USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

PENTINGNYA MEDIA MEMBANGUN "BRANDING"
Catatan ASEAN Summit for State Owned Enterprises and Media (ASSOEM) di Batam

diupdate: 12 tahun yang lalu


Universitas Sanata Dharma termasuk salah satu universitas yang diundang menghadiri Forum ASEAN Summit for State Owned Enterprises and Media (ASSOEM) di Batam, Kepulauan Riau, 6 Februari 2015. Seperti diketahui, ASSOEM 2015 diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat. Forum yang diketuai Dahlan Iskan itu mengambil tema “The Future of ASEAN in Global Economic Community”. Acara yang dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla itu berlangsung di Ballroom Hotel Harris, Batam Center.
“Forum ini bertujuan membuka ruang komunikasi dan interaksi social di antara praktisi korporasi, praktisi public relation, dan praktisi media dalam kegiatan bersama,” demikian dikatakan Dahlan Iskan dalam acara tersebut. Membahas salah satu tema, “Riding the Social Media to Achieve a Good Reputation,” forum ini menegaskan pentingnya korporasi memanfaatkan berbagai sarana sosial media untuk membangun reputasinya. Peran sosial media sangat besar dalam membangun ‘branding’, demikian salah satu kesimpulan penting dari forum ini.
Jusuf Kalla: Rahasia Memenangkan Persaingan
Kehadiran Wakil Presiden Jusuf Kalla membuat suasana benar-benar hangat, khususnya dengan dua buah pantun yang disiapkannya di dalam pesawat ketika terbang menuju Pulau Batam. “Ke sungai mencari ikan, ke gunung mencari dahan. Ke Batam enak mencari makan, kalau berita cari di koran'," kata Kalla disambut tawa para hadirin. Setelah melantunkan pantunnya yang pertama, Kalla terdiam sambil tersenyum sejenak. Ia pun  kembali berpantun. “Hati-hati menyeberang sungai, bila salah hanyut ke laut. Hati-hati membuat berita, bila salah harus diralat," kata Kalla.
Dalam sambuatnnya, Jusuf Kalla menekankan pentingnya semua media untuk saling beriringan membangun perekonomian bangsa. "Media berkembang seimbang dengan kemajuan atau mengembangkan bangsa ini. Begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, kita harapkan media saling mendukung satu sama lain dengan dunia usaha dan masyarakat," katanya.
Jusuf Kalla  meyakini bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara di kawasan Asia Tenggara lainnya dalam komunitas negara-negara ASEAN ataupun terkait mulai berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 ini. Kiat atau rahasia memenangkan persaingan itu adalah: lebih baik, lebih cepat, lebih murah. "Semua persaingan punya tiga aspek yaitu lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah. Yang memenangkan persaingan adalah yang dapat memproduksi barang lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah," katanya.
Menurut JK, produksi barang yang dihasilkan pabrik di Indonesia lebih berkualitas dibandingkan negara-negara di ASEAN lainnnya. Pasar Indonesia juga termasuk terbesar dengan jumlah penduduk 250 juta. Sehingga, otomatis pasti tenaga kerja juga lebih murah. Namun, akhirnya JK mengatakan bahwa negara yang akan memenangkan persaingan adalah yang menghasilkan produk berkualitas dengan cepat dan harga murah.
Jusuf Kalla menilai, kesepakatan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berlaku akhir tahun ini membuka peluang sekaligus menjadi tantangan bagi Indonesia. Selain bekerja sama dengan negara-negara lain untuk membangun perekonomian kawasan ASEAN, Indonesia harus bersaing dalam perdagangan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN. (y2t)

  kembali