USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Fakultas Farmasi USD Kirim Delegasi dalam Ajang ACCP

diupdate: 12 tahun yang lalu


Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma kembali menunjukan kontribusinya di kancah internasional. Kali ini, 4 mahasiswa Farmasi, yaitu: I Putu Yuda Pratama, Christiana Putri Mahardika, Pande Made Desy Ratna Sari, Lisania Ines bersama dua orang dosen Fakultas Farmasi, yaitu: Aris Widayati, M.Si., Apt., PhD dan Dr. Sri Hartati Yuliani, M.Si., Apt., ikut serta dalam kegiatan ACCP (Asian Conference on Clinical Pharmacy). Kegiatan tersebut diadakan di Kuala Terengganu, Malaysia pada tanggal 31 Oktober – 3 November 2014. Acara yang berlangsung di negeri jiran itu, mengangkat tema “Improving Patient and Medication Safety: The Blooming Opportunity for Pharmacists through Innovative Services and Research”.
Peserta yang terlibat dalam ajang tahunan tersebut berjumlah sekitar 300 orang yang berasal dari 10 negara, antara lain: Indonesia, Malaysia, China, Thailand, Jepang, Singapura, Filipina, Korea, dan Hongkong. Agenda utama yang dilakukan selama kegiatan itu berlangsung, yaitu: Plenary speakers, Oral Presentation, dan Poster Presentation.  Delegasi dari Fakultas Farmasi USD melakuan presentasi terkait judul penelitian yang telah mereka lakukan. Ada lima judul penelitian yang dipresentasikan secara Oral Presentation, dan satu dalam bentuk Poster Presentation.  Adapun kelima judul Oral Presentation itu adalah Study of Drug Interactions of Hypertensive Prescribing in Outpatient (I Putu Yuda Pratama), Study of Drug Interaction of Tuberculosis Prescribing in Outpatient (Christiana Putri Mahardika), Study of Drug Interaction of Type II Diabetes Mellitus Prescribing in Outpatient (Pande Made Desi Ratna Sari), Patiens’ views on extemporaneous Prescription (Lisania Ines), dan Views of Hospital and Community Pharmacist about Extemporaneous Prescribing (Aris Widayati, M.Si., Apt., PhD). Sedangkan judul untuk Poster Presentation, yatiu: Perspective of Pharmacists who Work in Pharmaceutical Industries Regarding Extemporaneous Dispensing (Sri Hartati Yuliani, M.Si.,Apt).
ACCP merupakan pertemuan Komunitas Farmasi klinis yang sudah diadakan lebih dari 10 tahun. Gagasan awalnya muncul dari para Pharmacist di Asia. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk saling berbagi (sharing) ide dan pengalaman, utamanya tentang penerapan konsep farmasi klinis. Pertemuan prestisius ini diadakan setiap tahun di negara yang berbeda di kawasan ASEAN. Tahun 2015, ACCP akan diselenggarakan di Bangkok, Thailand.
Berikut adalah kutipan pengalaman salah satu mahasiswa sebagai peserta dalam ACCP conference tersebut. “Awalnya, saya hanya ingin mengikuti kegiatan konferensinya saja. Tapi, saya diajak untuk memasukan abstrak skripsi untuk Oral dan Poster Presentation. Saya tidak menyangka bahwa naskah itu bisa diterima. Biasanya yang mengajukan abstrak penelitian itu adalah mereka yang sudah lulus program S1, S2, dan S3. Kegiatan itu sangat berkesan. Selain menambah ilmu, kita juga menjalin relasi dengan berbagai negara.” ungkap Christiana Putri Mahardika. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang farmasi klinis. “Soalnya kalau di kelas informasi yang di dapat sangat terbatas. Ikut dalam ACCP kemarin semakin menambah pemahaman tentang Farmasi Klinis tidak hanya di Indonesia tetapi Asia juga” tuturnya. (LIV)

  kembali