Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma (FST USD) bekerja sama dengan Institut Matematika Universitas Koblenz Jerman memberikan kuliah umum untuk para mahasiswa program studi Matematika FST USD. Kuliah umum yang bertajuk Studium Generale on Mathematics and Its Applications ini dilaksanakan pada hari Senin, 8 September 2014 bertempat di Ruang Multimedia, Gedung Utama Kampus 3 USD Paingan.
Kuliah umum ini dilaksanakan untuk memperkenalkan perkembangan matematika terapan di Jerman kepada para mahasiswa sehingga mereka memiliki wawasan yang lebih luas akan pentingnya peran matematika dalam menyelesaikan berbagai
masalah real di kehidupan sehari-hari. Acara tersebut dibuka oleh Hartono, Ph.D selaku Ketua Program Studi Matematika yang juga salah satu alumni Jerman. Kuliah umum ini diberikan oleh Prof. Dr. Thomas Goetz dan Prof. Dr. Stefan Ruzika dari Institut Matematika Universitas Klobenz dan diikuti para mahasiswa lintas angkatan dari program studi Matematika FST USD.
Pada sesi pertama yang dimoderatori oleh Dr. rer. nat. Herry Pribawanto Suryawan, yang juga salah satu alumni Jerman, Prof. Goetz menguraikan tentang pentingnya pemodelan matematika untuk mencari penyelesaian masalah yang berasal dari kehidupan sehari-hari. Dijelaskannya pula bahwa matematikawan terlebih dahulu harus memahami permasalahan yang akan diselesaikan dengan melakukan komunikasi dengan pihak/industri yang mengajukan masalah. Permasalahan yang ada kemudian dimodelkan secara matematis melalui persamaan matematika dan diselesaikan lewat simulasi dengan komputer. Dengan demikian, biaya untuk penyelesaian masalah akan menjadi sangat murah. Selanjutnya hasil/penyelesaian yang didapat harus diterjemahkan kembali dalam bahasa yang dimengerti oleh pihak yang mengajukan masalah untuk dapat dikonfirmasi kebenarannya. Apabila penyelesaian yang didapat masih dirasa kurang tepat, maka langkah pemodelan di atas diulang dengan menggunakan model yang lebih baik. Dalam sesi tersebut, beberapa contoh model matematika dalam kehidupan nyata dipresentasikan, seperti bagaimana mendaki gunung dengan cara yang paling efisien dan optimal, bagaimana cara memarkirkan kendaraan dan menentukan cara untuk dapat mengairi/menyirami kebun secara optimal.
Untuk contoh kasus menentukan jalur pendakian gunung yang paling optimal yaitu yang menghabiskan energi seminimal mungkin, Prof. Goetz menggunakan 3 pendekatan yaitu dengan teori Kontrol Optimal, metode Heuristik, dan teori Graf. Masing-masing pendekatan dijelaskan kelebihan dan kekurangannya. Topografi gunung dapat diperoleh dari internet dengan menggunakan Google Maps atau dari gambar yang diambil oleh satelit NASA (National Aeronautics and Space Admiration). Sesi kuliah umum kemudian dilanjutkan dengan contoh aplikasi matematika dalam dunia otomotif. Jerman yang terkenal sebagai negara penghasil mobil berkualitas menerapkan serta mengaplikasikan matematika dalam berbagai hal di dunia otomotif. Salah satunya adalah dalam sistem perparkiran. Model matematika yang dikembangkan dapat memperhitungkan posisi, jarak, dan laju mobil sehingga dapat ditentukan persamaan geraknya. Atas dasar model matematika tersebut dapat dihasilkan sistem kendali yang memungkinkan mobil untuk dapat parkir secara otomatis. Dalam contoh terakhir, Prof. Goetz menguraikan model matematika yang dapat digunakan untuk menentukan banyak sprinkler yang dibutuhkan untuk dapat menyirami kebun sehingga penggunaan airnya paling hemat.
Dalam sesi kedua yang dimoderatori oleh Sudi Mungkasi, Ph.D, Prof. Dr. Stefan Ruzika memaparkan Multicriteria Optimization and Its Applications. Di sesi ini, Prof. Ruzika menjelaskan metode terbaru yang mereka kembangkan dalam menyelesaikan masalah optimisasi. Ditunjukkan olehnya bahwa penggunaan metode vektorisasi untuk menyelesaikan masalah optimasi dengan banyak criteria lebih unggul dalam hal waktu komputasi dibandingkan dengan metode skalarisasi.
Sesi terakhir Studium Generale diisi dengan 2 hal. Pertama adalah informasi mengenai pembukaan program Master degree dalam bidang matematika di Universitas Koblenz yaitu “Mathematical Modelling of Complex System” mulai Oktober 2015. Program ini adalah program yang seluruh perkuliahannya dilakukan dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat dilihat di http://www.uni-koblenz-landau.de/koblenz/fb3/mathe/studium/mmcs. Dalam kesempatan ini Prof. Goetz dan Prof. Ruzika mengundang para mahasiswa matematika Indonesia untuk melanjutkan studi ke sana. Diuraikan pula keuntungan studi di Jerman dibandingkan dengan negara lain yaitu selain mendapatkan pendidikan yang berkualitas internasioal, biaya studipun sangat murah karena tidak ada tuition fee. Jadi biaya yang perlu disediakan hanya biaya hidup selama belajar di sana. Hal kedua yang disampaikan dalam sesi terakhir ini adalah sharing pengalaman belajar dan hidup di Jerman oleh Karunia Putra Wijaya, M.Si, mahasiswa strata tiga Universitas Koblenz yang berasal dari Indonesia. Putra Wijaya merupakan salah seorang penerima beasiswa dari pemerintah Indonesia yang melanjutkan studi ke Jerman di Institut Matematika, Universitas Koblenz. Selain itu penjelasan mengenai beragam beasiswa dan sharing alumni Jerman juga mewarnai sesi terakhir.
Kunjungan singkat para perwakilan dari Institut Matematika Universitas Koblenz kemudian diakhiri dengan pertemuan dan diskusi dengan Wakil Rektor IV USD bidang kerja sama dan hubungan internasional, T. Sarkim, Ph.D dan Dekan FST USD Paulina Heruningsih Prima Rosa, M.Sc. Dalam pertemuan tersebut dijajaki berbagai kemungkinan kerja sama antara Universitas Sanata Dharma dan Universitas Koblenz dalam berbagai bidang. Kedua pihak kemudian bersepakat untuk membuat Memorandum of Agreement yang kemudian akan ditindaklanjuti dalam kegiatan kerja sama konkrit seperti pertukaran mahasiswa dan dosen serta kerja sama penelitian. (J, AA, & YGH)




