Minggu pagi, 14 September 2014 Bumi Perkemahan Wonogondang sudah dipenuhi dengan 3 Bus dan 3 Mobil dari Akper YKY. Para mahasiswa baru di Akademi Keperawatan Yayasan Keperawatan Yogyakarta siap untuk melakukan berbagai aktivitas dengan tujuan untuk saling mengakrabkan maba satu sama lain.
Pada kesempatan ini, tim P2TKP (Pusat Pelayanan Tes dan Konsultasi Psikologi) Universitas Sanata Dharma memfasilitasi para mahasiswa untuk dapat saling mengenal dengan cara yang menarik. Bapak C. Wijoyo Adinugroho M.Psi dan Bapak T.M. Raditya Hernawa M.Psi menjadi trainer dalam aktivitas training ini. Beberapa poin penting yang ditekankan oleh trainer selain mengakrabkan mereka sebagai mahasiswa baru, mereka diajak untuk mengembangkan diri sebagai pribadi yang dapat di percaya. Hal ini penting untuk mereka sebagai calon perawat karena profesi mereka yang di tuntut menjadi perawat yang dapat di percaya. Selain pribadi yang dapat di percaya, peserta juga diajak untuk memperhatikan keselamatan dalam mengikuti setiap aktifitas. Mahasiswa dilatih untuk memikirkan dan menjaga keselamatan sesama rekan team dalam menyelesaikan setiap tugas. Hal ini penting karena profesi mereka berkaitan dengan keselamatan jiwa manusia. Peserta juga dilatih untuk memiliki daya juang dan pantang menyerah dalam menghadapi kendala. Kemampuan ini penting mereka miliki untuk mendukung keberhasilan mereka menyelesaikan studi di Akper YKY.
Acara pengakraban maba Akper YKY dimulai dengan senam untuk merenggangkan otot-otot agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika melakukan aktivitas training. Kemudian Ibu Nuryandari SKM Mkes sebagai Direktur memberikan kata sambutan sebagai tanda dimulainya aktivitas pengakraban itu oleh P2TKP.
Melalui berbagai permainan, mahasiswa baru mendapatkan beberapa pencerahan yang dapat digunakan dalam perkuliahan nantinya. Melalui permainan trust fall, mahasiswa diajak untuk dapat menyadari bahwa dalam kehidupan ini, kita tidak mungkin tidak mempercayai orang lain. Dalam hal apapun, mempercayai orang lain dapat membuat kehidupan lebih mudah dan orang yang dipercayai merasa dihargai. Selain itu, melalui permainan trust fall ini, mahasiswa diajak juga untuk dapat menjadi orang yang dapat dipercaya, dalam hal ini trainer menekankan pada integritas diri. Seseorang akan dapat dipercaya (kredibilitas) bila orang tersebut mampu mensinkronkan antara apa yang diucapkan, dipikirkan, hati, dan perilaku yang muncul. Seluruh mahasiswa tampak antusias untuk bekerjasama menyelesaikan permaianan ini.
Poin lain yang penting adalah mengenai kerjasama dan kepercayaan diri. Serangkain alur yang harus diselesaikan peserta berupa spider web, meniti di atas kayu, dan melewati dinding setinggi 3,5 meter. Terdapat banyak dinamika yang dialami mahasiswa. Peserta harus sangat bergantung dengan peserta lainnya. Peserta yang menyadari memiliki potensi untuk membantu, bersedia membantu teman-teman lain meskipun hal tersebut berarti tenaga yang dikeluarkan akan berlipat ganda. Beberapa peserta tidak percaya diri untuk menyelesaikan permainan ini, meskipun teman-teman lain menyemangati peserta tersebut. Di sisi lain, adapula peserta yang tampaknya agak sulit untuk bisa menyelesaikan permainan tetapi tetap mau berusaha dan memperbolehkan teman-temannya menolong dirinya agar dapat menyelesaikan permainan tersebut.
Setelah makan siang, permainan dilanjutkan kembali dengan permainan hunting flag. Peserta sejumlah kurang lebih 120 orang dibagi menjadi 10 kelompok dan kemudian diikat menjadi satu dan diminta untuk mengumpulkan bendera yang mempiliki poin sesuai dengan target yang telah dibuat sebelumnya. Dalam permainan ini, peserta dituntut untuk lebih memperhatikan teman-teman yang berada satu ikatan dengan dirinya, mengutamakan keselamatan dan realistis dalam membuat target. Menjaga keamanan dan keselamatan sesama rekan tim menjadi faktor penting yang perlu diterapkan dalam kehidupan mahasiswa nantinya yang akan berprofesi sebagai perawat. Perawat diharapkan mengutamakan keselamatan pasiennya, keselamatan menjadi tujuan utama bahkan ketika perawat memiliki keinginan lain yang ingin dicapai.
Di akhir aktivitas, trainer mengajak peserta untuk berbasah-basahan yaitu dengan permainan pipa bocor. Pipa bocor ini menguji ketahanan peserta, strategi dan kerjasama peserta. Pada permainan ini, trainer mengajak peserta berefleksi kehidupan perkuliahan yang akan dijalani nantinya seperti pipa bocor. Akan ada banyak kendala yang akan dihadapi, oleh karena itu, langkah awal pertama yang paling penting adalah mengenali diri sendiri secara jelas. Ketika seseorang sudah mengenali dirinya, maka ia akan memahami dalam hal apa saja yang memungkinkan dirinya mengalami kendala. Dengan mengetahui hal tersebut, seseorang akan mampu untuk bersiap-siap menghadapi kendala-kendala tersebut.
Dengan berakhirnya permainan terakhir, maka berakhir pula aktivitas training akper YKY bersama dengan tim P2TKP USD. Training bukan hanya sekedar seberapa seru permainan tersebut tetapi tentang seberapa mungkin peserta menyadari poin pembelajaran yang didapat dari permainan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Fvd P2TKP’s team




