ICCIP (In-Country Contemporary Program) adalah sebuah program untuk mengenal Indonesia lebih dalam yang diselenggarakan Kantor Kerjasama Universitas Sanata Dharma bekerjasama dengan beberapa pihak. Program yang berlangsung selama tiga kali Sabtu (18 Oktober, 1 November, dan 8 November 2014) tersebut diikuti oleh peserta dari tiga negara yaitu Indonesia, Belanda, dan Jepang. Pada setiap pertemuan, kegiatan dibagi menjadi dua yaitu kuliah singkat sebagai pengantar dan observasi lapangan. Topik yang dibahas pada setiap pertemuan berbeda-beda yaitu agama, budaya, dan ekonomi.
Pada tanggal 18 Oktober 2014, agama menjadi topik pembuka program ini. Dengan Dr. Y.B. Heru Prakosa, S.J. sebagai pemateri, para peserta belajar mengenai kehidupan beragama di Indonesia. Tidak hanya agama legal, tetapi keyakinan-keyakinan tradisional yang ada di Indonesia juga menjadi materi pada hari itu. Selesai dengan kuliah singkat, para peserta diajak mengunjungi Pesantren Pandanaran di Jalan Kaliurang untuk melihat kehidupan para santri di sana. Tempat tujuan berikutnya adalah Gua Maria Ganjuran. Mengakhiri kegiatan pada hari pertama, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk melakukan refleksi.
Pada tanggal 1 November 2014, tema yang diangkat adalah budaya, khususnya wayang. Menghadirkan Bapak Drs. Y.B. Adimasana, M.A. sebagai ahli dalam bidang wayang, para peserta dikenalkan dengan berbagai jenis wayang, tata cara pertunjukan wayang dan cara membuat wayang. Melengkapi rangkaian acara pada hari itu, para peserta mengunjungi Museum Wayang Kekayon dan rumah salah satu Dalang. Ditemani suasana pedesaan yang ramah, para peserta disuguhi pertunjukan wayang singkat dengan cerita Ramayana. Sebagai penutup kegiatan pada hari itu, refleksi dalam kelompok kecil kembali dilakukan.
Pada 8 November 2014, ekonomi diangkat sebagai topik penutup. Dr. Titus Odong Kusumajati, M.A., sebagai seorang ahli dalam ekonomi memberikan gambaran umum perekonomian di Indonesia. Melanjutkan kegiatan pada hari itu, para peserta dibawa ke pasar tradisional, perkebunan salak, dan penambangan batu. Rangkaian kegiatan pada hari itu diakhiri dengan refleksi.
Mengakhiri seluruh rangkaian ICCIP 2014, pada tanggal 17 November 2014, diadakan acara penutupan yang dihadiri seluruh peserta serta beberapa tamu undangan, dan Rektor USD Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. Pada acara penutupan tersebut, dipamerkan pula foto-foto yang merupakan bentuk refleksi para peserta selama program ICCIP. “ICCIP memberikan saya kesempatan mengenal Indonesia lebih dalam. Saya sangat terkesan dengan sikap saling menghargai antar umat beragama di Indonesia. Semua orang punya tempat di sini.” ungkap Merel van Dongen. Acara penutupan yang diawali dengan kata sambutan dari Henny Herawati S.Pd., M.Hum. ditutup dengan acara makan malam bersama. Penutupan ICCIP 2014 menjadi penanda bahwa akan ada ICCIP 2015 dan seterusnya. (LLY)




