitas Sanata Dharma yaitu Rm. Ignasius Suryadi Prajitno, SJ lulusan dari program studi Sastra Inggris dan Rm. Yohanes Andrianto Dwi Mulyono, SJ lulusan dari program studi Psikologi. Dari sharing kedua Imam Yesuit yang baru ditahbiskan tersebut, diungkapkan bahwa proses pendidikan mengajari kita bagaimana memberikan hidup. Pilihan untuk menjadi dosen, karyawan, dan Imam adalah usaha kita untuk memberikan diri bagi sesama kita. Maka di situ ada tanggung jawab untuk mengusahakan dan memperjuangkan diri di dalam proses. “Tidak mungkin kita memberikan diri bila kita tidak memiliki apa yang ingin kita bagikan kepada yang lain.” demikian ungkap kedua Imam Yesuit yang baru ditahbiskan ini dalam kesempatan sharing yang diberikan ketika homili Perayaan Ekaristi tersebut. 
Di dalam homili tersebut, Rm. Alb. Buddy Haryadi, SJ mengungkapkan bahwa USD patut bersyukur karena USD hari ini menghasilkan dua Imam baru yang mengikuti jejak hidup St. Ignasius Loyola. Hidup Ignasius Loyola menyadarkan pemahaman kita bahwa menjadi pengikut Kristus memiliki keragaman cara entah menjadi Imam ataupun awam. “Maka apakah dalam proses pendidikan, kita sebagai dosen dan karyawan telah menginspirasi hidup teman-teman muda kita?” demikian ungkap Rm. Alb. Buddy Haryadi SJ.
Melalui keteladanan St. Ignasius Loyola kita diingatkan kembali bahwa pemberian diri menuntut ketulusan dan kerendahan hati sehabis-habisnya. Kita didorong untuk tiada lelah mengubah dunia dengan semangat diri yang terus dikobarkan oleh semangat Kristus. Kita semua diajak untuk kembali mendalami semangat spiritualitas St. Ignasius Loyola. Karena rahmatlah, kita manusia yang lemah selalu disempurnakan dan diselamatkan. (FXAP)

  kembali