Brief dalam bahasa Indonesia berarti singkat dan jelas. Berbeda dengan teknik konseling sebelumnya yang lebih berorientasi pada pendalaman masalah, brief counselling lebih berorientasi pada solusi yang diambil oleh konseli. Brief counselling merupakan sekumpulan teknik yang mampu menghubungkan pikiran konseli dengan perasaan yang saat ini dihadapinya sehingga ia mampu menemukan suatu jawaban atas permasalahannya dengan memperhitungkan kapabilitas dirinya terhadap berbagai kemungkinan yang mampu menghambat dirinya.
Program Studi Bimbingan dan Konseling melakukan serangkaian kegiatan yang disebut BK BERBAGI. Salah satu kegiatan BK BERBAGI adalah brief counselling, acara brief counsellingdikemas dalam bentuk Workshop Brief Counselling bagi guru-guru BK se- Kota Yogyakarta. Workshop brief counselling yang dilaksanakan oleh Prodi BK USD bertempat di ruang AVA SMPN 15 Kota Yogyakarta. Acara workshop brief counselling tersebut dihadiri oleh guru-guru BK SMP dari seluruh sekolah menengah pertama, baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta. Workshop brief counselling ini dikuti oleh 48 guru-guru BK se- Kota Yogyakarta.
Acara workshop brief counselling diberikan oleh Drs. R. Budi Sarwono, M. A Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling Univeritas Sanata Dharma. Disesi pertama workshop brief counselling ini, para peserta diberikan penjabaran dan penjelasan mengenai apa itu brief counselling. Secara lebih mendalam bapak Drs. R. Budi Sarwono, M. A menjelaskan ciri khas dan perbedaan teknik konseling yang lain dengan brief counselling. Pada sesi pertama ini peserta workshop brief counselling mendengarkan penjelasan mengenai brief counselling dengan antusias karena baru pertama kali ini para peserta mendapat penjelasan mengenai apa brief counselling.
Para peserta mengaku dapat menarik manfaat dari penjelasan mengenai brief counselling. Salah satu peserta workshop brief counselling yang mengaku dapat menarik manfaat adalah Bapak Rohmad. Bapak Rohmad adalah guru BK dari SMP Muhamadiyah 1 Kota Yogyakarta, beliau menuturkan “Saya begitu senang mengikuti acara workshop brief counselling kali ini, dan kedepannya nanti saya akan mengimplementasikan apa yang sudah saya dapatkan pada acara workshop brief counselling kepada murid-murid saya”.
Setelah diberi pemaparan dan penjelasan mengenai brief counselling, sesi selanjutnya adalah praktik brief counselling. Dibantu 2 mahasiswi dari Prodi BK USD, Bapak Drs. R. Budi Sarwono, M. A melakukan simulasi praktik brief counselling. Kedua mahasiswi tersebut berperan sebagai konselor dan konseli. Dengan berperan sebagai konselor dan konseli, kedua mahasiswi tersebut melaksanakan praktik brief counselling. Tujuan dari praktik brief counselling adalah agar para peserta workshop brief counselling semakin memahami dan mengerti mengenai brief counselling dan bisa menerapkan dalam membimbing para siswa- siswinya yang ada disekolah.




