USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Misa Awal Semester Genap Tahun Akademik 2014/2015:
Merangkai Indonesia Satu atau Satu Indonesia (?)

diupdate: 12 tahun yang lalu


Sebagai wujud syukur dan memohon doa restu dalam menjalani proses kegiatan belajar mengajar selama satu semester genap ini, pada hari Senin 9 Februari 2015 pukul 07.15 WIB Campus Ministry Universitas Sanata Dharma mengadakan misa awal semester Genap Tahun Akademik 2014/2015. Perayaan Ekaristi tersebut diadakan di dua tempat yaitu di Gereja Kampus USD Mrican Kapel Bellarminus dan di Lantai Dasar Gedung Utama Kampus USD Paingan. Perayaan Ekaristi di Kapel Bellamirnus Mrican dipimpin oleh Rm. FX Baskara Tulus Wardaya, SJ yang diikuti oleh seluruh dosen dan civitas academica kampus Mrican. Perayaan Ekaristi ini mengangkat tema “Merangkai Indonesia Satu”. Dari tema tersebut timbul pertanyaan kita, apa yang dimaksud dengan Merangkai Indonesia Satu? dan mengapa perayaan ekaristi mengangkat tema Merangkai Indonesia Satu, bukan Satu Indonesia?
Seperti yang diungkapkan oleh Fr. Adrianus Riswanto, SJ bahwa tema perayaan ekaristi ini menjadi serangkaian tema perayaan ekaristi pada misa tutup semester satu sebelumnya. Perayaan ekaristi ini menjadi bentuk syukur kita atas terlaksananya pemerintahan yang baru di dalam dunia politik yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan berbangsa Indonesia kita. Dari situ kita diajak untuk bagaimana bisa berperan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Sebagai mahasiswa, tentu tidak meninggalkan kewajiban utama kita untuk belajar. Tapi bagaimana kewajiban utama kita itu mampu berdampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, misalnya kita menggunakan pikiran kritis kita untuk menyumbang pemikiran dalam memecahkan persoalan yang sedang ramai dibicarakan. Lagi-lagi hidup berbangsa dan bernegara bukan hanya pikiran satu atau dua orang saja tetapi buah pikir dari banyak orang untuk membuat bangsa ini semakin mengarah ke arah yang lebih baik demi kepentingan masyarakat.
Pada perayaan ekaristi tersebut, dibacakan bacaan Injil di mana Yesus memanggil murid-muridnya seperti Yohanes, dua bersaudara Andreas dan Petrus, Filipus dan Natanel saat di Galilea. Apa yang bisa kita petik dari bacaan tersebut? Seperti yang diungkapkan oleh Rm. FX Baskara Tulus Wardaya, SJ bahwa dalam kisah ini Yesus ingin mengungkapkan tiga hal yang dikatakanNya, yakni “apa yang sebenarnya kamu cari”. Pertanyaan pertama yang dikatakan oleh Yesus tersebut kiranya menarik untuk kita renungkan bahwa di dalam lingkup perkuliahan USD, apa yang akan kita cari, apa yang ingin kita perjuangkan di semester yang baru ini, dan pertanyaan yang lebih penting lagi adalah apa yang kamu cari dalam hidupmu. Pertanyaan-pertanyaan tersebut tercerahkan di dalam perkataan Yesus yang kedua yaitu “Ikutlah Aku”, bahwa Dia adalah pangkal iman dan kebenaran maka dekatlah dengan Tuhan saat kamu mencari apa yang kamu cari.
Dan di perkataan Yesus yang ketiga yaitu “Engkau akan melihat yang besar” bahwa janji Tuhan selalu ada jika kita dekat dengan Tuhan. Tuhan tidak pernah ingkar janji. Dia selalu buat segalanya Indah pada waktunya. Beliau memberi contoh bahwa kalau skripsi kita tidak selesai bukan karena beban yang diberikan oleh Tuhan itu begitu berat, tetapi karena kita kurang berusaha lebih keras untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kita. Dari situ kita disadarkan supaya kita tetap selalu berpegang teguh pada janjiNya untuk tetap mau bekerja keras, selalu dekat dengan Yesus, dan nantinya kita akan mampu melihat hal-hal yang besar. (FXAP)

  kembali