USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

USD Mengajar 2015: Seminar Mendidik Indonesia dengan Semangat Ignasian

diupdate: 12 tahun yang lalu


Bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2015, Kementerian Pendidikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan gerakan yang disebut sebagai USD Mengajar. Mahasiswa USD diajak untuk berpartisipasi dalam gerakan mengajar beberapa komunitas di Kota Yogyakarta khususnya mengajar anak-anak.
USD Mengajar merupakan bentuk konkret Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden BEM USD 2015, yang pada hari Pendidikan Nasional ini mengadakan Seminar Pendidikan sebagai puncaknya yang bertema Mendidik Indonesia dengan Semangat Ignasian. Berbekal Universitas Jesuit, USD sebagai salah satu Universitas yang dipayungi oleh Serikat Jesus yang menggeluti Spiritualitas Ignasian, tema seminar ini menjadi sangat cocok, apalagi pada tahun ini USD memasuki tahun ke 60 sebagai salah satu civitas akademik di Indonesia.
Sesi pertama Seminar Pendidikan tersebut diisi oleh Rm. Dr. Paul. Suparno, SJ, dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP USD. Beliau menyampaikan bagaimana Sanata Dharma sebagai sebuah civitas akademik menanggapi pendidikan dalam semangat Ignasian. Rm. Paul menjelaskan dasar-dasar spiritualitas Ignasian yang dapat diterapkan para pendidik di lingkungan kampus Ignasian ini. Spiritualitas Ignasian menggeluti semangat Ignasian, semangat Magis! Mencari yang lebih, bukan rata-rata. Hal ini mendorong pendidik untuk tidak hanya mengenal sebatas mengenal saja setiap pribadi tetapi masuk lebih dalam pada tiap pribadi. Berlandaskan semangat Ignasian ini, diharapkan para pendidik tidak hanya terpaku pada sistem pendidikan saja melainkan juga mengandalkan semangat untuk melihat dan mnegenali lebih dalam setiap pribadi yang diajar.
Sesi kedua materi seminar diberikan oleh Dr. Markus Budirahardjo, M. Ed. dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP USD, yang berkenan memberikan materi yang berjudul Produktivitas Pendidik yang Inovatif dan Kreatif dalam Menciptakan Proses Belajar yang Efektif. Beliau membagikan pengalamannya selama mengajar, bahkan ada pengalaman ketika mengajar tanpa persiapan. Beliau selalu ontime, tidak pernah terlambat dan selalu datang ke kelas lima menit sebelum kelas dimulai. Mengajar baginya bukan salah atau benar, tetapi bagaimana pengajar mampu menaruh perhatiannya pada anak didiknya untuk mengembangkan.
Demikian juga halnya dengan Kelas Inspirasi, Mbak Eka Maria Ulfa dan Agus Hadi Prayitno memberikan sharingnya mengenai pengalaman mengajar yang selama ini dijalani. Para pengajar dari kelas Inspirasi ini menyampaikan pengalamannya dalam mengajar dan mengedepankan perlunya teknik penguasaan kelas, persiapan bahan ajar, model pembelajaran dan juga alat-alat yang digunakan untuk mengajar. “Memotivasi anak didik juga menjadi bagian terpenting, karena dengan motivasi kita bisa membentuk dan mengarahkan mereka untuk belajar.” ungkap mbak Ulfa. (CRD)

  kembali