USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Menjadikan Yogyakarta sebagai Komunitas "Learning Society"

diupdate: 19 tahun yang lalu

Yogyakarta pernah mendapat julukan kota pendidikan karena banyaknya perguruan tinggi yang ada di kota ini. Tetapi ketika kota-kota lain juga ditumbuhi banyaknya lembaga pendidikan tinggi, masihkah Yogyakarta berhak menyandang predikat kota itu? Demikian pertanyaan yang diajukan oleh Dr. G. Budi Subanar SJ dalam orasi Dies Natalis Sanata Dharma ke-52 di Kampus Paingan (22/12). Sebenarnya masih ada kemungkinan lain untuk memaknai kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan dengan cara berbeda, yaitu dengan menemukan di mana dan bagaimana roh pendidikan itu berada, demikian pernyataan staf pengajar Ilmu Religi dan Budaya itu. Bagaimana menemukan roh pendidikan itu? Menurut Budi Subanar roh pendidikan itu bisa ditemukan dengan cara menempatkan Yogyakarta sebagai komunitas pendidikan, atau dalam kerangka berpikir yang lebih luas adalah menghidupkan masyarakat pendidikan. "Menghidupkannya dengan cara menjadikan Yogyakarta sebagai learning community, yaitu sebuah metode pembelajaran yang mampu menjawab kebekuan proses pembelajaran di perguruan tinggi dalam menghadapi situasi yang terus berkembang. Tujuan baru dirumuskan berdasar pada pandangan tentang pendidikan dan tentang manusia. Pencapaiannya metode ini adalah dengan pembaruan pada pelaku, pola interaksi, dan mekanisme kerja. Sedangkan learning society, Budi Subanar merujuk pada pelibatan semua warga di seluruh Yogyakarta dalam berbagai ranah kehidupan dengan berbagai dinamika dan pembaharuannya. Dengan demikian pihak yang terlibat pun diperluas, mencakup berbagai komponen masyarakat yang ada di Yogyakarta, tambahnya. "Tempat-tempat yang dipakaipun tidak terbatas di dalam ruang kelas, tetapi juga ruang-ruang sosial, dan sarana yang digunakan juga harus meliputi berbagai ekspresi", kata Budi Subanar. Roh pendidikan di kota ini dapat ditemukan jika pendidikan mampu membangun hidup bersama sebagai masyarkat yang saling terhubungkan dalam mennanggapi situasi yang berubah dan menggerakkannya untuk terlibat bersama dalam berbagai ranah kehidupan. (Tti)

  kembali