USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Korean Exhibition Day di Lembaga Bahasa USD

diupdate: 19 tahun yang lalu

"Budaya Korea itu dinamis dan juga aktif. Itu pengaruh budaya kami yang kuat." demikianlah yang dikatakan oleh Soh Dae Yong yang merupakan instruktur bahasa Korea pada program Kursus Bahasa dan Budaya Korea (Korean Language and Culture Course) di Lembaga Bahasa USD. Hal tersebut disampaikannya pada acara Korean Exhibition Day yang diselenggarakan pada hari Kamis, 5 Juni 2008, di kompleks LPPM, kampus 2 Mrican USD, Yogyakarta. Disebutkan lebih lanjut bahwa kedinamisan dan keaktifan dalam budaya Korea dikarenakan pengaruh sejarah budaya dari bangsa Korea sendiri. Soh Dae Yong menjelaskan kedinamisan dan keaktifan yang dimiliki oleh bangsa Korea dipengaruhi oleh geografinya. Tidak bisa dipungkiri bahwa negara gingseng ini tidak memiliki luas wilayah yang besar, dibandingkan dengan negara Cina, Jepang,dan juga negara- negara lain yang mengelilingi Korea Selatan. Keterbatasan negara yang bersama Jepang pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002 ini adalah menyangkut iklim alam yang ada. "Kalau di Indonesia, sebuah biji akan tumbuh langsung ditanah dimanapun ia ada, tapi di Korea tidak. Di Korea, hanya ada satu kali panen besar." ujarnya. Namun demikian segala keterbatasan yang ada justru memicu kreativitas dan ketangguhan rakyat Korea. "Kami harus aktif, kalau tidak negara bisa diserang, dijajah." Ia kemudian memaparkan bahwa nilai budaya Korea itulah yang ingin diperkenalkan dalam acara yang diselenggarakan setiap tahunnya tersebut. "Mengajar budaya di kelas itu sangat terbatas, sedangkan belajar budaya itu penting." ujar pria yang juga pernah mengajar di UII (Universitas Islam Indonesia) dan juga UKRIM tersebut. Ia juga menekankan bahwa pembelajaran bahasa erat kaitannya dengan budaya negara yang bersangkutan. " Dunia ini sudah terbuka. Menjadi global. Setiap tahunnya TKI yang ke Korsel ada 30 ribu. Tapi tidak ada masalah." Ia kemudian membandingkan fenomena permasalahan yang sering dihadapi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia, Arab Saudi, dan juga beberapa negara lainnya. Begitu banyaknya masalah yang timbul, seperti kasus penganiayaan, terjadi karena mereka tidak memahami budaya dan etika yang ada di negara tempat mereka bekerja. Pentingya keterbukaan kemudian menjadi hal yang disorot oleh pria Korea yang memiliki nama Jawa, Sutoyo tersebut. Keterbukaan yang dimaksud berhubungan dengan kemauan untuk membuka hati dan bertukar pikiran secara komunikatif. Filosofi budaya Korea seperti itulah yang hendak ditunjukan melalui kegiatan open class ini. Maka dari itu, dalam acara yang berlangsung meriah tapi sederhana ini, para pengunjung yang sebagian besar adalah mahasiswa USD ini dapat menikmati serta mempelajari berbagai macam bentuk budaya, dari makanan sampai pakaian tradisional. Kegiatan-kegiatan yang diadakan antara lain; Cooking Demo, perkenalan Korean Arts & Lifetsyles, pemutaran Korean Music Video & Korean Films, Korean Books Exhibition, dan juga presentasi tentang Korean National Flag serta pakaian nasionalnya. Pada sesi Cooking Demo, Song Kyu Hee, yang merupakan istri dari Soh Dae Yong, memperlihatkan keahliannya memasak masakan khas Korea, Jap Chae. Tampak semua pengunjung bersemangat dan antusias mengikuti jalannya acara. Antusiasme semacam inilah yang juga diharapkan oleh Dr. Retno Mulyani, selaku Ketua Lembaga Bahasa USD yang menjadi penyelenggara acara tersebut. Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan tujuan dan harapannya agar para pengunjung dapat lebih memahami kebudayaan Korea. (baca: Cross Cultural Understanding) dan, lewat acara ini, akan semakin banyak kalangan mahasiswa, siswa/i SMU yang sederajat, dan juga masyarakat umum. "Bahasa merupakan satuan pendukung, terutama dalam mendukung visi dan misi Lembaga Bahasa serta Universitas. Maka dari itu, program bahasa harus dikembangkan." Secara lebih mendalam, ia juga menambahkan perlunya program bahasa-bahasa asing, seperti bahasa Korea, untuk jurusan- jurusan yang berkepentingan, misalnya bidang ekonomi. Sehingga, diharapkan mahasiswa USD memperoleh skil bahasa yang luas dan dapat mendukung karir mereka di masa depan. Dan, USD mendapat kehormatan karena memiliki orang asing yang sangat peduli dan dedikatif terhadap pengembangan kemampuan bahasa, seperti Soh Dae Yong dan juga istrinya Song Kyu Hee. Mereka tidak henti-hentinya mendorong bangsa Indonesia untuk berkembang menjadi masyarakat yang dinamis dan optimis. (Bunga)

  kembali