Pada jumat tanggal 22 Mei 2015 mahasiswa Program studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK) mengadakan malam puncak Pentas Seni Budaya. Kegiatan Pentas Seni Budaya dilaksanakan di Hall Selatan Kampus III Paingan Universitas Sanata Dharma. Pelaksanaan Pentas Seni Budaya (PSB) tahun ini mengusung tema “Mencintai Perbedaan Hidup Berbudaya.” Tema tersebut dipilih oleh HMPS BK karena tidak lain untuk menggugah hidup mahasiswa prodi BK yang hidup dalam latar kebudayaan dari berbagai daerah. Berbeda dengan konsep pelaksanaan PSB tahun sebelumnya, pelaksanaan PSB tahun ini memilih konsep menampilkan perangkatan. Di malam puncak PSB panitia memberi kesempatan kepada setiap angkatan untuk menunjukan karakteristik dari masing-masing angkatan di Prodi BK..
Dalam kata sambutannya Bapak Juster Donal Sinaga. M.Pd selaku Wakil kepala (Wakaprodi) BK mengatakana bahwa “kegiatan PSB ini diadakan untuk untuk mengekspresikan seni mahasiswa Prodi BK.” Lebih lanjut Bapak JusterDonalSinaga. M.Pd dalam kata sambutan dalam kegiatan PSB kali ini tidak ada yang menang dan kalah dan tidak ada yang lebih baik dari seluruh penampil dalam acara PSB kali ini. Selain itu Maksud dari diadakan PSB tahun ini juga untuk saling mengenal antar mahasiswa dari berbagai angkatan yang ada di Prodi BK. Selain dihadiri Wakil kepala (Wakaprodi) BK Malam Seni Budaya tersebut juga dihadiri oleh beberapa dosen Prodi BK
Berbeda dengan PSB yang sebelumnya PSB pada tahun ini panitia mengundang 2 Gues Star yaitu gamelan “Mben Surup” dan Perform penampilan anak-anak berkebutuhan khusus yang tergabung grup tari “Nalitari”. Tujuan dari diundang Guest Start ini tidak hanya untuk memeriahkan acara PSB saja, tetapi dengan diundangnya gamelan “Mben Surup” dan grup tari “Nalitari” maksud tersendiri. Dengan diundang gamelan “Mben Surup” ini mengajak supaya penonton lebih mencintai seni daerah, sedangkan maksud dengan diundangnya grup tari “Nalitari” supaya penonton dan mahasiswa yang hadir menyaksikan acara PSB ini menjadi lebih melek karena anak yang memiliki kebutuhan khusus pun masih mampu mengekspresikan seni tari meskipun memiliki kekurangan dalam fisik mereka.
Semua kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa bukan hanya semata-mata melakukan agenda tahunan Program Studi, tetapi kegiatan Pentas Seni Budaya dilakukan untuk membangkitkan jiwa seni, baik itu seni tari dan seni musik mahasiswa Program studi Bimbingan dan Konseling. Selain itu kegiatan Pentas Seni Budaya ini bertujuan supaya mahasiswa Program studi Bimbingan dan Konseling lebih mengenal kebudayan dari berbagai berbagai daerah yang ada di Indonesia. (Ang)




