USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Convessar Arrupe CM USD: Menjadi Tangguh Hidup Di antara

diupdate: 12 tahun yang lalu


Campus Ministry (CM) pada hari Jumat, 17 April 2015 mengadakan Convessar Arrupe kedua di Klinik Kopi,  Gang Madukoro Jalan Kaliurang Km.8 Yogyakarta. Sebagai lanjutan dari Convessar Arrupe yang pertama, kedua ini menjadi forum berbagi kisah dan kasih.
Convessar Arrupe kali ini mengundang dua pembicara, yaitu Bapak Joko Pinurbo dan Romo R. In Nugroho B, SJ. Acara yang berlangsung dua bulan sekali ini tidak hanya dihadiri civitas academica USD saja, tetapi juga dari OMK Paroki Banteng dan beberapa kelompok mahasiswa sekitar Yogyakarta. Sebagaimana diungkapkan oleh Mas Gigih sebagai moderator acara tersebut bahwa dua tokoh ini menjadi sumber inspiratif yang perlu kita gali spirit hidup. Joko Pinurbo adalah seorang sastrawan, penulis puisi Indonesia yang berasal dari kota Sukabumi, Jawa Barat. Beliau menempuh pendidikan tinggi di IKIP Sanata Dharma dan sempat menjadi Dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma dan kemudian menjadi sastrawan sejak berumur 37 tahun dan telah menghasilkan kira-kira 360 buah puisi hingga sekarang ini. Sedangkan Romo R. In Nugroho B, SJ adalah seorang Imam Yesuit yang ditugaskan di USD.
Diungkapkan oleh Joko Pinurbo bahwa beliau memulai belajar sastra (menulis puisi) ketika berada di SMU Seminari Menengah Mertoyudan dan baru diterbitkan karya-karya yang telah beliau tulis pada usia 37 tahun. Selama 20 tahun, beliau belajar untuk mempersiapkan diri dan memantapkan diri dalam perjalanan waktu atas apa yang telah beliau pelajari dan hasilkan dalam karya sastra, puisi. “Dalam proses selama 20 tahun itu, saya bergulat dan berjalan dalam kesunyian lorong-lorong waktu untuk menentukan dan mempertanggung jawabkan pilihan yang sudah kita pilih, dan saya memilih untuk menjadi seorang sastrawan. Untuk menjadi apa di kemudian hari, terkadang nasib seseorang tidak ditentukan oleh kemampuan kita, untuk melacak visi hidup dibutuhkan bantuan orang lain dalam memberikan pertimbangan yang bermanfaat bagi pilihan kita untuk berjalan.” ungkapnya.
Joko Pinurbo juga mengungkapkan apa arti sebuah kesuksesan. Sukses tidak hanya diukur atas seberapa banyak kita memiliki barang-barang mewah di dalam kehidupan atau sukses juga tidak sekedar pencapaian cita-cita dalam kehidupan kita. Kesuksesan adalah pertanggung jawaban pilihan yang sudah kita tentukan kemudian kita gulati dan dalami sehingga apa yang telah kita pilih itu menjadi kekhasan diri dan kemudian mampu kita bagikan kepada orang lain. Secara khusus, beliau menganalogikan proses perjalanan hidup seseorang mencapai kesuksesan seperti seorang peramu kopi menemukan cita rasa khas kopi yang menjadi milik dirinya. “Menemukan daya khas baru harus banyak bereksperimen dan berani untuk gagal. Yang menjadi salah adalah rasa takut yang menguasai diri.” ungkapnya lebih lanjut.
Secara khusus, berkaitan dengan pengalaman proses pendidikan di IKIP Sanata Dharma, beliau banyak belajar mengenai pendidikan karakter. Pendidikan di IKIP Sanata Dharma tidak hanya menekankan soal hasilnya tetapi juga proses di dalam pencapaian hasil. “Saya kuliah bukan mendapatkan pengetahuan saja, tetapi soal etos kerja, yaitu soal kedisiplinan dan mentalitas. Dulu Romo dan dosen IKIP Sanata Dharma itu galak-galak dan sangat disiplin. Saya tidak tahu bagaimana USD sekarang yang hidup di tengah perkembangan gadget dan media sosial yang berlimpah.” demikian ungkapnya. Kalau orang tidak mendisiplinkan diri, orang tersebut tidak mampu menyelami keheningan dalam berproses.
Kemudian Romo R. In Nugroho B, SJ menggaris bawahi atas apa yang diungkapkan oleh Joko Pinurbo. Romo R. In Nugroho B, SJ mengungkapkan bahwa kualitas puisi Joko Pinurbo bukan pada panjang lebarnya puisi tetapi proses menciptakan kata dalam rangkaian puisi. Di situlah nilai kesabaran kita menggulati proses dalam menciptakan puisi. “Adakah sekolah kesabaran? pendidikan mengenai kesabaran tidak kita dapatkan secara formal di bangku kuliah, tetapi seperti orang main bola tidak hanya latihan menendang bola ke arah gawang, tetapi dalam latihan justru berlatih melompat ke kanan dan kiri, menggiring bola ke kanan dan ke kiri yang tampaknya tidak ada sangkut pautnya dalam bermain bola. Nilai kesabaran itulah yang saya temukan di dalam puisi Joko Pinurbo.” demikian ungkapnya.
Kesabaran ternyata dapat ditemukan ketika kita tahu dan mengerti saat berjalan dan berhenti. Kapan sebuah usaha itu mesti diperjuangkan terus-menerus sampai dengan kita harus istirahat. Maka tampak bahwa kesabaran itu independen. Membaca Joko Pinurbo yang berpuisi adalah membaca kedalaman. Walaupun puisi Joko Pinurbo itu sederhana, tetapi kesederhanaan itu proses dari perjalanan takut, kegetiran atau situasi antara gelap dan terang. “Siapa orang yang tahan hidup di dalam situasi diantara? Umumnya orang sampai pada tujuan tetapi tidak kuat bila berada dalam situasi di antara.” lanjut ungkapnya.
“Maka, yang dapat saya simpulkan dari sharing malam ini adalah arethe, kata seorang filsuf Plato. Kalau kita mencapai cita-cita jadilah cita-cita yang melebihi pencapaian cita-cita dari orang lain yang telah mencapainya. Misalnya, kalau kita menjadi penyair, jadilah penyair yang sepuisi-puisinya, kalau kita menjadi comic, jadilah comic yang secomic-comicnya. Kita memiliki semangat magis dalam hidup. Bila kita menjadi mahasiswa matematika, kita tidak hanya memasang rumus dan menyelesaikan soal untuk menemukan hasil. Tetapi kita tahu betul bagaimana rumus itu bisa ditemukan dan diterapkan ke dalam soal, sehingga hidup kita tidak hanya dalam permukaan tetapi betul-betul mendalam.” demikian ungkap Romo R. In Nugroho B, SJ mengakhiri sesi. (FXAP)

  kembali