Pemain teater berjalan dari kota ke kota guna mencari uang dengan mengadakan pertunjukan. Suatu ketika mereka tiba di persimpangan jalan untuk menentukan ke mana mereka akan pergi. Rasa lelah melanda para pemain teater tersebut, sampai-sampai wiski yang mereka jadikan sumber kebahagiaan turut habis. Mereka memutuskan untuk beristirahat di persimpangan itu. Salah satu dari mereka (comedian) berusaha menghibur kawan-kawannya dengan harapan dapat menularkan secercah harapan dan kebahagiaan di tengah keterbatasan yang sedang dialami. Tanpa basa basi, comedian menunjukkan sebuah botol wiski yang sengaja dia simpan kepada keenam teman-temannya. Wajah yang semula lesu dan tak ada harapan sontak berubah menjadi riang dan penuh harap dengan adanya sebotol wiski yang dibawa oleh comedian, berharap wiski tersebut dapat menjadi sumber kebahagiaan lagi bagi mereka. Lantas mereka membentuk sebuah lingkaran dengan bergandengan tangan satu dengan yang lain dan mereka mulai bernyanyi dan menari. Suatu ketika, saat mereka sedang asyik menyanyi dan menyari, mereka melihat selembar uang dolar di tengah-tengah lingkaran yang mereka buat. Melihat selembar uang dolar tersebut, sontak membuat mereka kalut, satu per satu berusaha untuk mengambil selembar uang dolar tersebut dan mengakuinya sebagai hak milik. Seolah-olah uang menjadi hal yang agung di antara mereka saat itu.
Cerita tersebut menjadi salah satu dari 6 drama komedi yang dipertunjukkan dengan apik oleh mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma (PBI USD), dalam sebuah pertunjukan drama komedi bertajuk English Comedy Night yang digelar pada hari Sabtu, 29 November 2014. Drama komedi yang merupakan manifestasi dari tugas akhir mata kuliah Play Perform ini dipertunjukkan di Auditorium IFI-LIP (Lembaga Indonesia Perancis) di Jalan Sagan Nomor 13 Yogyakarta yang diikuti oleh 95 mahasiswa program studi PBI USD.
Dikutip dari program book yang dibagikan, Play Performance merupakan mata kuliah wajib bagi setiap mahasiswa program studi PBI USD dan telah menjadi salah satu tradisi yang kuat dalam program studi ini sebagai sebuah integrasi dari subjek untuk khalayak umum di luar Universitas Sanata Dharma. Pementasan kali ini mahasiswa dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris berusaha menyuguhkan tampilan yang berbeda dari pertunjukan play perform yang sudah-sudah. Kali ini komedi yang menjadi suasana dari pementasan ini.
Pertunjukan kali ini dibagi menjadi tiga sesi dengan penampilan yang berbeda-beda. Sesi yang pertama dilaksanakan pukul 15.30-17.10 dengan mempertunjukkan Helena’s Husband dan Forbidden Fruit, disusul sesi ke dua pukul 17.30-19.05 dengan judul komedi Mr. Icky dan Why Cupid Came to the Earl’ Court, dan sesi ketiga pukul 19.30-21.05 yang mempertunjukkan drama komedi berjudul A Dollar dan The Roadhouse in Arden. Dalam pertunjukan ini, mahasiswa yang mengikuti kelas Play Perform dibagi menjadi 6 kelompok dan membawakan drama komedi dengan kekhasan yang berbeda satu dengan yang lainnya.
Pertunjukan yang memakan waktu lebih kurang 6 jam ini memberikan kesan yang luar biasa. PBI USD benar-benar mengaplikasikan teori ke dalam sebuah kemasan yang ringan tetapi berkualitas. Pertunjukan ini merupakan bentuk aplikasi nyata pengembangan soft skill mahasiswa. Melalui pertunjukan ini, masing-masing mahasiswa diminta untuk dapat bekerja dalam kelompok dan pada saat yang sama pula, mahasiswa berurusan dengan pihak dari luar universitas. Dengan demikian, masing-masing individu setidaknya harus beradaptasi dengan hal-hal yang berbau profesionalitas, seperti etika kerja team, komunikasi yang efektif satu dengan yang lainnya, mandiri, mau terlibat secara aktif dan kerja keras, serta memiliki sikap positif. (nathan)




