USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Charity Concert "Hands For Nepal": Ulurkan Tangan Untuk Dunia

diupdate: 12 tahun yang lalu


Rektorat Universitas Sanata Dharma (USD) bekerjasama dengan Campus Ministry) USD dan Badan Eksekitif Mahasiswa (BEM) USD pada hari Kamis (21/5) menyelenggarakan “Charity Concert ‘Hands For Nepal’ Ulurkan Tangan Untuk Dunia” yang diadakan di Panggung Terbuka Kampus II USD Mrican.
Diungkapkan oleh Antonius Febri Harsanto, S. Sos selaku Kepala CM “Acara ini  diadakan sebagai bentuk solidaritas untuk Nepal sekaligus upaya menumbuhkan solidaritas segenap civitas academica USD.” Acara ini dimulai pukul 18.00 WIB dan berakhir pukul 22.00 WIB, dihadiri lebih dari 100 orang yang terdiri dari para mahasiswa USD, Rektorat USD, Dosen USD, serta Karyawan USD.
Tanggal 25 April 2015 yang lalu dunia diguncang dengan bencana gempa bumi di Nepal. Puluhan ribu korban berjatuhan. Maka, dunia pun bergerak. Jesuit Refugee Service (JRS), sebagai salah satu organisasi internasional katolik yang melayani para pengungsi pun juga turut mengambil inisiatif untuk mengulurkan tangan. Melalui pesan kepada Rektorat USD, segenap civitas academica USD diajak untuk mengulurkan tangan kepada saudara-saudara di Nepal.
“Acara penggalangan dana ini sudah kami lakukan sejak minggu lalu.” demikian dikatakan oleh Andreas Raharjo, Ketua BEM USD. “Kami menggalang dana melalui HMPS, HMJ, BEMF, dan UKM. Jadi, penggalangan dana ini tidak hanya oleh BEMU saja, tetapi semua mahasiswa juga bisa ikut berpartisipasi.” jelasnya. Acara ini diisi oleh berbagai UKM dan Komunitas di USD: XPECTA Group, Sexen, Sadhar Jazz, Red Pavlov, Orkes NPP (Nikmat Pangkal Paha), Gagal Tampan, dan Teater Seriboe Djendela (TSD). Acara dibuka dengan musik, dan ditutup dengan musik. Di tengah-tengah konser amal, para aktor TSD juga menghibur para penonton dengan pantomim. “Kami mengajak semua UKM dan komunitas ini untuk tampil.” katanya.
Pada akhir acara, para panitia mengajak para penonton untuk berkumpul di depan panggung. Mereka masing-masing membawa sebuah lilin menyala, yang melambangkan harapan masing-masing peserta. Claudia Rosari Dewi, Wakil Ketua BEMU sekaligus Ketua Acara, membawakan sebuah puisi doa. Bersama, mereka berdoa untuk korban bencana di Nepal.
“Acara ini sesuai dengan cerdas humanisnya USD. Cerdasnya karena melalui musik otak kita dirangsang (untuk berpikir), dan humanisnya juga untuk membantu sesama manusia.” tutur Arnoldo Rico Redinta, salah seorang mahasiswa USD yang hadir menonton. “Saya berharap apa yang didapat melalui acara ini bisa sampai ke teman-teman di Nepal.” sambungnya.
Rektor USD, Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. mengharapkan agar melalui acara ini kepekaan mahasiswa bisa turut diasah. Beliau juga berkata bahwa kita bisa belajar banyak hal: tentang Nepal, tentang bencana yang menimpa mereka, dan bagaimana bencana itu terjadi. Ya, melalui bencana ini, kita memang akan terhubung dengan sesama. Belajar untuk peka, dan belajar untuk tahu. (AOCY & GMP)

  kembali