“Don't stop me now. I'm having such a good time. Don't stop me now. I'm having a ball. If you wanna have a good time. Just give me a call.” demikianlah sepenggal lirik lagu “Don’t Stop Me Now” yang dipersembahkan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Cantus Firmus Universitas Sanata Dharma (USD). Pada hari Jumat, tanggal 5 September 2014, PSM Cantus Firmus USD menggelar konser menuju Pentas Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) di ruang Drost, Kampus III USD Paingan.
Konser yang diadakan oleh dan bersama seluruh anggota PSM Cantus Firmus ini mengangkat tema Don’t Stop Me Now sesuai dengan judul lagu yang dinyanyikan oleh PSM Cantus Firmus di dalam konser tersebut. Konser yang diadakan pada pukul 19.15 WIB hingga pukul 21.45 WIB ini dihadiri oleh para civitas academica dan alumni USD, para tamu undangan, beberapa anggota PSM UKDW, dan berbagai sekolah di Yogyakarta seperti SMA De Britto, SMA Stella Duce 1 dan SMA Stella Duce 2. PSM Cantus Firmus USD yang tampil dalam konser tersebut terdiri dari 30 mahasiswa USD dari berbagai program studi di USD dan akan mewakili USD dalam Pesparawi Mahasiswa Nasional XIII di Jakarta pada bulan Oktober 2014. Dalam konser tersebut, PSM Cantus Firmus mempersembahkan sepuluh lagu antara lain berjudul O Nata Lux, Crucifixus, Joshua Fit the Battle of Jericho, Cinta Indonesia, Janger, Exultate Deo, Didn’t My Lord Deliver Daniel, Montor-Montor Cilik, Don’t Stop Me Now dan Semua Jadi Satu. Sepuluh lagu yang dipersembahkan oleh PSM Cantus Firmus USD tersebut dibagi di dalam dua sesi dan di awal sesi tampilan PSM Cantus Firmus dinyanyikan lagu Hymne Sanata Dharma.
Bapak Budi Setyahandana, S.T., M.T. selaku dosen pendamping UKM PSM
Cantus Firmus USD, mengungkapkan bahwa konser ini diadakan untuk mengetahui tahap persiapan yang sudah dlakukan. Bisa disebut konser ini menjadi gladi bersih dan sejenak berbangga atas segala bentuk persiapan yang sudah dilakukan tetapi juga bersikap rendah hati untuk terus memperbaiki diri demi pencapaian yang lebih baik. Pesparawi Mahasiswa Nasional merupakan pentas bergengsi paduan suara Universitas Katolik di seluruh Indonesia sebagai barometer mengetahui kualitas paduan suara milik tiap Universitas tersebut. “Maka, saya mencoba untuk mendorong teman-teman mau dan mampu mengeskplorasikan diri mereka secara total. Dan saya yakin teman-teman PSM Cantus Firmus sudah dan akan terus menerus menunjukkan diri yang terbaik.”, demikian tandasnya. Kiranya harapan yang ingin dicapai di dalam mengikuti Pesparawi Mahasiswa Nasional ini tidak sekedar pencapaian juara, tetapi juga pengembangan karakter. Melalui paduan suara, para mahasiswa berkembang secara hard skill seperti kemampuan bernyanyi, teknik vokal, membaca note dan juga soft skill tentang bagaimana teman-teman disiplin datang saat latihan, melatih kepatuhan dengan dirigen, melatih kepekaan untuk harmonisasi suara satu dengan yang lain sehingga tidak saling mendominasi.
Hal senada diungkapkan oleh Engelberta Rahamitu, mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris 2011 bahwa konser ini menjadi bentuk persiapan untuk mengasah kepercayaan diri, tidak nervous saat pentas paduan suara nanti. “Selain mengasah kepercayaan diri, kami juga mencoba untuk mengasah kekompakkan olah vokal kami dalam melafalkan dan mengeskpresikan tujuh lagu yang akan kami bawakan besok di Jakarta.” demikian tandasnya. Perlombaan yang diadakan oleh DIKTI ini memang benar-benar memperhatikan kualitas olah vokal dari paduan suara tersebut dan tidak sekedar koreografi yang menampilkan sense dari lagu.
Walaupun Romo Patrisius Mutiara Andalas, S.J., S.S., S.T.D. sebagai Wakil Rektor III USD dan sebagai pendamping berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di USD berhalangan hadir di dalam konser tersebut, namun beliau menyempatkan diri untuk menyapa melalui rekaman video. Beliau mengungkapkan bahwa Pesparawi menjadi kesempatan bagi para mahasiswa menjadi duta USD di antara berbagai Universitas yang menjadi peserta dalam pentas seni paduan suara tersebut. Itu artinya para mahasiswa mengemban tanggung jawab untuk mengenalkan dan menjaga nama baik USD. Cara yang ditempuh adalah dengan bernyanyi sebaik-baiknya. Di samping itu, proses persiapan dan pelaksanaan pentas paduan suara ini menurut Romo Driyarkara, sang pendiri Sanata Dharma adalah menjadi proses memanusiakan manusia muda. Proses tersebut tidak hanya mengembangkan soal kognitif, tetapi juga pengembangan karakter soal bagaimana bersikap dan berolah rasa satu dengan yang lainnya. Kerja tim yang tidak hanya terlibat satu atau dua orang, tetapi banyak orang di dalam suatu kumpulan menciptakan harmonisasi dalam berolah vokal. Tentu hal ini menuntut kepekaan dan tenggang rasa satu sama lain untuk mengurangi rasa ego menang sendiri. Maka seperti apa yang dikatakan oleh Romo Driyarkara tersebut, pentas paduan suara ini menjadi suatu kesadaran untuk mendukung orang yang satu dengan yang lain. Viva la musica at PSM Cantus Firmus USD. (FXAP)




