Pada tanggal 4-27 Agustus 2014, diadakan acara Service Learning Program (SLP) 2014. Kegiatan tahunan ini diadakan oleh Association of Jesuit Colleges and Universities – Asia Pacific (AJCU-AP). Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Universitas Sanata Dharma kembali mengirimkan delegasinya untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dua dari lima delegasi USD adalah Adhimulya Nugraha Putra dan Stella Vania Puspitasari dari Fakultas Psikologi angkatan 2011.
SLP 2014 diadakan oleh Xavier University – Ateneo de Cagayan di Cagayan de Oro, Philippines dengan tema “Jesuit Education in the Frontiers of Greater Societal Engagement”. Tema ini memiliki tujuan untuk mendorong para peserta agar berani berkarya di tapal batas dimana banyak orang membutuhkan bantuan.
Ada berbagai aktivitas yang disiapkan selama 25 hari tersebut. Kami, para peserta, diberi orientasi mengenai SLP itu sendiri kemudian menjalani immersion selama tiga hari tiga malam di Xavier Ecoville, tempat relokasi korban thypoon Sendong pada 2011 lalu. Kami merasakan bagaimana tinggal bersama warga di Ecoville agar nantinya bisa benar-benar membantu warga Ecoville selama masa area work. Selama immersion, kami menemukan bahwa masalah utama di Ecoville adalah minimnya air, karena tidak semua rumah memiliki saluran air sendiri. Akibatnya, sebagian besar warga harus membeli air seharga 2 peso per galon untuk memenuhi kebutuhan airnya. Hal ini menjadi beban tersendiri bagi warga Ecoville. Tiap pagi dan sore, para peserta yang tinggal di rumah tanpa saluran air mengalami membeli dan mengangkat galon-galon air. Kami sendiri sempat merasakan bagaimana rasanya setiap sore harus membeli air kemudian mengangkat air-air tersebut ke dalam rumah. Selain permasalahan air, sebenarnya masih banyak permasalahan yang secara tidak kasat mata ditemukan. Kami masih dapat melihat trauma dan luka batin dari mata para korban thypoon Sendong. Meskipun demikian, di tengah kesulitannya, warga Ecoville tetap mau berbagi dengan orang lain. Mereka menerima kami dengan sangat baik di rumah mereka, dan menganggap kami seperti bagian dari keluarga mereka sendiri.
Setelah immersion, kami disiapkan untuk menjalani area work selama tujuh hari. Pada area work ini kami memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang dapat membantu pihak Xavier Ecoville berdasarkan temuan kami selama immersion. Terdapat lima tema yang berbeda dalam area work, yakni Health, Food Security, Environment, Good Governance dan Peace. Selama area work, kami tidak hanya bekerja sendiri, namun berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama mahasiswa Xavier University, serta warga Xavier Ecoville.
Secara umum, program yang dilakukan dalam klaster Health adalah pembuatan ovitrap dan kampanye tentang anti nyamuk DBD. Program yang dilakukan dalam klaster Environment adalah pembuatan materi untuk pendidikan dan informasi kampanye manajemen sampah padat. Program yang dilakukan dalam klaster Food Security adalah urban gardening dan vermiculture. Salah satu yang bentuk kegiatan yang mereka lakukan adalah pembuatan tower gardening memanfaatkan botol-botol bekas agar pemanfaatan ruang menjadi lebh efisien juga memberikan tempat bercocok tanam.
Peserta terbanyak adalah klaster Good Governance dengan program pengembangan organisasi pemuda yang dilakukan dengan cara melakukan youth profilling dan pembuatan kebijakan untuk mengatasi isu-isu yang asa di tengah-tengah pemuda. Awalnya mereka melakukan pendataan terhadap pemuda berusia 18-35 tahun di Ecoville. Mereka juga memberikan seminar serta dialog bersama para pemuda Ecoville untuk memahami permasalahan yang berkembang di tengah pemuda Ecoville. Mereka menemukan beberapa masalah utama yang dialami oleh para pemuda Ecoville, dan membantu para pemuda Ecoville untuk membuat resolusi yang akan diberikan kepada pemerintah setempat. Kemudian, para peserta dalam klaster Good Governance ini mempresentasikan hasil temuan mereka bersama resolusi yang dibuat bersama para pemuda Ecoville kepada Pemerintah Lokal desa Lumbia (Disebut: Barangay Lumbia). Kerjasama dalam program ini melibatkan Xavier Youth Club yang merupakan organisasi pemuda di Xavier Ecoville, serta Oro Youth Development Council yang juga merupakan organisasi pemuda di kota Cagayan de Oro.
Sedangkan para peserta yang tergabung dalam klaster Peace memiliki program pembentukan nilai dan tutorial untuk anak-anak. Awalnya mereka bekerja sama dengan Robogals, sebuah komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan dan anak-anak dalam kegiatan mekanikal, untuk hal pembentukan nilai, serta bekerja sama dengan mahasiswa Jurusan Pendidikan dari Xavier University untuk tutorial. Namun karena kurang merasakan esensi “service learning”, maka para peserta dalam klaster Peace meminta untuk membuat program sendiri dan akhirnya diizinkan oleh panitia. Kemudian pada peserta dalam klaster Peace membuat program pembentukan nilai untuk anak-anak yang disampaikan dalam tiga sesi, dengan tiga materi yang berbeda, yakni soal sanitasi, berbagi dan kedamaian itu sendiri. Secara




