USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Bersama Menoreh Warna di Seni Indonesia Berkabung

diupdate: 11 tahun yang lalu


Senin (6/7) sore, Beringin Soekarno Universitas Sanata Dharma, Kampus 2 USD Mrican, dipenuhi dengan warna-warni cat yang ditorehkan di atas kanvas. Warna-warni itu dilukis oleh para seniman di Yogyakarta, bersama dengan sepuluh seniman terkemuka di Yogyakarta: Joko Pekiik, Nasirun, Edi Sunaryo, Totok Buchori, Melodia, Arahmaiani, Bunga Jeruk, Laksmi Sitoresmi, Sigit Santoso, dan Andre Tanama.
Satu tahun yang lalu, rakyat Indonesia dalam gegap gempita atas terpilihnya Jokowi-JK sebagai pemimpin Indonesia yang baru. Publik percaya, bahwa mereka mengalami perbaikan kondisi. Tetapi, di awal 2015 ini, harapan itu ternyata kontras dengan realita yang terjadi. Hal inilah yang mendorong para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta untuk mengadakan Proyek Seni Indonesia Berkabung. “Berkabung untuk Jokowi, berkabung untuk DPR, berkabung untuk KPK, dan berkabung untuk Yogyakarta,” kata St Sunardi, selaku Koordinator Umum.
Acara Melukis Bersama ini adalah acara pertama dalam rangkaian Proyek Seni Indonesia Berkabung yang diadakan selama bulan Juli sampai Desember. Tidak hanya acara Melukis Bersama, tetapi juga Pembacaan Puisi, Festival Musik, Pameran Seni Rupa, Seminar,  dan banyak lagi. Acara yang terbuka untuk umum ini dihadiri oleh para mahasiswa seni dari bermacam-macam perguruan tinggi di Yogyakarta.
Selama acara Melukis Bersama ini, para peserta yang dimentori oleh sepuluh seniman terkemuka itu tampak asyik dengan kuas dan cat masing-masing. Meski mereka bersepuluh memiliki gaya dan ciri khas masing-masing, mereka membiarkan para pelukis muda lain untuk mengeksplorasi jiwa mereka. “Kami membiarkan mereka untuk mencoba sendiri.”ujar Totok Buchori.
Warna-warni itu terangkai membentuk lukisan mulai dari realis sampai abstrak. Ada yang melukis berpasangan, ada pula yang mengeksplorasi sendiri-sendiri. Yang manapun, mereka tampak asyik dengan kuas, kanvas, dan cat. Bersama, mereka menyuarakan berkabungnya Indonesia. Bagiamanapun, seni adalah salah satu instrumen terampuh untuk berbicara pada kekuasaan, dan tempat bergantungnya kekuasaan. Nantinya, beberapa lukisan yang terpilih itu akan dipamerkan pada bulan September 2015 dalam salah satu rangkaian Proyek Indonesia Berkabung, Pameran Seni Rupa. (GMP)

  kembali