Dalam rangka Pertemuan Ilmiah ke XXIX, Himpunan Fisika Indonesia (HFI) cabang Jateng-DIY mengadakan agenda rutin yaitu Seminar Nasional Fisika. Tahun 2015 ini Universitas Sanata Dharma (USD) mendapat kesempatan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Seminar Nasional Fisika ini. Seminar Nasional Fisika yang diselenggarakan pada tanggal 25 April 2015 di Kampus 3 USD Paingan ini bertema "Peran Pendidikan dan Penelitian Fisika untuk Mewujudkan Masyarakat yang Bermartabat".
Seminar yang diikuti oleh peserta dari Sumatera, Papua, Makassar, dan beberapa provinsi di daerah Jawa dengan berbagai kalangan yaitu Peneliti, Dosen, Guru dan Mahasiswa ini terselenggara berkat adanya kerjasama antara USD khususnya Program Studi Pendidikan Fisika USD dengan HFI cabang Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Seminar Nasional tersebut terdiri dari beberapa acara utama yaitu Seminar Umum, Rapat Anggota HFI, dan Seminar Paralel. Pada acara Seminar Umum diisi oleh dua pembicara yaitu Prof. Hyeonsik Cheong (Departement of Physics, Sogang University, Seoul) dan Drs.Tarsisius Sarkim, Ph.D. (Dosen Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma) dan didampingi oleh seorang moderator yaitu Dr. Asan Damanik, M.Si.
Drs. Johannes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor USD dalam sambutannya mengungkapkan bahwa acara Seminar Nasional Fisika yang diselenggarakan merupakan kesempatan untuk mengenalkan USD dan membangun kerjasama dalam bidang pengembangan ilmu fisika sekaligus menjadi salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis USD yang ke-60. Diungkapnya juga terdapat 3 persoalan mendasar pada negara khususnya di Indonesia yaitu kemiskinan, perdamaian, dan kerusakan lingkungan. Dari ketiga masalah ini, kerusakan lingkungan yang mudah dihubungkan dengan ilmu fisika. Harapannya anak muda dapat menguasai fisika agar nantinya dapat menciptakan teknologi canggih yang ramah lingkungan agar kerusakan alam tidak terus bertambah dan selain itu dapat mensejahterakan masyarakat khususnya di Indonesia. Fisika diharapkan dapat mengaplikasikan teori dalam sebuah teknologi canggih yang dapat mengatasi kedua masalah lainnya di atas yaitu kemiskinan dan perdamaian. Maka dari harapan itu anak muda mempunyai tantangan agar belajar fisika menjadi tren, cool, dan membanggakan.
Sebagai pembicara pertama dalam Seminar Umum, Profesor Hyeonsik Cheong dari Sogang University, Korea terlebih dahulu memperkenalkan secara singkat Universitas Sogang Korea. Dalam seminar tersebut Profesor Hyeonsik Cheong menyampaikan hasil penelitian mutakhir pada bidang material masa depan yaitu graphene yang berjudul “Physics and Applications of Graphene and 2-Dimensional Materials”, di mana Graphene mulai banyak diteliti dan dikembangkan untuk kemajuan teknologi.
Drs. T. Sarkim, Ph.D. sebagai pembicara kedua menyampaikan makalah yang berjudul “Pedagogical Content Knowledge: Sebuah Konstruk untuk Memahami Kinerja Guru di Dalam Pembelajaran”. Dalam seminar ini pembicara menjelaskan bahwa dalam interaksi pembelajaran guru dituntut untuk terus menerus mengambil keputusan tentang tindakan yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan situasi tertentu. Akibatnya banyak variabel yang berpengaruh terhadap tindakan guru di dalam kelas maka interaksi pembelajaran seringkali tidak mudah dijelaskan. Salah satu pendekatan yang sering dipergunakan untuk menjelaskan interaksi pembelajaran adalah dengan menyelidiki hubungan korelasi antara penerapan metode tertentu dengan tingkat keberhasilan pembelajaran murid. Penelitian tentang kinerja guru mengalami pergeseran, dengan fokus aspek kognisi guru. Pergeseran tersebut didorong oleh dua faktor, faktor utama yaitu oleh berkembangnya psikologi kognitif yang menyelidiki pengaruh dari pengetahuan seseorang terhadap kinerjanya dan oleh sebuah konstruk yang dikenal sebagai Pedagogical Content Knowledge (PCK). Banyak riset yang menunjukkan bahwa PCK merupakan konstruk yang berdayaguna untuk memahami kinerja guru dan dapat digunakan sebagai landasan teori dalam aktivitas peningkatan kinerja guru.
Kemudian acara dilanjutkan dengan rapat HFI. Rapat yang berlangsung sekitar setengah jam ini membahas tentang agenda tahunan, usulan penyelenggaraan seminar nasional 2016 mendatang, laporan keuangan, kegiatan HFI cabang Jateng-DIY, dan publikasi jurnal atau makalah HFI cabang Jateng-DIY.
Acara berikutnya yaitu Seminar Paralel yang diadakan di beberapa kelas di Kampus 3 USD Paingan. Seminar paralel ini diisi oleh 159 pemakalah yang makalahnya sudah direview dengan beberapa topik fisika. Topik tersebut antara lain adalah Bidang Biofiska dan Fisika Medis; Bidang Fisika Atom, Molekul dan Inti; Bidang Fisika Bumi, Meteorologi dan Atmosfer; Bidang Fisika Eksperimental; Bidang Fisika Energi dan Lingkungan; Bidang Fisika Instrumentasi dan Elektronika; Bidang Fisika Komputasi; Bidang Fisika Teori; Bidang Fisika Zat Padat, Material, dan Nanoteknologi; Bidang Optoelektronika; dan Bidang Pendidikan Fisika. Semua pemakalah diperkenankan mempresentasikan makalahnya. Dari 159 pemakalah, akan diambil 30 makalah yang dapat diterbitkan di jurnal Indonesia. (TIP & HP)




