Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Sanata Dharma (USD) pada hari Kamis, 17-18 September 2014 menyelenggarakan Seminar Nasional Riset Teknologi Terapan IV (Ritektra IV) di Ruang Koendjono, Gedung Pusat Kampus 2 USD Mrican. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama empat Universitas yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia yaitu Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Universitas Atmajaya Jakarta, Universitas Atmajaya Yogyakarta, dan Universitas Sanata Dharma.
Tema Seminar yang diangkat pada Ritektra IV ini adalah “Rekayasa dan Inovasi Teknologi untuk Peningkatan Kualitas Hidup Bangsa”. Seminar Nasional ini diikuti oleh berbagai akademisi, peneliti, praktisi professional, pemangku kepentingan ataupun pengambil keputusan dari berbagai Universitas, ada 20 Universitas yang terlibat, baik sebagai speaker maupun peserta, Industri, dan wakil Pemerintahan yang ada di Indonesia (MenDikTi) dan mancanegara (wakil dari Korea). Tujuan adanya seminar ini adalah berbagi pengalaman dan penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan, rekayasa, dan teknologi terapan; kedua, mendorong terjalinnya interaksi dan tumbuhnya jaringan komunikasi kerjasama dan kemitraan, baik antara Universitas, Pemerintah, Industri, dan masyarakat, guna menghasilkan rekayasa dan inovasi teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing Nasional; ketiga, memberikan kontribusi kepada masyarakat terkait dengan rekayasa dan inovasi teknologi untuk peningkatan kualitas hidup bangsa.
Rektor USD, Drs. Johanes Eka Priyatma, M.sc, Ph.D mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Ritektra yang dilaksanakan di Universitas Atmajaya Yogyakarta dengan peningkatan keterlibatan peserta dari berbagai penjuru daerah di Indonesia, seperti Kupang, NTT, Pontianak, dan Biak. Universitas secara khusus Fakultas Sains dan Teknologi memberi dukungan penuh di dalam kegiatan ini. “Salah satu visi-misi Fakultas Sains dan Teknologi adalah teknologi untuk pembangunan, maka bagaimana menunjang teknologi yang berguna bagi masyarakat dengan inovasinya yang memperdayakan masyarakat dan tidak menimbulkan ketergantungan. Oleh sebab itu, nada dasarnya bukan soal teknologi sudah maju atau belum, melainkan bagaimana mampu berperan di dalam masyarakat. Harapannya, seminar ini dapat meningkatkan reputasi USD secara khusus FST sendiri dan memacu kita untuk lebih produktif, percaya diri, dan mempunyai jaringan di dalam berbagi informasi.” tandasnya.
Dr. Cyprianus Kuntoro Adi, SJ, MA, M.Sc selaku Ketua Umum di dalam pelaksanaan Ritektra IV ini mengungkapkan bahwa dirasakan adanya perubahan paradigm ekonomi berbasis daya ke ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy). Dalam paradigm ini, kekuatan suatu masyarakat diukur dari kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai faktor pengganti modal, lahan, dan energy untuk peningkatan daya saing ekonomi. Hal ini dijelaskan lebih lanjut Indeks Pencapaian Teknologi untuk mengukur perkembangan teknologi, penciptaan teknologi baru dan peningkatan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM). Maka tujuan utama diadakannya seminar ini adalah partisipasi teknologi, bagaimana kita bisa berpartisipasi. “Dengan seminar ini, kita sama-sama meningkatkan partisipasi teknologi. Dan pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) diharapkan memberi sumbangan terhadap kesejahteraan dan peradaban bangsa.” demikian tandasnya.
Prof. Dr. Jeong Jing Ai, dosen dari Sogang University, mengungkapkan bahwa kebijakan Pemerintah di dalam peningkatan teknologi dan energi berperan penting. Pemerintah menjadi garis depan di dalam pergerakan pendayagunaan teknologi, terkhusus di Korea Selatan, Pemerintah sangat men-support. Selain itu muncul keprihatinan bahwa peran Perguruan Tinggi atau akademisi secara khusus hanya menjadi wacana karena keterbatasan baik dalam soal dana maupun sosialisasi. Kiranya, kerjasama antara akademisi dan Pemerintah dapat dioptimalkan sehingga peran peningkatan teknologi tidak menjadi inisiatif personal tetapi dapat terkoordinasi secara cepat dan tepat. (FXAP)




