USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

SANATA DHARMA BERBAGI:
"Pendidikan Seksual Anak di Masa Sekolah Awal"

diupdate: 12 tahun yang lalu


Bertajuk “Sanata Dharma Berbagi”, Universitas Sanata Dharma mengadakan seminar dengan tema “Pendidikan Seksual Anak di Masa Sekolah Awal” pada Senin, 8 September 2014. Seminar yang dimulai pada pukul 09.30 WIB ini diadakan di Ruang Drost, Kampus III Universitas Sanata Dharma, Paingan, Yogyakarta. Sesuai dengan tajuk yang diusung, seminar kali ini dibawakan dengan model talkshow interaktif agar semua yang hadir di dalam seminar dapat saling berbagi ilmu dan pengalaman, baik pembicara maupun peserta.
Berangkat dari keprihatinan Universitas Sanata Dharma atas banyaknya kasus-kasus kekerasan seksual pada anak, terutama yang terjadi di instansi pendidikan maka tema “Pendidikan Seksual Anak di Masa Sekolah Awal” pun dipilih dan dianggap penting untuk dibahas. “Perkara seksualitas anak adalah sebuah perkara yang penuh misteri.” demikian kutipan kata sambutan yang disampaikan oleh Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma. Oleh karena itu, dengan adanya seminar ini maka diharapkan, baik para calon pendidik maupun pendidik dapat membantu masyarakat mengambil sikap yang tepat terhadap isu-isu seksualitas yang ada saat ini.
Tidak hanya pendidik dan mahasiswa Universitas Sanata Dharma, para guru TK maupun SD dari sekolah-sekolah di Yogyakarta dan sekitarnya juga turut hadir dalam seminar ini. Sementara itu, jalannya seminar dimoderatori oleh Debri Pristinella M.Si yang merupakan dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Seminar kali ini melibatkan tiga pembicara yang menyampaikan materi masing-masing di dalam dua sesi yang berbeda, sesi pertama diisi oleh pembicara pertama dan kedua, sementara sesi kedua diisi oleh pembicara ketiga. Pembicara pertama adalah Ratri Sunar Astuti, S.Psi,. M.Psi merupakan ahli psikologi dan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Pembicara kedua adalah Dr. M.M. Sri Hastuti, M.Si. merupakan ahli bimbingan dan konseling dan juga dosen di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma, dan pembicara ketiga adalah Anastasia Jayanti Wulansari, M.Psi. merupakan praktisi pendidikan seksual di sekolah.
Pada sesi pertama, pembicara pertama, Ratri Sunar Astuti, S.Psi,. M.Psi membawakan materi tentang “Pendidikan Seksual Anak di Rumah”. Beliau menyampaikan secara singkat dan jelas tentang tahap perkembangan anak dan hal-hal yang tepat dilakukan oleh orangtua untuk mengenalkan dan mengajarkan pendidikan seksual pada anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Dalam kesempatan yang sama, pembicara kedua Dr. M.M. Sri Hastuti, M.Si. membawakan materi tentang “Pendidikan Seksual Anak di TK dan SD: Sebuah Interaksi Pelayanan Bimbingan”. Sedikit berbeda, tetapi saling melengkapi, Dr. M.M Sri Hastuti M.Si lebih khusus menjelaskan tentang pelecehan dan kekerasan seksual, serta bagaimana peran guru dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Pada akhir sesi pertama, ketertarikan para peserta seminar terhadap materi yang telah disampaikan pun terlihat saat mereka dengan antusias berbagi pengalaman dan bertanya kepada dua pembicara.
Pada sesi kedua, Anastasia Jayanti Wulansari, M.Psi. membawakan materi tentang “Model Pendidikan Seksual di Sekolah”. Dengan materi yang dibawakan oleh pembicara ketiga inilah, tema seminar “Pendidikan Seksual Anak di Masa Sekolah Awal” pun menjadi semakin lengkap dan jelas. Setelah dua pembicara sebelumnya membahas tentang perkembangan anak dan peran guru, pembicara ketiga secara spesifik menjelaskan beberapa model pendampingan yang dapat diterapkan sekolah untuk mengajarkan pendidikan seksual pada anak. Setelah itu, diskusi sesi kedua pun dimulai, baik pembicara dan peserta seminar sama-sama membuat jalannya diskusi menjadi hidup dengan antusiasme yang tak kalah dengan diskusi sesi pertama. (Agn)

  kembali