USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Alternatif Pengobatan bagi Keluarga Mandiri

diupdate: 12 tahun yang lalu


Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) Universitas Sanata Dharma (USD), yang berasal dari kumpulan beberapa mahasiswa pada fakultas yang berbeda, terdiri dari Antonia Vidya Kartika, Nurul Kusumawardani, dan Silvia Dwi Puspa Susanti (Farmasi), Seprina Megawati E. H. (Psikolologi) dan Andreas Indra L. (Teknik Informatika), dengan dosen pembimbing Bapak Yohanes Dwiatmaka, M.Si (dosen Farmasia USD). Program yang dilaksanakan adalah kegiatan dengan judul “MANG TOGA” Memanfaatkan dan Mengolah Tanaman Obat Keluarga sebagai Alternatif Pengobatan bagi Keluarga Mandiri di Dusun Pundong Srihardono, Pundong, Bantul Yogyakarta. Kegiatan PKM-M ini telah dimulai sejak bulan Maret-April dengan agenda 7x pertemuan, serta pada bulan Mei telah diadakan pemantauan keberlanjutan kegiatan. Sasaran program ini adalah ibu-ibu Dusun Pundong, hal ini karena ibu memegang peran dalam mengelola kesehatan bagi keluarganya, serta bertujuan untuk memberikan kegiatan tambahan bagi ibu-ibu yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga.
Tanaman Obat Keluarga yang memiliki khasiat bagi kesehatan merupakan suatu hal yang tidak asing lagi di telinga sebagian besar masyarakat terutama masyarakat Dusun Pundong yang sebagian besar adalah petani. Namun, hal tersebut tidak diimbangi dengan kesadaran untuk mulai memanfaatkan tanaman obat secara mandiri, hal ini karena keterbatasan pengetahuan warga akan pengolahan dan pemanfaatan tanaman obat secara benar. Oleh karena itu tim PKM-M, mengajak masyarakat sasaran untuk mengenal dan mengolah tanaman obat serta manfaat adanya kebun tanaman obat yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh warga Desa Pundong, Srihardono, Pundong, Bantul secara mandiri.
Tim PKM-M memberikan informasi mengena tanaman obat dan manfaatnya, selain itu diberikan pulan pelatihan penanaman tanaman obat dengan memanfaatkan salah satu lahan kosong di Desa Pundong yang tidak terurus  untuk dijadikan suatu kebun tanaman obat yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar. Tanaman obat yang ditanam  didasarkan pada penyakit yang banyak dialami masyarakat Desa Pundong, yaitu sakit ringan,seperti; batuk, pilek, demam, diare, gatal-gatal, pegal serta penyakit berat, seperti: diabetesmellitus, hipertensi dan stroke. Harapannya dengan adanya  tanaman obat tersebut dapat  bermanfaat sebagai pencegahan, membantu memulihkan kesehatan pada sakit ringan, dan membantu memelihara kesehatan pada penyakit berat.
Sebagian besar orang akan bertanya, “Apakah ada keuntungan lain dari tanaman obat selain bermanfaat bagi kesehatan?”. Jawabannya adalah “YA”. Salah satu anggota tim PKM–M Nurul Kusumawardani, mengatakan bahwa, “Tanaman obat tidak hanya memberikan manfaat untuk kesehatan saja, namun dapat  menambah pendapatan dengan mengolah tanaman obat tersebut menjadi suatu produk berkhasiat lalu menjualnya. Produk yang bernilai jual harus  dikemas menarik agar menarik minat konsumen.” Alasan tersebut mendorong tim PKM-M  untuk memberikan pendampingan kepada ibu-ibu tentang cara pengolahan tanaman obat. Tim PKM-M mengambil salah satu tanaman obat yang ditanam yaitu “Jahe”. Jahe merupakan tanaman herbal khas Indonesia yang telah banyak dikenal masyarakat dengan khasiatnya. Pengolahan jahe yang diberikan adalah pembuatan serbuk dan sirup jahe, tidak hanya pengolahan saja namun diberikan pendampingan dalam pengolahan dengan baik, pengemasan hingga pelabelan produk agar layak jual sehingga dapat menjadi pendapatan tambahan bagi ibu-ibu Dusun Pundong, Srihardono, Bantul, Yogyakarta.
Pada akhir kegiatan, dibentuk Kader “MAMMA TOGA” yang yang bertujuan memberikan penghargaan bagi ibu yang memiliki pengetahuan cukup mengenai tanaman obat setelah pendampingan oleh tim PKM-M, serta diharapkan dapat melanjutkan kegiatan dengan memberikan informasi kepada warga yang lain tentang adanya kebun tanaman obat sebagai kebun percontohan, menerangkan khasiat dari tanaman obat yang ada, serta dapat memotivasi warga lainnya untuk mulai memanfaatkan tanaman obat yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dengan mulai menanamnya di sekitar rumah (AVK).

  kembali