Dalam rangka menggali potensi dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Gunung Kidul pada umumnya dan khususnya di Kecamatan Patuk, Universitas Sanata Dharma (USD) bekerjasama dengan Paguyuban Gembili Ngasemayu Songo Sepuluh dan segenap masyarakat dusun Ngasemayu pada hari Minggu, 22 Februari 2015 menyelenggarakan Festival Durian di Kecamatan Patuk, Dusun Salam. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WB ini menghadirkan berbagai macam hasil panen durian dari masyarakat dusun Ngasemayu di mana para pengunjung festival dapat menikmati aroma rasa khas durian dan hasil olahan durian tersebut.
Salah satu bentuk peran kerjasama USD di dalam festival tersebut adalah keterlibatan tujuh mahasiswa USD dalam serangkaian program kuliah kerja nyata (KKN) alternatif eko-pariwisata di Kecamatan Patuk melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Secara khusus di dalam program KKN alternatif ini bersifat tematik yaitu penelitian, pengembangan dan pengabdian masyarakat di bidang eko-pariwisata masyarakat kecamatan Patuk di mana mayoritas masyarakatnya adalah petani penghasil durian.
Sebagaimana di dalam sambutan Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. sebagai Rektor USD bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian USD dalam
mengembangkan dan membudayakan eko-pariwisata di kecamatan Patuk yang kaya akan sumber daya alam. Hal ini sesuai dengan misi dari USD untuk bekerjasama dengan semua yang berkehendak baik, dari situ USD menanggapi niat baik masyarakat kecamatan Patuk untuk memajukan dan mengembangkan potensi daerah mereka. "USD sebagai institusi pendidikan senantiasa akan selalu mendukung dan membantu untuk merintis memajukan eko-pariwisata di kecamatan Patuk. Kami akan selalu mengusahakan untuk berpartisipasi dalam pendampingan sebagai bentuk kepedulian." demikian lanjutnya. Bentuk keterlibatan aktif yang konkret kami berikan adalah dengan keikutsertaan para mahasiswa USD yang mengadakan program KKN alternatif di kecamatan Patuk.
Hal senada diungkapkan oleh Leonardo, mahasiswa program studi Farmasi 2010, bahwa teman-teman yang melakukan KKN alternatif di kecamatan Patuk ini lebih
memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan durian menjadi produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Hal ini dilakukan karena tema program KKN alternatif ini adalah eko-pariwisata, maka teman-teman KKN mencoba untuk mengembangkan dalam sektor tersebut dengan melakukan penyuluhan, praktek pembuatan, pengemasan produk, dan kemudian bagaimana cara menjual. "Memang untuk program KKN alternatif ini, kami tidak memohon ijin Pekerjaan Rumah Tangga (PRT) sehingga kami hanya terbatas pada bagaimana menghasilkan produk olahan durian yang menarik dan punya nilai jual tinggi. Kalau saja harga satu durian itu Rp. 30.000,-, kami mencoba menghasilkan produk olahan seharga lebih dari pembelian satu durian tersebut. Kiranya keuntungan tersebut belum dipahami dan dimengerti oleh masyarakat kecamatan Patuk. Seluruh bagian buah durian bisa menjadi nilai jual entah isi buah maupun kulitnya." demikian tandasnya.
Kegiatan festival ini diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat dari berbagai daerah. Yang menarik di dalam festival tersebut juga terdapat pelelangan durian hasil panen dari masyarakat kecamatan Patuk. Festival durian ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Ngasemayu, Kepala Dusun Salam, Kepala Dinas Pariwisata Gunung Kidul. Sebagai bentuk simbolisasi pengembangan budidaya durian, Rektor USD bersama dengan Kepala Dinas Pariwisata Gunung Kidul dan Kepala Desa Ngasemayu menanam bibit pohon durian. Secara khusus, festival durian juga mengadakan lomba kontes durian, lomba makan durian, dan lomba kupas kulit durian.
Gregorius Punto Aji, S.Pd., M.Hum. sebagai Kepala Pusat Program KKN USD menyampaikan bahwa dari segi mahasiswa, pertama, program KKN ini menjadi media pengembangan kepribadian supaya mahasiswa mempunyai kepedulian untuk mengembangkan masyarakat tertentu. Secara khusus, program KKN alternatif ini bersifat tematik tentang pengembangan kebudayaan eko-pariwisata. Artinya, mahasiswa diajak untuk mau dan mampu memberdayakan eko-pariwisata di daerah tersebut bersama dengan masyarakat sehingga yang diharapkan para mahasiswa dapat menyalurkan ilmunya yang didapatkan di bangku kuliah atau justru mendapatkan banyak ilmu yang empiris di dalam pendampingan masyarakat. Kedua, program KKN ini menjadi kesempatan untuk mengolah diri dalam hidup berkelompok yang secara luas dalam masyarakat. Di sini, para mahasiswa akan belajar manajemen konflik di mana adanya komunikasi yang terbentuk antara satu orang dengan yang lain dalam diri mahasiswa. Dari segi masyarakat sendiri, program KKN alternatif ini menjadi usaha untuk membudidayakan masyarakat yang baru memulai berkembang. Secara khusus, Program KKN ini bekerjasama dengan Pusat Studi Pengembangan dan Penelitian Pariwisata USD memberikan arah pemberdayaan dan menyediakan mahasiswa untuk terlibat aktif di dalam pelaksanaan. Diharapkan niat baik ini terus berkesinambungan supaya masyarakat berkembang ke arah yang lebih baik. (FXAP)




