USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Pelantikan Apoteker USD Angkatan XXVIII:
"Selamat Berkarya secara Profesional dan Jadikan Hidup Lebih Bermakna untuk Diri Sendiri Maupun Sesama"

diupdate: 12 tahun yang lalu


Program Studi Profesi Apoteker (PSPA), Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (FF USD) melaksanakan acara pelantikan Apoteker Baru Angkatan ke XXVIII. Acara tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu, 28 Februari 2015 di Ruang Drost, Kampus IV USD Paingan, Yogyakarta. Pelantikan ini diikuti oleh 61 apoteker baru dan dihadiri oleh Dekan FF USD Aris Widayati, Ph.D.,Apt. Kaprodi PSPA USD, Dra. Th. B. Titien Siwi Hartayu, Apt., M.Kes., Ph.D., para dosen FF USD, Wimbuh Dumadi, S.Si., Apt (Ketua PD IAI DIY), Prof. Dr. Tutus Gusdinar Kartawinata (Komite Farmasi Nasional (KFN), Dra. Hardiah Juliani, Apt., M.Kes (Kabid. Regulasi dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Dinkes DIY), perwakilan dari Dexa Group, rohaniawan dan orangtua serta keluarga. Acara pelantikan ini juga turut dimeriahkan oleh penampilan PSM Cantus Firmus.    
Pengucapan lafal sumpah apoteker dipimpin oleh Perwakilan Komite Farmasi Nasional, Prof. Dr. Tutus Gusdinar Kartawinata. Saat pelafalan sumpah, para apoteker didampingi oleh para rohaniawan sesuai kepercayaannya masing-masing. Setelah melafalkan sumpah, seluruh apoteker menandatangani lafal sumpah tersebut di hadapan dewan sidang. Selanjutnya dilakukan penyerahan ijazah, sertifikat kompetensi, surat sumpah, dan STRA oleh Dekan FF USD Aris Widayati, Pd.D., Apt., Ketua PD IAI DIY, Wimbuh Dumadi, S.Si., Apt., dan Perwakilan KFN, Prof. Dr. Tutus Gusdinar Kartawinata kepada para apoteker baru. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan apoteker baru oleh Kaprodi PSPA kepada Ketua PD IAI DIY dan Dinas Kesehatan Yogyakarta. Sidang terbuka tersebut diakhiri dengan menyanyikan lagu “Hymne Ikatan Apoteker Indonesia”
Dalam sambutannya Rektor USD, Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. mengungkapkan bahwa pelantikan ini merupakan simbolisasi dari keberhasilan banyak pihak, terutama para dosen yang telah mendampingi, orangtua, dan mitra. Beliau mengajak para apoteker baru ini untuk berkomitmen pada pelayanan dan tetap murah hati dalam pengabdian. Tak lupa, beliau mengucapkan selamat berkarya secara profesional dan menjadikan hidup lebih bermakna baik untuk diri sendiri maupun sesama (To be Men and Women for and with Others).
Ketua PD IAI DIY, Wimbuh Dumadi, S.Si., Apt menyampaikan isu penting tentang tanggungjawab sosial dan moral seorang apoteker. “Sumpah apoteker merupakan syarat mutlak untuk seorang dianggap sebagai profesi apoteker. Sumpah tersebut diucapkan dengan syarat keprofesian yang dipenuhi, yaitu keahlian yang ditempuh melalui pendidikan khusus. Kosekuensinya adalah seorang apoteker harus menghidupi tanggung jawab sosial dan moral tersebut dalam pengabdian nyata.” tuturnya.  
Kabid. Regulasi dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Dinkes DIY, Dra. Hardiah Juliani, Apt., M.Kes, mengungkapkan bahwa peluang kerja bagi apoteker sangat luas, baik di apotek, puskemas, rumah sakit dan industri. Beliau mengingatkan supaya dalam berpraktek para apoteker tetap kompeten, sesuai etika profesi dan undang-undang yang berlaku. Beliau juga meminta agar para apoteker kembali dan mengabdi di daerahnya masing-masing. Perwakilan Dinkes Jogja tersebut, juga mengaku bangga dengan alumni apoteker USD. “Ada seorang alumni apoteker USD yang kenal dengan dengan saya. Sekarang, dia menjadi apoteker ekselon IV di salah satu kabupaten,” paparnya. Prof. Dr. Tutus Gusdinar Kartawinata, selaku perwakilan dari KFN juga menyampaikan isu penting terkait penggunaan antibiotik di masyarakat. Angka resistensi antibiotika meningkat setiap tahunnya. Resistensi antibiotika ini menjadi isu nasional dan internasional. Oleh sebab itu, peran apoteker sangat vital dalam hal penggunaan antibiotik. Akademisi Fakultas Farmasi ITB tersebut juga mengungkapkan isu farmasi sosial yang belum banyak diangkat. Dalam sambutannya, beliau juga sempat memuji penampilan PSM Cantus Firmus yang memukau dan memberi semangat.
Pada pelantikan ini, disampaikan penghargaan dari Dexa Group kepada Evi Cicilia, S.Farm., Apt sebagai Apoteker Baru Terbaik Pertama. Apoteker yang berasal dari kota Sintang ini mengaku bangga dan tidak menyangka dapat memperoleh penghargaan ini. “Ini adalah buah dari kerja keras dan selalu berusaha melakukan yang terbaik.” tuturnya.  Penghargaan dari USD diberikan kepada Sevi Merisca, S.Farm., Apt sebagai Apoteker Baru Terbaik Kedua. Ia sangat senang atas penghargaan tersebut karena bisa membahagiakan kedua orangtuanya.
Kebahagian juga dirasakan oleh para orangtua. Wajah mereka tampak berseri-seri menyaksikan anak-anaknya menjadi apoteker baru. Namun, beberapa dari mereka mengharapkan anaknya untuk kuliah lagi. “Saya berharap anak saya masih bisa lanjut sekolah. Apoteker bukan berarti selesai karena masih banyak kesempatan. Di zaman yang maju ini, S1 agak sulit untuk dijadikan sebagai bekal hidup. Selama anaknya mau kuliah, apalagi usianya masih muda kita akan mendukung.” ungkap pak Nugroho, ayah dari Yudhytha Anggarhani Quraisyin, S.Farm., Apt. (LIV)

  kembali