Menanggapi tentang kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 dalam dunia pendidikan, Universitas Sanata Dharma (USD) pada tanggal 22 November 2014 menggelar seminar dengan tema "Inovasi Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum 2013" di Student Hall Kampus 1 USD Mrican. Seminar ini terselenggara berkat kerjasama antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USD, dan Rektorat.
Seminar yang dimulai pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB ini dihadiri oleh para guru dari berbagai sekolah, para dosen USD, serta beberapa mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma. Dalam pelaksanaannya, seminar ini mengundang dua pembicara yaitu Dr. Yohanes Harsoyo dan Dr. C. Teguh Dalyono, M.S. (masing-masing Doktor dari Program Studi Pendidikan Ekonomi USD).
Dalam sambutan pembukaan seminar ini, Drs. Aufridus Atmadi, M.Si. selaku Wakil Rektor II USD mengungkapkan bahwa acara Sanata Dharma Berbagi ini merupakan bentuk penyadaran atas eksistensi diri untuk apa Sanata Dharma dilahirkan. Dari acara ini, Sanata Dharma diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk membentuk masyarakat yang bermartabat, cerdas dan humanis, salah satunya dalam bidang pendidikan.
Sebagai pembicara pertama, Dr. Yohanes Harsoyo menyampaikan makalah yang berjudul “Adopsi TIK dalam Pembelajaran”. Beliau berharap TIK dapat dijadikan sebagai inovasi baru dalam pembelajaran kurikulum 2013. Karena kita menyadari bahwa generasi yang kita dampingi adalah generasi yang akrab dengan teknologi salah satunya adalah TIK. Namun kebanyakan dari mereka menggunakan teknologi hanya untuk komunikasi dan hiburan, tetapi sebenarnya dengan teknologi mereka mempunyai kesempatan baru untuk belajar secara terbuka. Memang TIK menimbulkan pro dan kontra pada banyak kalangan karena teknologi ini mempunyai efek negatif dan efek positif bagi generasi baru yang mulai akrab pada teknologi tersebut. Menyikapi efek negatif dan efek positif dari teknologi khususnya TIK, Dr. Yohanes Harsoyo mengatakan bahwa kita harus menjadi generasi yang otonom dalam TIK, karena jika tidak mempunyai jiwa yang otonom, nantinya kita akan mudah terbawa arus. Maka penting bagi kita untuk bersikap arif dan bijaksana dalam menggunakan teknologi tersebut dengan memakai teknologi sesuai dengan kebutuhan.
Selanjutnya Dr. C. Teguh Dalyono, M.S. sebagai pembicara kedua menyampaikan makalah yang berjudul “Melacak Gagasan di balik Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013”. Kita sudah banyak mendengar proses pembelajaran pada kurikulum 2013 antara lain adalah; mengamati (Observing), menanya (Questioning), mengumpulkan informasi/ mencoba (Experimenting), menalar (Associating), dan mengkomunikasikan (Communicating), atau dapat dilanjutkan dengan mencipta (Creating). Ternyata ada cerita di balik gagasan proses pembelajaran kurikulum 2013 ini. Pendekatan saintifik yang terdiri dari 5M tersebut lahir dari gagasan Dyer dan kawan-kawan dalam sebuah buku karyanya tentang kreativitas atau inovasi yang berjudul “The Innovators DNA-Mastering the Five Skills of Disruptive Innovators”. Dalam bukunya itu Dyer dan kawan-kawan mengidentifikasi dan menjelaskan lima keahlian penemuan (discovery skills) lewat sebuah study induktif. Menurut mereka lima keahlian tersebut; melakukan asosiasi (associating), bertanya (questioning), mengamati (observing), membangun jejaring (networking), dan melakukan percobaan (experimenting), merupakan kunci untuk membangun ide-ide baru agar semua orang dapat menguasainya untuk meningkatan kemampuan mereka menjadi pemikir inovatif.
Dalam seminar ini kita diajak untuk membuat inovasi baru dalam pembelajaran di kelas agar anak-anak di dalam kelas menjadi lebih aktif dan mandiri. Kita juga diajak untuk menggunakan teknologi secara bijaksana, karena segala sesuatu di dunia ini hanya sebagai sarana, jadi bagaimana menggunakan sarana itu sesuai tujuan agar tidak disalahgunakan. (There)




