USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

EMPAT PULUH TAHUN PENUH KEBISUAN

diupdate: 18 tahun yang lalu

“Forgiven, but not forgotten.” Memaafkan tetapi tidak melupakan memang dirasa paling tepat untuk menggambarkan inti serta tujuan film 40 Years of Silence karya Robert Lemelson. Film dokumenter tersebut berusaha menuturkan kembali salah satu sejarah Indonesia yang paling kontroversial, yaitu sejarah 65, lewat kacamata ingatan sejarah keempat tokoh. Dengan demikian pembuatan film ini dimaksudkan untuk mengajak bangsa Indonesia pada khususnya untuk tidak mudah melupakan perjalanan sejarah pahit bangsa ini. Wacana ini diangkat daam acara Nonton dan Diskusi Film “40 Years of Silence” pada hari Sabtu, 29 November 2008 bertempat di ruang Lontar, kompleks Pascasarjana, Kampus II Mrican, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Film ini sendiri mengkisahkan perjalanan masa kecil empat tokoh yang berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda- beda, tetapi memiliki satu kesamaan, yaitu menjadii ‘korban’ stigmasisasi sejarah 65. Oleh narasi sejarah yang mainstream, mereka dan keluarga dikucilkan dan sering mendapat perlakuan diskriminatif, bahkan kekerasan. Dan, bagi beberapa tokoh yang ada didalam film tersebut, pengalaman sejarah pahit itu masih tetap menimbulkan rasa traumatik dihidup mereka. Maka dikatakan bahwa pewacanan narasi sejarah lisan yang diambil dari sudut pandang ‘korban’ ini bertujuan agar sejarah kelam bangsa Indonesia ini tidak akan terulang lagi dan apa yang tersembunyi dapat terungkap demi usaha menuju rekonsiliasi nasional. Acara Nonton dan Diskusi Film “40 Years of Silence” ini diselenggarakan dan dikelola oleh PuSdep (Pusat Sejarah dan Etika Politik) Universitas Sanata Dharma. Rm. Dr. Baskara T. Wardaya, S.J., Direktur Pascasarjana USD, Ketua PuSdep, sekaligus salah satu sumber akademis pada film dokumenter tersebut membuka acara dengan memberikan narasi pengantar tentang pentingnya kita untuk membuka perspektif baru akan sejarah bangsa Indonesia, salah satunya lewat film yang sangat emosional itu. Banyak mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan di USD yang hadir untuk menyaksikan pemutaran film tersebut dan ikut berdiskusi setelahnya. (Bunga)

  kembali