Kita adalah Generasi – Y, Generasi optimistis yang gemar mengkonsumsi teknologi. Generasi yang mendamba perubahan yang meningkat, serta generasi yang selalu bertanya Y (baca: Why) akan setiap masalah yang muncul. Setidaknya bagi kita yang lahir di era 80-an dan 90-an akan sepakat dengan hal tersebut. Sebuah Topik yang menjadi salah satu bahasan menarik dalam sebuah seminar karir yang diadakan oleh Indomobil Grup bekerja sama dengan Universitas Sanata Dharma di Ruang Koendjono, pada hari Rabu, 24 September 2014.
Seminar diisi oleh Bapak Pram, yang bekerja di Indomobil Grup, divisi Learning and Development Center. Seminar diawali dengan pemutaran Video Company Profile dari Indomobil Grup. Beliau sendiri menyebut dirinya sebagai Coach yang bertugas untuk menantang anak-anak muda, para pasukan Generasi Y, untuk mengeluarkan segenap potensi dalam diri dan maju demi peningkatan karir dan kesuksesan di masa depan. Menurut beliau, setiap generasi memiliki keunikannya masing-masing. Tantangan bagi setiap perusahaan untuk mampu mengakomodasi individu di tiap generasi agar potensi sebenar-benarnya dari masing-masing individu dapat dimaksimalkan.
Sebagai seorang Generasi Y, kita adalah individu yang pertama kali merasakan pesatnya perkembangan teknologi. Kita lahir di masa di mana orang tua kita, memanjakan kita. Hal ini seringkali menyebabkan Generasi Y menjadi generasi yang terkesan pemberontak dan selalu menuntut banyak hal. Berdasarkan hal tersebut Bapak Pram berusaha untuk membuat peserta seminar menyadari posisi, sehingga para peserta dapat menempatkan diri dan mampu bersaing di dunia kerja nanti. Selain hal tersebut, Bapak Pram juga memberikan banyak tips-tips praktis tentang cara berkomunikasi yang efektif yang mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun terkesan sepele, namun apabila kita mampu mengaplikasikannya tips tersebut dengan baik dapat menjadi pembeda bahkan penentu kesuksesan kita di masa depan. Seminar tersebut juga memberikan manfaat menarik bagi teman-teman jomblo yang kebetulan hadir pada siang hari itu. Untuk mencairkan suasana, beliau memberikan strategi teknis tentang cara berkenalan dan menjalin relasi dengan lawan jenis idaman yang belum kita kenal. Beliau juga berbagi tentang cara “menancapkan” kesan positif kepada lawan bicara kita.
Seminar pada siang hari tersebut nampaknya cukup mampu membakar api semangat para pencari kerja yang mulai padam. Jadi Generasi Y, Siap menerima tantangan demi kesuksesan? (SSP)




