Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma (FST USD) mengadakan kegiatan rutin setiap tahunnya, yaitu LCC (Lomba Cerdas Cermat) Matematika tingkat SMA se Yogyakarta-Jateng dan Kuliah Umum Matemacinta. Kedua kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua hari, Sabtu-Minggu 20-21 September 2014. LCC diselenggarakan pada hari Sabtu-Minggu, 20-21 September 2014, sementara itu Kuliah Umum Matemacinta diselenggarakan pada hari Minggu, 21 September 2014 di Kampus III USD Paingan.
Hari pertama, kegiatan Matematika diawali dengan Lomba Cerdas Cermat. Lomba tersebut dilaksanakan untuk memperkenalkan program studi Matematika USD. Beberapa materi LCC ini adalah aljabar, trigonometri, teori bilangan, teori probabilitas, dan statistika. Kegiatan ini terdiri dari tiga babak.Babak I dan II dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 September 2014 sedangkan babak III dilaksanakan pada hari Minggu, 21 September 2014.LCC tersebut diikuti oleh 17 sekolah. Dari 17 sekolah, dalam babak I dan II disaring lima sekolah untuk melangkah ke babak III, dari babak ini mendapatkan lima sekolah yang masuk dalam babak III, yaitu SMA PL Vanlith Muntilan, dua kelompok dari SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA Kalam Kudus Sukoharjo, dan SMA Karang Turi Semarang. LCC Matematika di hari pertama mendapat tanggapan yang baik. “Walaupun soal yang diberikan sulit, tapi dengan soal sulit itu semakin tertantang untuk belajar matematika lebih dalam.” tutur seorang peserta dari salah satu SMA setelah mengikuti lomba pada babak I dan II.
Hari kedua, dibagi dalam dua acara yaitu Kuliah Umum Matemacinta dan LCC untuk babak III. Acara pertama Kuliah Umum Matemacinta bertemakan The Beauty of Mathematics Application dibuka oleh Ratna Indah Anitasarilulusan program studi Akuntansi selaku moderator. Kuliah Umum Matemacinta dilaksanakan untuk memperkenalkan kekhasan Matematika sehingga dapat memberikan wawasan yang lebih luas mengenai peran matematika dalam bidang seni. Kuliah umum ini diberikan oleh analis ekonomi PT Danareksa (Persero) lulusan S1 Matematika dari ITB, yaitu Bapak Yun Hariadi.
Sesi pertama dijelaskan oleh Yun Hariadi mengenai keindahan matematika dalam seni dan teknologi. Konsep seni bisa dengan sengaja bahkan tanpa sengaja menggunakan abstraksi matematika, seperti pada batik Fractal. “Batik itu sendiri merupakan hasil interaksi antarmanusia dengan lingkungannya.” papar Yun Hariadi. Sedangkan Fractal merupakan konsep matematika yang membahas kesamaan/perulangan pola pada semua skala yang berbeda-beda atas suatu obyek. Dengan demikian, batik Fractal dapat diartikan hasil interaksi antarmanusia dengan lingkungannya menggunakan konsep matematika. Tanpa disadari, keberadaan Fractal ada di mana-mana, yaitu di alam, budaya kuno (tidak sengaja), dan teknologi (sengaja). Fractal yang berada di alam/lingkungan seperti bunga matahari dan aliran sungai. Sedangkan pada budaya kuno, secara tidak sengaja Fractal dapat dilihat dari komplek perumahan di daerah Afrika. Sementara pada teknologi, Fractal secara sengaja terlihat pada kompresi gambar dan sering digunakan untuk mendeteksi ketaknormalan dalam sistem tubuh kita seperti mendeteksi adanya tumor. Pada contoh-contoh tersebut terdapat perulangan pola dari skala besar ke skala kecil. Batik Fractal juga sudah digunakan dalam statistik, yaitu untuk menggambarkan naik turunnya harga saham pada BEI (Bursa Efek Indonesia). Dengan semakin majunya perkembangan teknologi, muncul software yang dapat membantu menciptakan desain batik Fractal yang memiliki variasi desain yang tak berhingga, yaitu jBatik. jBatik merupakan software desain batik Fractal yang berbeda dengan software desain grafis pada umumnya, seperti CorelDRAW. Pada jBatik, pengguna tidak mempunyai wewenang penuh untuk membuat desain grafisnya terhadap software tersebut. Dalam hal ini, yang mempunyai wewenang penuh adalah algoritma program jBatik itu sendiri. Sofware ini juga tak lepas dari konsep matematika di dalamnya. Konsep tersebut terlihat dalam algoritma program yang ada. Dengan adanya software inilah desain batik Fractal dapat meraih penghargaan dari UNESCO.
Sesi kedua dibuka untuk tanya jawab dari peserta kuliah umum. Dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dapat dirangkum bahwa dengan adanya software jBatik tidak akan menghilangkan budaya Indonesia. Hal ini dikarenakan software tersebut diciptakan justru untuk membantu memperkenalkan batik Fractal secara lebih praktis. Selain itu, jBatik juga mempunyai keunggulan yang dapat menggambarkan batik dengan dimensi lebih dari tiga dan dapat memberikan tak terbatas alternatif motif batik. Sesi kedua ini mengakhiri Kuliah Umum Matemacinta yang ditutup oleh Yun Hariadi dengan menuturkan bahwa memungkinkan adanya penelitian mengenai Fractal untuk tenun Fractal.
Acara kedua dilanjutkan dengan LCC untuk babak III. Dalam babak III ini diikuti oleh lima sekolah yang sudah disaring dari dua babak sebelumnya.Babak III yang terdiri dari dua sesi, yaitu sesi cepat tepat dan sesi lelang soal menghasilkan tiga pemenang dari kelima sekolah yang sudah tersaring. Pemenang yang diperoleh dari babak III adalah Juara I SMA Kalam Kudus Sukoharjo, Juara II SMA Karang Turi Semarang, dan Juara III SMA Taruna Nusantara Magelang kelompok I.
Kegiatan matematika pada hari kedua diakhiri dengan adanya tanggapan-tanggapan dari para peserta LCC mengenai lomba yang diselenggarakan dan pembagian trophy kepada pemenang. LCC ini mendapat tanggapan yang baik dari sekolah-sekolah yang mengikutinya. Beberapa tanggapan positif tersebut diungkapkan oleh salah satu peserta Juara I dari SMA Kalam Kudus Sukoharjo bahwa belajar matematika itu sebaiknya dengan banyak latihan, karena dengan banyak latihan akan membentuk pola pikir atau logika yang baik. Selain itu, peserta lain juga menambahkan bahwa lomba ini diharapkan tetap dilaksanakan untuk setiap tahunnya dengan soal-soal yang menantang dan beda dari LCC lainnya, yaitu sesi lelang soal pada babak III. (YAW)




