USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Global Leadership Program 2014: Building Inclusive Society Through Social Entrepreneurship

diupdate: 12 tahun yang lalu


Universitas Sanata Dharma mengikuti kegiatan Global Leadership Program (GLP), yang pada tahun 2014 ini Universitas Ateneo de Manila menjadi tuan rumah GLP tahun ketujuh. GLP adalah sebuah program tahunan yang diselenggarakan oleh AJCU (Association of Jesuit Colleges and Universities) dan diikuti oleh lima universitas yang juga merupakan wakil dari lima negara di kawasan Asia Pasifik, yaitu Sophia University (Jepang), Sogang University (Korea Selatan), Fu Jen University (Taiwan), Ateneo de Manila University (Filipina) dan Universitas Sanata Dharma (Indonesia).
Untuk mengikuti kegiatan GLP 2014 ini Universitas Sanata Dharma mengirimkan keenam wakilnya, yakni Billy Joregia Tarigan (Akuntansi 2010), Christiana Anindya Putri (PBI 2010), Engelbertha Maria Serviam Rahamitu (PBI 2011), Margareta Ardini Tri Pangastuti (Sastra Inggris 2010), Naftalia Indah Lukartono (Sastra Inggris 2011) dan Liliana (Sastra Inggris 2011) dan didampingi oleh Maria Ananta Tri Suryandari, S.S., M.Ed. GLP berlangsung dari tanggal 4-8 Agustus 2014.
GLP dibuka dengan presentasi dari keynote speaker, Mr. Antonio Meloto, pendiri Gawad Kalinga (Enchanted Farm), salah satu social enterprise tersukses di Filipina. Kegiatan dilanjutkan dengan university presentation dan country report  oleh para delegasi dari setiap negara.
GLP tidak hanya terfokus pada kegiatan berdiskusi dan presentasi, penyelenggara juga membekali para delegasi dengan kegiatan fieldwork sehingga para delegasi tidak hanya mengerti teori, tetapi mereka juga mendapatkan pengalaman praktek nyata. Pada hari kedua, para delegasi dibagi menjadi lima kelompok untuk mengikuti fieldwork berdasarkan subtopik yang sudah ditentukan yakni Bottom of Pyramid, Environment, Disability, Social Inclusion dan Youth empowerment. Fieldwork pertama dilaksananakan di lima social enterprise berbeda, antara lain: Botika Binhi, ACCESD, Tahanang Walang Hagdanan, PJPS, dan Messy Bessy. Fieldwork kedua dilaksanakan pada hari keempat di mana seluruh delegasi dan pendamping diajak untuk mengamati bagaimana Gawad Kalinga bisa menjadi salah satu social enterprise tersukses di Filipina. Melalui dua fieldwork ini, para delegasi mendapat banyak  pengetahuan, pengalaman, dan pelajaran berharga.
Para delegasi pun dibagi dalam kegiatan diskusi dan presentasi kelompok untuk menyampaikan hasil refleksi dari setiap fieldwork. Dalam kelompok diskusi, para delegasi diberikan kesempatan untuk saling bertukar pikiran dan ide dengan delegasi dari negara lain mengenai isu global yang berkaitan dengan subtopik masing-masing. Proses diskusi ini membutuhkan pikiran yang terbuka, peka, dan kritis. Setelah kegiatan diskusi dan presentasi, tibalah waktunya bagi para delegasi untuk mempresentasikan kesenian khas negaranya dalam cultural night. Delegasi dari Universitas Sanata Dharma mengenakan pakaian adat Indonesia dan menyuguhkan tarian adat dari berbagai daerah yang telah dikompilasi.
Rangkaian kegiatan GLP selama lima hari tersebut diakhiri dengan Summary presentation dan Comments from the faculty advisor. Dalam summary presentation, para delegasi memaparkan hal yang telah mereka dapatkan ketika berdinamika selama lima hari tersebut. Salah satu pelajaran berharga yang dapat dipetik adalah para delegasi menjadi lebih sadar dan peduli terhadap permasalahan sosial yang terjadi, seperti kemiskinan. Tidak hanya sampai di situ, para delegasi juga diajarkan bagaimana merespon dan mencari jalan keluar untuk memecahkan permasalahan tersebut lewat social entrepreneurship. Seperti halnya slogan Universitas Sanata Dharma, para delegasi mendapati bahwa sebagai mahasiswa, seharusnya para delegasi dapat menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga humanis, serta berani menjadi the next leader yang magis, pekerja keras dan berkarya untuk men and women for and with other. (NI)

  kembali