USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Sastra Inggris USD Ikuti Konferensi Nasional di Malang

diupdate: 16 tahun yang lalu


Hari Sabtu, 12 Juni 2010, tiga orang perwakilan Sastra Inggris USD mengikuti NACOLLIT (National Conference on Literature and Language Teaching) di Universitas Ma Chung, Malang, Jawa Timur. Ketiga perwakilan tersebut adalah Harris H. Setiajid, M.Hum, Simon Arsa Manggala (mahasiswa angkatan 2007), dan Winda Adeputri Djohar (mahasiswa angkatan 2008).

Konferensi yang diikuti sekitar 30 dosen dari berbagai universitas di Indonesia tersebut mengambil tema pengajaran bahasa dan sastra. Tujuan dari seminar tersebut adalah untuk berbagi ilmu dalam bidang pengajaran, khususnya pengajaran bahasa dan sastra.

Seminar secara resmi dibuka pada pukul 08.30 oleh Leenawaty Limantara, Ph.D., Rektor Universitas Ma Chung, di Theater Room Universitas Ma Chung. Selanjutnya sesi pleno pertama dibawakan oleh A. Effendi Kadarisman, Ph. D. dengan judul presentasi “Literary Performance: Unrevealing Hidden Potentials of Poetic Language” di ruang yang sama. Setelah presentasi dan coffee break, acara inti dimulai. Diskusi pararel dilakukan bersamaan di 5 ruang kelas yang berbeda dan setiap sesi presentasi diberi waktu 40 menit. Acara berlangsung dalam 6 sesi dengan jeda makan siang setelah sesi ketiga. Setelah semua presentasi selesai, semua peserta seminar kembali ke Theater Room untuk mengikuti sesi pleno kedua oleh Prof. E. Sadtono yang berjudul “ The Sufferings of A Non-native Speaker: Vocabulary”. Acara ditutup oleh Prof. Drs. Handiyo Kartawinata, M. A., Ph. D., Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Ma Chung.

Harris, Simon, dan Winda mempresentasikan makalah mereka yang berjudul “Portfolio and Self-Assessment in Translation Class” pada sesi pertama. Makalah tersebut merupakan salah satu metode pengajaran, yang diterapkan dalam mata kuliah Translation I. Presentasi ini mendapatkan sambutan baik dari peserta. Salah seorang dosen dari Universitas Negeri Surabaya mengapresiasi presentasi yang dilakukan Simon dan Winda karena hanya mereka yang berstatus mahasiswa dalam presentasi tersebut. Peserta lainnya bergelar Master atau Doktor. Menurutnya, dengan cara demikian mahasiswa selain dapat meningkatkan kemampuan akademik, juga bisa berlatih melakukan presentasi di depan audiens yang lebih luas.

Ketika ditanya bagaimana kesan mengikuti seminar ini, Winda menjawab, “Dari acara ini, saya mendapat pengalaman berharga untuk menjadi penyaji makalah dengan peserta umum, tidak hanya presentasi di kampus dengan peserta teman-teman sendiri”. (WA)

  kembali