Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Universitas Sanata Dharma (USD) pada hari Selasa 4 November 2014, mengadakan Seminar dan Diskusi Terbatas di Ruang Drost Gedung Utama Kampus III USD Paingan. Acara ini bertema “Peningkatan Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) bagi Peningkatan Kualitas Berbangsa dan Bernegara: Sumbangan Gagasan Prodi Teknik Informatika/Ilmu Komputer/Sistem Informasi Perguruan Tinggi DIY bagi Pemerintah Pusat dan Daerah”.
“Teknik Informatika merupakan bidang yang diyakini memiliki peluang serta telah terbukti mempunyai daya picu yang luar biasa untuk menggerakkan suatu perubahan” hal tersebut diutarakan Ibu Paulina Heruningsih Prima Rosa atau yang akrab disapa dengan Bu Rosa yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma pada saat menyampaikan sambutan.
Seminar dan Diskusi terbatas ini dibagi ke dalam 3 sesi dan menampilkan pembicara dari dalam dan luar lingkup Universitas Sanata Dharma. Untuk sesi pertama menghadirkan pembicara yang di antaranya Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D (Universitas Islam Indonesia) mengusung topik bahasan “Inisiatif e-Government yang Berdampak: Sistem Informasi Ugahari atau Infrastruktur Informasi?”; Eka Surya Prihantoro, S.Si., M.Kom. (Pemerintah Kabupaten Sleman) mengusung topik bahasan “Integrasi Tata Kelola Pemerintahan”; Tlau Sakti Santosa, S.S., M.Hum (Kepala Bidang Dalitbang Bappeda Bantul) mengusung topik “Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Informasi Di Pemerintah Kabupaten Bantul”; drh. Stephanus Sri Budoyo (Kepala PDT Pemerintah Kabupaten Bantul) mengusung topik bahasan “Bantul Menuju Cyber City”; dan Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc. Ph.D. (Universitas Sanata Dharma) yang mengusung topik bahasan mengenai “Understanding E-Leadership From Actor Network Theory Perspective”.
Kemudian pada sesi kedua menampilkan 3 pembicara. Pembicara pertama merupakan Perwakilan dari Microsoft Indonesia Obert Hoseanto, S.Si., S.Kom., M.Pd dengan topik bahasan “Teknologi untuk Transformasi Bangsa”; dilanjutkan pembicara kedua yakni Budi Susanto, S.Kom., M.T dari Universitas Kristen Duta Wacana dengan topik bahasan “Pembangunan Open Knowledge dalam Bidang Kebudayaan yang Terbuka dan Partisipatif”; dan pembicara ketiga yakni H.J. Haris Sriwindono, M.Kom. dari Universitas Sanata Dharma yang mengusung topik bahasan “Quo Vadis e-Gov di Indonesia?”.
Setelah istirahat untuk makan siang dan ishoma, dilanjutkan dengan sesi yang ketiga dengan menampilkan 3 pembicara juga, yakni Teguh Bharata Adji, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D. dari Universitas Gajah Mada yang mengusung topik bahasan “Integrasi Sistem Pendidikan (Sistem Pendukung Keputusan Tenaga Pendidik, Siswa, dan Sekolaj.Pendidikan Tinggi)” kemudian disambung dengan pembahasan dari Bambang Soelistijanto, Ph.D. dari Universitas Sanata Dharma dengan topik bahasan “Jaringan Komunikasi pada Penanganan Bencana atau Keadaan Darurat”, dan pembicara ketiga yakni Dr. Reza Pulungan dari Ketua Aptikom Wilayah DIY dengan topik bahasan “Diseminasi dan Kerjasama Riset di Luar Sistem Informasi”.
Dalam acara ini, para peserta juga melakukan seminar dan diskusi secara virtual dengan Prof. Richardus Eko Indrajit, MBA. Ph.D. dari Aptikom Pusat yang berhalangan hadir karena ada Sarasehan di DIKTI Jakarta. Beliau menyampaikan beberapa pertanyaan refleksi tentang e-Government dan membahasnya dalam seminar yang dihadiri juga oleh beberapa mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Sanata Dharma dan perwakilan dari lembaga pemerintah dan lembaga bisnis lainnya.
Hal-hal yang dihasilkan dari Seminar dan Diskusi Terbatas ini dirumuskan menjadi suatu gagasan strategis peningkatan pemanfaatan teknologi informasi melalui peningkatan kerjasama tripe helix antara pemerintah, lembaga bisnis, dan akademis untuk mendorong peningkatan kualitas berbangsa dan bernegara yang kemudian rangkuman gagasan akan ditulis ulang dan dipublikasikan di media masa mitra serta diberikan kepada Presiden Indonesia terpilih, Kemendikbud, dan Kepala Daerah di Propinsi DIY. (P)




