“Tradisi Lemah Mudah Dijajah”. Tema umum Pekan Budaya 2007 seakan mengingatkan kita akan pergeseran paradigma kaum muda akan budaya Indonesia, di mana budaya menjadi salah satu yang disingkirkan dalam kehidupan kaum muda pada saat ini. Imbasnya meskipun banyak sekali budaya yang ada di Indonesia, bangsa Indonesia serasa “dijajah” dengan banyak pengaruh dari luar dan mulai lunturnya kesadaran untuk mengembangkan budaya sendiri. Menyadari hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta telah dengan sukses mengadakan acara untuk mengingatkan kembali, untuk menarik minat, dan untuk menempatkan kembali budaya sebagai bagian dari kehidupan kaum muda. Rangkaian acara Gelaran Budaya Nusantara 2007 yang diadakan pada tanggal 14 November 2007 sampai dengan 16 November 2007 telah berhasil menarik minat kaum muda untuk berpartisipasi dalam perhelatan besar tersebut. Acara ini dibuka dengan Opening Ceremony yang bertempat di “Balai Shinta” Gedung Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta, yang juga dihadiri dan diresmikan oleh Romo Dr. P. Wiryono Priyotamtama, SJ (Rektor USD), Pak Kuswandono, S.Pd., M.Ed. (Wakil Rektor III USD), dan para tamu undangan lainnya. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan performance dari PSM “Cantus Firmus” USD yang berkolaborasi dengan UKM Karawitan USD, dan tari yang dibawakan oleh Komunitas Tari Grisadha USD. Di “Balai Shinta” Gedung Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta juga telah tersedia stand-stand yang menampilkan miniatur budaya dari daerah-daerah yang berasal dari seluruh Indonesia yang diikuiti oleh 16 Komunitas daerah, seperti Yogyakarta, Jawa-Barat, Sleman, Papua, Kalimantan, dll. Rangkaian acara Gelaran Budaya Nusantara 2007 juga menandingkan Lomba Paduan Suara Daerah (Folksong), Lomba Debat Terbuka tentang Budaya antar Universitas di Yogyakarta, permainan tradisional, dan pagelaran budaya. Dan pada akhirnya acara yang terus diharapkan berlangsung setiap tahunnya tersebut ditutup oleh Rektor USD. (theo)




