Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma (FE USD) pada hari Kamis, 11 Juni 2015 mengadakan Peresmian Galeri Investasi BEI. Kegiatan ini dikemas dalam 2 bentuk acara, yang pertama seminar dengan tema “Membangun Budaya Berinvestasi untuk Ekonomi Berkelanjutan” yang diselenggarakan di Ruang Koendjono, Gedung Pusat, Kampus II USD. Acara kedua adalah peresmian dan pembukaan Galeri Investasi BEI dilaksanakan di Ruang BEI USD, Kampus I USD.
Acara seminar tersebut menghadirkan pembicara Uriep Budi Prasetya (Direktur PT Bursa Efek Indonesia) dan Sujadi Darmotimoyo (Direktur PT Danareksa Sekuritas), serta Dr. Lukas Purwoto, M.Si. (Ketua Program Studi Manajemen USD) sebagai moderator. Acara ini dihadiri lebih dari 100 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Dosen Universitas Sanata Dharma, dan Karyawan Universitas Sanata Dharma.
Uriep Budi Prasetya mengungkapkan bahwa analogi bursa itu ialah pengelola kita dan fasilitator kita dalam menyiapkan tempat untuk berdagang tempat (perusahaan). Oleh karena itu pasar modal intinya alternatif untuk membiayai dunia usaha. Alternatif bagi para mahasiswa Universitas Sanata Dharma agar berinvestasi untuk deposito, tabungan, beli tanah, beli Emas. Manfaat dari wahana investasi adalah penyebaran kepemilikan. Kita melakukan investasi ini dengan menyebarkan informasi sampai ke semua lapisan masyarakat, tujuannya ialah supaya keberadaan investor sebagai pemegang saham kalau perusahaan sudah go public yang dulunya tertutup menjadi terbuka. Kita berbicara keterbukaan dan profesionalisme. Jangan sampai informasi a-simetris tetapi informasi harus simetris. Ke depannya, jangan sampai negara tetangga yang mengisi ahli-ahli profesi adalah orang asing bukan orang Indonesia. Tantangan ke depan buat dunia pendidikan termasuk Universitas Sanata Dharma adalah menyiapkan profesi-profesi untuk siap dipekerjakan.
Sementara itu Sujadi Darmotimoyo mengungkapkan tentang fundalmental. Beliau mengajak mengajak berinvestasi yang benar benar teruji. Contoh-contoh saham yang layak diinvestasikan, ada Unilever, BCA, Adira, itu saham yang sangat bagus, jadi kalau investasi itu, nanti di kemudian hari tumbuh terus tapi setiap tahun terima deviden, maka beli saham harus benar. Pasar modal sebetulnya menjebatani pihak yang punya dana dan memerlukan dana. Ada tiga yang digaris bawahi yaitu (1) Investasi akan menjadi dunia keuangan non bank menjadi sasaran alternatif investasi, (2) Kecendrungan exploitasi akan semakin kecil, untuk menghadapi MEA, kalau kita tidak mempersiapkan diri
nantinya kita akan menjadi pegawai di negara kita sendiri, (3) Semua transaksi apapun sudah menggunakan teknologi. Jadi, tidak perlu merepotkan orang, kita sudah bisa dengan cara sendiri. Peluang pasar modal buat bisnis, yaitu industri pasar modal masih sangat menjanjikan. Kalau mau belajar, fokus pada satu titik, kalau sudah menguasai baru menjual diri.
Setelah acara seminar, kemudian dilanjutkan dengan peresmian dan pembukaan Galeri Investasi BEI, dilaksanakan di Ruang BEI USD, Kampus I USD. Acara peresmian dan pembukaan Galeri Investasi BEI tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Dr. Herry Maridjo, M.Si. selaku Dekan FE USD, Uriep Budi Prasetya selaku Direktur PT Bursa Efek Indonesia, dan Sujadi Darmotimoyo selaku Direktur PT Danareksa Sekuritas. (aocy)




