Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur BEMF Psikologi Masa Jabatan 2014-2015
“Be a Leader is a Choice to Make a Change”
Panitia KPU 2014 mengadakan serangkaian kegiatan dari tanggal 25 Agustus-5 November 2014 dengan tema besar “Be a Leader is a Choice to Make a Change”. Berbagai rangkaian acara ini dibuat dalam rangka pemilihan gubernur dan wakil gubernur BEMF Psikologi untuk masa jabatan 2014-2015.
Kegiatan ini dimulai tanggal 25 Agustus dengan penyebaran angket kepada mahasiswa angkatan 2012-2014. Panitia Komisi Pemilihan Umum membuat angket ini untuk mengetahui seperti apa kriteria pemimpin yang diharapkan oleh warga Psikologi untuk memimpin satu tahun ke depan. Hasil angket ini kemudian nantinya akan digunakan untuk syarat jalur independen, bahan pertimbangan dalam mengusulkan nama bakal calon, serta materi untuk melakukan wawancara bakal calon. Setiap kelas diambil sample sebanyak 20 orang untuk mengisi angket, tetapi khusus untuk angkatan 2014, diambil sample sebanyak 25 orang. Total keseluruhan yang mengisi angket adalah 260 orang. Hasil dari angket ini adalah 7 kriteria pemimpin yang diharapkan psikologi: Jujur, bertanggungjawab, mendengarkan, komunikatif, bijaksana, tegas, merakyat
Kemudian, Panitia KPU tahun ini melanjutkan sistem baru KPU tahun lalu yaitu pembukaan jalur independen bagi mahasiswa yang ingin mencalonkan diri sendiri menjadi calon gubernur. Kegiatan ini dibuka dari tanggal 27 Agustus-17 September 2014. Panitia Komisi Pemilihan Umum tahun ini, memberikan beberapa syarat untuk bisa mendaftarkan diri. Syaratnya adalah tujuh kriteria hasil angket, CV, mahasiswa aktif, IPK minimal 2,8, pernah megikuti organisasi atau kepanitian di dalam atau di luar fakultas psikologi. Pendaftar bisa mengirimkan berkas-berkas yang diminta ke alamat email kpupsychology.usd@gmail.com, agar lebih terjamin kerahasiaannya. Tetapi, pada akhirnya, tidak ada yang mengikuti jalur independen ini. Hal ini terjadi mungkin karena adanya krisis kepemimpinan dan privasi yang masih diragukan.
Kegiatan kami berikutnya adalah screening. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 15-17 September 2014. Ini adalah jalur kedua untuk menentukan calon Gubernur dan Koordinator DPMF. Dengan cara (1) Panitia Komisi Pemilihan Umum akan masuk ke dalam kelas angkatan 2012-2014, (2) membagikan dua kertas dengan warna yang berbeda, untuk nama bakal calon gubernur dan bakal calon koordinator DPMF. Hasil yang didapatkan adalah 5 nama bakal calon koordinator DPMF dan 13 nama bakal calon Gubernur BEMF. Namun, belum ada ketentuan screening tentang kriteria atau syarat pencalonan nama. Selain itu, Perhitungan hasil screening ini tidak dihadiri dan tidak diketahui oleh wakaprodi Psikologi yang mengakibatkan munculnya isu nepotisme. Kemudian, masuknya beberapa nama panitia KPU dalam jajaran nama bakal calon juga sempat menjadi pro dan kontra, baik di dalam maupun di luar panitia KPU. Hal ini akhirnya, menyebabkan terjadinya pencopotan pengumuman nama bakal calon akibat adanya intervensi beberapa pihak.
Setelah ditentukan beberapa nama Bakal Calon Gubernur BEMF, kemudian diteruskan dengan pertemuan bakal calon gubernur BEMF pada tanggal 24 September dan 1 Oktober 2014. Pertemuan ini diadakan dua kali, karena ada beberapa bakal calon yang tidak bisa hadir pada pertemuan pertama yang sudah ditentukan. Pertemuan ini diadakan untuk menyampaikan rencana kegiatan Komisi Pemilihan Umum kepada bacalon Gubernur. Agenda KPU yang disampaikan, yaitu dari awal (penyebaran angket) sampai akhir (pelantikan), dan terutama kegiatan terdekat yang merupakan kerjasama BEMF periode yang sedang menjabat dengan Panitia KPU, yaitu LKTM (Latihan Kepemimpinan Tingkat Menengah). Selain itu, pertemuan ini diadakan untuk membuka kesempatan bagi para bakal calon untuk bertanya dan memberikan evaluasi secara langsung pada Panitia Komisi Pemilihan Umum terkait agenda KPU yang telah dan akan dilakukan.
Kegiatan ini berlanjut dengan Latihan Kepemimpinan Tingkat menengah yang diakan tanggal4-5 Oktober 2014 di Wisma Yakkes. LKTM ini sebenarnya adalah kegiatan yang dibuat oleh BEMF Psikologi sebagai wadah belajar tentang kepemimpinan, mengenal dan mempelajari struktur organisasi yang ada di Psikologi, dan juga birokrasi tingkat Universitas bagi para bakal calon Gubernur dan Koordinator DPMF, UK/UKF, dan mahasiswa/i psikologi yang ingin mengikutinya. Meskipun LKTM secara keseluruhan merupakan tanggungjawab dari BEMF Psikologi yang sedang menjabat saat itu, ada dua sesi dalam acara LKTM yang diadakan atas kerjasama BEMF Psikologi dan Panitia KPU, yaitu sesi workshop materi kepemimpinan dan malam refleksi. Dalam workshop materi kepemimpinan, narasumber yang diundang terdiri dari empat orang, yaitu Y. Heri Widodo, M. Psi, beliau adalah dosen Fakultas Psikologi yang sedang melanjutkan studi S3. Dua orang narasumber yang berasal dari luar lingkungan Universitas Sanata Dharma, yaitu Eureka Consultant dan narasumber terakhir, yaitu Romo Buddy Haryadi, S. J. Sementara itu, pada malam refleksi, para bakal calon dihadapkan pada situasi-situasi yang ada saat ini di Fakultas Psikologi. Diharapkan dari refleksi ini, mereka bisa memahami bagaimana kondisi yang ada dan memikirkan cara menyikapinya. Namun, pada kegiatan ini, tidak semua bakal calon hadir untuk mengikutinya karena beberapa alasan.
Setelah para bakal calon dibekali banyak hal di LKTM, pada tanggal 7 Oktober diadakanlah wawancara guna menyeleksi lagi para bakal calon menjadi para calon gubernur. Wawancara diadakan di Ruang Konseling, Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma. Waktu yang diberikan pada setiap bakal calon untuk wawancara adalah 10 - 15 menit. Adapun interviewer dalam wawancara ini adalah Gubernur BEMF 2013-2014, perwakilan konseptor, ketua dan wakil KPU. Berdasarkan hasil diskusi pewawancara, didapatkan empat nama calon Gubernur BEMF 2014-2015. Awalnya pengumuman nama calon gubernur diagendakan akan diumumkan pada 8 Oktober 2014, tetapi karena sulitnya muncul satu suara sama dari semua interviewer yang ada maka pengumuman nama calon pun ditunda hingga 9 Oktober 2014. Hal ini pun akhirnya berdampak pada singkatnya waktu pencarian pasangan wakil gubernur oleh calon gubernur dan pembuatan visi dan misi oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, yaitu hanya 3 x 24 jam. Selain itu, saat kampanye ke kelas-kelas dan pemilihan umum, hanya ada dua nama kandidat calon Gubernur. Hal ini terjadi karena salah satu calon kandidat mengundurkan diri sebelum debat terbuka dan salah satu lainnya mengundurkan diri saat debat terbuka.
Setelah didapatkan nama-nama para calon gubernur, maka kegiatan berikutnya adalah foto Calon Gubernur dan Wakil Gubernur serta penentuan nomor urut pasangan calon pada tanggal 11 Oktober 2014. Namun, sesi ini hanya dihadiri oleh tiga calon gubernur dan dua di antara calon gubernur masih belum mendapatkan pasangan wakil gubernur saat itu. Sesi foto ini dilakukan agar panitia KPU dapat membuat profil dan poster bagi keempat calon pasangan gubernur dan wakil gubernur. Sementara itu, pengundian nomor urut pasangan dilakukan sebelum debat terbuka dimulai, yaitu pada 14 Oktober 2014. Pengundian nomor urut dipandu oleh divisi acara KPU Psikologi, disaksikan oleh Ketua KPU Psikologi, dan dilakukan langsung oleh tiga pasangan calon yang ada. Setelah pengumuman dan setelah dua calon gubernur menemukan wakilnya, mereka masing-masing ditugaskan untuk membuat visi dan misi serta profil diri mereka. Kemudian mereka difoto untuk dipasang di poster. Selain itu, pada hari itu, mereka diminta untuk mengambil nomor urut mereka.
Debat terbuka dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2014 untuk memperkenalkan para calon Gubernur dan Wakilnya secara mendalam, mengetahui kemampuan mereka, dan membantu warga Psikologi untuk menentukan pilihannya nanti. Acara ini diadakan hanya sekali, dikarenakan waktu yang terbatas. Ada tiga calon pasangan gubernur dan wakil gubernur yang mengikuti debat ini. Pada kegiatan debat ini, mereka mendapat kesempatan untuk mempromosikan diri, menyampaikan visi misinya, serta menjawab pertanyaan dari moderator dan dari warga psikologi yang hadir dalam debat terbuka. Partisipasi mahasiswa tahun ini dapat dikatakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pada debat ini tidak ada pengisi acara dikarenakan waktu yang tidak memungkinkan. Terakhir, terjadi peristiwa pengunduran diri dari salah satu calon gubernur saat debat terbuka berlangsung. Hal ini cukup menarik perhatian warga Psikologi.
Debat Terbuka kemudian dilanjutkan dengan kampanye di kelas-kelas pada tanggal 15-17 Oktober 2014. Kampanye kelas bertujuan untuk memberi kesempatan pada calon pasangan untuk mempromosikan diri kepada warga Psikologi. Sistem yang digunakan bukan terbuka, tetapi perkelas, dikarenakan untuk efisiensi waktu, dana, dan materi. Namun, ada beberapa kelas yang tidak mendapatkan kesempatan mendengarkan visi-misi calon gubernur akibat kendala waktu dan jadwal perkuliahan. Berikut adalah jadwal kampanye yang terlaksana di kelas-kelas.
- Rabu, 15 Oktober 2014, Kelas E semester 1, 09.30
- Kamis, 16 Oktober 2014, Kelas A semester 1, 09.30
- Jumat, 17 Oktober 2014, Kelas A semester 3, 14.30
Setelah Debat dan Kampanye berakhir, akhirnya tibalah saat untuk pemilihan umum. Pemilihan Umum diadakan pada tanggal 27-29 Oktober 2014 dan diadakan di kelas-kelas (untuk mahasiswa 2012-2014) Cara memilihnya dengan mencentang pada bagian kolom pasangan yang hendak di pilih. Setelah itu pemilih diminta untuk absen dan mencelupkan jari kelingking ke dalam tinta sebagai tanda bahwa sudah memilih. Bagi pemilih yang belum melakukan pemilihan bisa memilih pada stand KPU yang telah di sediakan di kbt. Dosen, karyawan, dan mahasiswa aktif di luar 2012-2014 juga melakukan pemilihan di stand tersebut dengan mengikuti proses yang sama seperti dikelas.
Perhitungan suara hasil pemilu dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2014. Perhitungan ini dihadiri perwakilan-perwakilan kelas, para calon gubernur dan wakilnya, panitia, DPMF, dan BEMF sebagai saksi perhitungan. Hasil perhitungannya sebagai berikut:
2014 : No. Urut 1: 120, No. Urut 2: 46, tidak sah: 5
2013 : No. Urut 1: 109, No. Urut 2: 17, tidak sah: 6
2012 : No. Urut 1: 57 , No. Urut 2: 61 , tidak sah: 2
2011 : No. Urut 1: 14, No. Urut 2: 7, tidak sah: 2
TPS : No. Urut 1: 90 , No. Urut 2: 45, tidak sah: 8
Total No urut 1: 390. No. Urut 2: 176. Tidak Sah: 23
Total seluruhnya 589
Hasil akhir pemilu ini mendapatkan hasil yaitu kemenangan pasangan nomor urut satu dengan total pemilih 390 orang. Selisih antara dua pasangan ini adalah 214 orang.
Dan rangkaian kegiatan Komisi Pemilihan Umum 2014 ini diakhiri oleh Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur beserta anggota-anggota BEMF 2014-2015 pada tanggal 5 November 2014. Dalam acara ini diadakan sumpah bagi seluruh anggota DPMF dan BEMF yang baru saja terpilih serta adanya penandatanganan serah terima jabatan dari DPMF dan BEMF yang lama. Hal tersebut menandakan dimulainya masa jabatan mereka. Acara berlangsung lancar dan tertib walaupun ada keterlambatan waktu dimulainya acara. Acara ini dihadiri perwakilan kelas, DPMF-BEMF 2013/2014, dosen –dosen Psikologi, dan perwakilan BEMU-DPMU Universitas Sanata Dharma.




