Sepuluh mahasiswa menjadi perwakilan Universitas Sanata Dharma (USD) untuk mengikuti program cultural exchange yaitu Konkuk Winter Program. Program pertukaran budaya ini diadakan tiap tahun oleh Universitas Sanata Dharma bekerja sama dengan Konkuk University Glocal Campus. Konkuk University terletak di sebuah desa yang damai yaitu Chungju Korea Selatan. Ini adalah tahun ketiga Konkuk Program dilaksanakan. Pada awal tahun 2015 ini, Konkuk Winter Program akan diikuti oleh para mahasiswa dari Indonesia, Kamboja, dan Korea.
Di dalam Konkuk winter program, mahasiswa USD akan diperkenalkan dengan berbagai kebudayaan korea. Mereka akan diajak terlibat aktif mengikuti berbagai kegiatan di sana seperti belajar memasak ala korea, belajar huruf hangeul, dan berkunjung ke tempat-tempat wisata serta tempat bersejarah. Mereka yang mendapatkan kesempatan menjadi perwakilan USD adalah Rosalind (Sastra Inggris 2011), Chatarine Agnestia Situmorang (Akuntansi 2011), Sabina Wulung Rarasati (Psikologi 2012), Ruth Dewi Santana (Psikologi 2011), Anak Agung Ayu Taragita Putri (Psikologi 2011), Jessica Dhoria Arywibowo (Psikologi 2012), Theresia Wira Harjanah (Psikologi 2013), Sabina Handayani Tambun (Farmasi 2011), Metta Maurila (Farmasi 2011), dan Veronica Noviatri Indraswari (Pendidikan Bahasa Inggris 2012).
Program pertukaran budaya ini diselenggarakan oleh USD bertujuan untuk saling memperkenalkan kebudayaan negara masing-masing sehingga kita mampu menghargai sebuah kebudayaan. Kesepuluh mahasiswa yang kini telah menjadi tim yang solid, terbang menuju Korea pada tanggal 18 Januari 2015 ditemani dan dibimbing oleh seorang dosen dari Sastra Inggris yaitu Maria Ananta Tri Suryandari, S.S., M.Ed. Mereka akan tinggal selama dua minggu sembari menjelajah keindahan-keindahan Korea selama musim dingin. Kali ini Konkuk Program dilaksanakan bertepatan dengan musim dingin di Korea yang suhunya berkisar minus 5-10 derajat celsius sehingga para mahasiswa perwakilan USD mempersiapkan pakaian hangat untuk melindungi diri dari dingin. Suatu keberuntungan dan tantangan tersendiri bagi tim Konkuk Program untuk berangkat pada saat musim dingin karena mereka harus menyesuaikan diri dengan angin dan salju di sana. Tim yang terdiri dari sepuluh mahasiswa ini juga berlatih tarian poco-poco yang merupakan salah satu warisan kebudayaan Indonesia untuk ditampilkan di depan teman-teman mahasiswa dari Kamboja dan Korea. Mereka juga akan mengenakan pakaian batik kebanggaan Indonesia sebagai wujud kecintaan mereka terhadap Indonesia. Melalui program ini, para mahasiswa diajak untuk lebih mencintai dan merasa bangga akan Indonesia, dan bangga pula menampilkan kebudayaan Indonesia ke luar negeri. (VNI)




