Wakil Rektor IV Universitas Sanata Dharma (USD) pada hari Sabtu, 28 Februari 2015 mengadakan kegiatan “Pelatihan Penulisan di Media Massa” di ruang Driyarkara Kampus 2 USD Mrican. Peserta yang menghadiri kegiatan ini adalah mahasiswa kerjasama dari Asmat, Nias Barat, Kutai, Mentawai, Papua Barat, dan mahasiswa Universitas Sanata Dharma pada umumnya. Pelatihan ini didampingi oleh Bapak Hendra Kurniawan, M. Pd dosen Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma (sebagai penulis artikel terbanyak di media massa) dan Bapak Cocong Arief Priyono dari Tim Redaksi Suara Merdeka.
F. X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. selaku Wakil Rektor IV USD saat membuka acara menyampaikan motivasi kepada seluruh peserta pelatihan bahwa setiap mahasiswa mempunyai kesempatan untuk menyampaikan ide atau gagasan di Media Massa. Beliau berharap artikel yang ditulis oleh para peserta pelatihan ini suatu saat dapat dimuat di media massa.
Sesi pertama disampaikan oleh Bapak Hendra Kurniawan, M.Pd tentang strategi penulisan di Media Massa yang diberi judul “Menulis itu Segampang Ngomong”. Untuk memulai menuliskan sebuah opini dan artikel di media massa seharusnya mempunyai informasi yang memadai. Informasi dapat membantu untuk mengembangkan ide. Sebenarnya menulis itu bukan bakat melainkan keterampilan sehingga perlu di asah. Kata kuncinya ialah memulai. Untuk memulai keterampilan menulis di media masa dapat diperoleh melalui adanya motivasi, keseriusan, dan latihan. Keterampilan menulis memiliki tahapan yang meliputi pra tulisan, penulisan, dan pasca penulisan. Lebih jauh dijelaskan bahwa paragraf pembuka dan penutup sangat penting guna menarik perhatian tim redaksi untuk dimuat di media massa.
Sesi kedua disampaikan oleh bapak Cocong Arief Priyono. Bapak Cocong menyampaikan bahwa untuk memulai penulisan di media massa, langkah awal ialah menemukan ide, mencari informasi yang mendukung ide tersebut yang kemudian di kembangkan ke dalam tiga kerangka yang meliputi pembukaan, pembahasan, dan penutup. Cara menulis artikel di media massa dapat disejajarkan dengan menulis paper atau makalah di perkuliahan. Masalah yang sering dialami dalam penulisan di media massa salah satunya “memulai”. Segala sesuatu yang dilakukan seseorang tidak terlepas dari tahap permulaan. Kemungkinan hasil tahap awal kurang maksimal, namun memberi nilai tersendiri pada diri penulis. Para peserta pelatihan diharapkan berani memulai. Tim redaksi menyeleksi tulisan yang layak dimuat di surat kabar. Kriterianya antar lain aktualitas, gagasan baru, judul menarik, tema konsisten, kalimat sederhana (populer dan ringkas).
Sesi ketiga dipandu lagi oleh Bapak Hendra Kurniawan, M. Pd. Pada sesi ini peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan topik tulisan yang bisa dikembangkan dan dikirim ke Suara Merdeka Pojok Akademia. Pada kesempatan ini peserta diberikan waktu selama kurang lebih satu setengah jam. Tulisan yang diharapkan ialah bertema pendidikan dengan jumlah 2.500 karakter. “Verba volant, scripta manent (ucapan dapat lenyap, tulisan tetap abadi).” demikian disampaikan bapak Hendra Kurniawan, M.Pd. (MG)




