USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Pembuatan Lulur dari Singkong dan Kencur Asli Ngetun

diupdate: 11 tahun yang lalu


Sumber daya alam yang banyak di Indonesia dua di antaranya adalah temu-temuan dan umbi-umbian. Salah satu daerah penghasil temu-temuan dan umbi-umbian di Yogyakarta adalah daerah Gunung Kidul, khususnya di Dusun Sureng I, Sambi, RT 004-005/RW 02, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul. Pengolahan temu-temuan saat ini masih jarang dilakukan, sedangkan mayoritas umbi-umbian hanya diolah menjadi barang setengah jadi saja, sama halnya yang terjadi di Dusun Sureng I tersebut. Sebagian besar masyarakat yang tidak mengenyam bangku sekolah dan kini hanya bekerja sebagai petani atau buruh, membuat masyarakat tidak berinisiatif untuk mengolah kedua sumber daya alam yang melimpah di daerah mereka menjadi barang produksi dengan nilai jual tinggi sehingga masyarakat dusun tersebut tidak dapat beranjak dari masalah yang disebabkan oleh minimnya penghasilan rumah tangga. Oleh karena itu, salah satu Tim PKMM USD yang didanai oleh DIKTI tahun 2015 telah melakukan pendampingan terhadap masyarakat untuk mengolah sumber daya yang ada, yaitu kencur dan singkong untuk dijadikan produk lulur. Pendampingan tersebut dikemas dalam kegiatan PKMM Pendampingan “Sareng Dakocan” (Masyarakat Dusun Sureng dalam Pembuatan Lulur dari Singkong dan Kencur Asli Ngetun).
Tim PKMM Pendampingan “Sareng Dakocan” terdiri dari 5 orang, yaitu Bertha Nathania (Farmasi 2012) sebagai Ketua, Scholastika Sihwilosowati (Farmasi 2012), Bartolomeus Widiasta (Farmasi 2012), Pricillia Risca Pah (Psikologi 2012), dan Valentina Retno Pujiati (P. Matematika 2013). Tim PKMM ini didampingi oleh dosen pembimbing yaitu, Christofori Maria Ratna Rini Nastiti, M.Pharm., Apt. Beliau dosen di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. Adapun sasaran dari program ini adalah para ibu rumah tangga usia produktif dan tidak memiliki pekerjaan di musim kemarau dengan jumlah 70 orang.
Program ini telah dilaksanakan selama 4 bulan, dari bulan Februari hingga bulan Mei 2015, melalui beberapa tahapan pencapaian tujuan program. Adapun tujuan dari program ini adalah untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai potensi sumber daya alam yang ada, yaitu singkong dan kencur, serta cara mengolah sumber daya alam tersebut untuk dijadikan lulur. Tujuan ini telah tercapai dengan menggunakan metode ceramah, demo, dan diskusi.
Dari segi pengetahuan, diperoleh peningkatan pengetahuan masyarakat yang ditunjukan melalui hasil pretest-postest. Dengan memiliki tambahan pengetahuan seperti di atas, masyarakat kemudian diharapkan mampu membuat lulur yang berkualitas. Metode selanjutnya yang digunakan untuk mencapai hal tersebut adalah dengan pendampingan pembuatan lulur secara mandiri dalam kelompok kecil. Melalui hal ini, diperolehlah hasil berupa kemampuan masyarakat dalam membuat lulur yang berkualitas sesuai dengan contoh lulur yang diberikan. Kemudian, pada tahapan seusai dilakukannya kegiatan pendampingan tersebut, dilaksanakan kaderisasi dan pengelolaan pemasaran. Pengelolaan pemasaran ini dilakukan dengan memberikan pilihan-pilihan desain kemasan dan informasi mengenai ijin edar produk. Hal ini dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat apabila mereka terdorong untuk mengembangkan dan memasarkan lulur hasil pendampingan, sehingga diharapkan mampu memberikan tambahan pendapatan. (SD)

  kembali