Hidup setiap saat berubah tidak ada yang abadi, bisnis makin kompleks, ketidakpastian makin besar, lalu muncul pertanyaan “Bagaimana nasib USD 2012, 2020?”. USD harus mampu melihat segala aspek perubahan, saat ini kualitas bergeser dari pengendalian proses statistik ke kualitas metafisika, kualitas dicapai melalui pengetahuan mendalam tentang keinginan konsumen. Waktu untuk memasarkan produk baru bergeser dari tahun ke bulan, implementasi teknologi dari bulan ke hari, dan keputusan dari hari ke jam (jual hari ini, untung hari ini). Kompetisi tidak bermain cantik lagi, kompetisi dikawinkan dengan kerjasama. Paradigma “satu untuk semua”, atau “kapan saja, siapa saja, di mana saja” agak sulit dipertahankan, customized wajib hukumnya. Demikian pendapat Agung Adiprasetyo yang menjadi salah satu pembicara sekaligus tokoh alumni USD dalam acara sarasehan alumni pada hari Sabtu (20/9) di Gedung Pusat USD. Apa harapan dari dunia pendidikan hari ini? Pendidikan adalah untuk menantang diri sendiri, melawan keterbatasan panca indranya, meraih prestasi puncaknya lebih baik dari orang lain dan lebih hebat dari hari kemarin. Pendidikan adalah proses untuk berpikir dan mengerjakan sesuatu dengan cara berbeda dari orang lain, pendidikan untuk berangkat dari mimpi besar, pendidikan untuk klub ‘optimis’, dan pendidikan untuk berinisiatif, bukan menunggu petunjuk. Beranikah USD menciptakan pendidikan yang berani keluar dari kotak, berbeda dari cara menyusun kurikulum BIASA, ujian tulis (apalagi multiple choice), ujian lapangan? Demikian Agung Adiprasetyo orang nomor 2 di Kompas-Gramedia ini mengakhiri paparannya. Sarasehan alumni ini terselenggara berkat keinginan Keluarga Alumni Sanata Dharma (KASADHAR) untuk mendiskusikan harapan masyarakat tentang mutu lulusan USD dan dalam rangka Dies Natalis USD ke-53. Sarasehan dengan tema “Proses Pendidikan di Perguruan Tinggi dan Profil Alumni Yang Dibutuhkan Pada Dunia Kerja” ini dihadiri oleh seluruh dosen USD dan para alumni USD yang diundang. Acara dipandu oleh Susilo Nugroho - Den Baguse Ngarso (Alumni Pendidikan Ekonomi USD). Pembicara sekaligus tokoh alumni yang lain adalah Handojo, Senior Brand Manager PT Djarum Kudus Tbk, alumni Pendidikan Bahasa Inggris USD. Menurut Handojo, tuntutan konsumen kalau dahulu yang penting enak, tapi sekarang tidak hanya yang penting enak tapi juga ngetop, gengsi, dan gaul. Orang akan memilih brand. Untuk memenangkan persaingan, harus mempunyai consumer intimacy yaitu kemampuan suatu brand untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen lebih baik dari pesaing. Untuk membangun brand, dimulai dari analisa semua target segmen yang relevan di suatu industri, mengetahui kebutuhan dan keinginan banyak segmen, memilih suatu segmen tertentu (tidak mungkin menyediakan everything to everyone), dan image & persepsi yang ingin ditonjolkan untuk menarik target segmen. Untuk mengikuti segala tuntutan dan tantangan di atas, kemudian muncul pertanyaan dari Handojo bagi USD, apakah visi misi USD masih sesuai dengan tuntutan jaman? Kalau tidak, apa rumusan baru dan rencana jangka panjang Universitas? Apakah positioning USD saat ini? Benefit apa yang kita tawarkan kepada target customer kita, baik secara tangible atau intangible? Hal itulah yang masih harus kita pikirkan bersama. (Atk)




