Seminar Pendidikan Biologi: “Kajian Wawasan dan Ide-ide Kreatif Sekitar Isu Ketahanan dan Kedaulatan Pangan dalam Expose Interaktif Partai Peserta Pemilu”

Menanggapi Program “USD PEDULI PEMILU” yang dicanangkan Universitas Sanata Dharma dalam rangka menyemarakkan pesta demokrasi RI tahun 2014, mahasiswa program studi Pendidikan Biologi USD angkatan 2011 bersama dosen pembimbing Dr.Ir. P. Wiryono Priyotamtama, S.J dan Ika Yuli Listyarini, M.Pd melakukan penelitian terhadap 12 partai peserta pemilu untuk mengkaji wawasan, kebijakan, program ataupun ide-ide kreatif yang mengangkat isu tentang “Ketahanan dan Kedaulatan Pangan”. Penelitian yang dilakukan ini berhubungan dengan mata kuliah pilihan Botani Ekonomi. Hasil penelitian yang dilakukan selama masa kampanye partai baik dalam kampanye terbuka partai maupun wawancara kader partai telah diseminarkan pada Rabu, 27 Agustus 2014 bertempat di drost lt.4 kampus III Paingan. Seminar ini mengangkat tema “Kajian Wawasan dan Ide-ide Kreatif Sekitar Isu Ketahanan dan Kedaulatan Pangan dalam Expose Interaktif Partai Peserta Pemilu”.
Seminar ini dihadiri oleh dosen dan seluruh mahasiswa Pendidikan Biologi serta mengundang tiga pakar untuk menanggapi hasil penelitian yang dipresentasikan. Acara ini diawali dengan doa yang dipimpin oleh Mita, mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2011 dan diikuti dengan menyanyikan lagu Hymne Sanata Dharma. Seminar ini dibagi dalam dua sesi yakni sesi pertama presentasi hasil penelitian oleh Dr.Ir. P. Wiryono Priyotamtama, S.J serta sharing pengalaman perwakilan mahasiswa mengenai karakter 3C dan sharing pengalaman selama masa penelitian yang disampaikan oleh Fransiska Apriyani dan Priskila Teofani. Sesi pertama dalam seminar ini dipandu oleh Mario, salah satu mahasiswa P. Biologi angkatan 2011. Hasil penelitian yang diperesentasikan oleh Romo Wiryono, S.J. menunjukkan tiga arah wawasan dan ide-ide kreatif yang bisa diidentifikasi dari partai-partai peserta pemilu. Arah pertama; Kedaulatan Pangan sebagai Landasan (=Premise) bagi ketahanan pangan (PDI-P, GERINDRA, PKB, PAN, NASDEM, HANURA, PKPI). Arah kedua; Ketahanan Pangan dengan Pencapaian Kembali Swasembada Beras (DEMOKRAT, GOLKAR, PPP, PBB). Arah ketiga; Road Map PPSF (Policy Partnership on Food Security) Toward 2020.
Pada sesi kedua, ketiga pakar yang diundang memberikan tanggapan terhadap hasil penelitian yang telah dipaparkan. Dr. Anton Haryono, M.Hum yang mengkaji dari segi kebanggsaan dan kenegaraan mengatakan “kedaulatan dan ketahanan pangan harus selalu dibangun dan menjadi dasar untuk membangun Indonesia yag lebih sejahtera”. Kebijakan impor bahan pangan yang dilakukan pemerintah bukan solusi untuk mengatasi permasalahan pangan. Pemikiran “kalau bisa membeli, kenapa harus memproduksi?” perlu dirubah. Revolusi mental penting untuk dilakukan terlebih untuk para penyelenggara pemerintah. Selanjutnya Ign.Yulios Kristyo Budiasmoro, M.si atau yang akrab disapa pak Kris, yang mengkaji dari segi ekologi menilai bahwa dari keduabelas partai peserta pemilu, tidak ada suatu yang baru dari program partai yang kreatif memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan pangan di Indonesia. Gagal panen, lahan pertanian yang sempit serta biaya pertanian yang sempit selalu menjadi cerita yang berkepanjangan. Di akhir tanggapannya, pak Kris mengajak semua mahasiswa pendidikan biologi untuk terlibat dan memiliki kepedulian terhadap setiap agenda pemerintahan serta dapat menginspirasi dan mengajarkan hal-hal yang benar bagi para siswanya kelak. Pakar yang ketiga, Dr. Titus Odong Kusumajati, M.A yang mengkaji dari segi ekonomi pembangunan mengatakan “ kedaulatan pangan menjadi keprihatinan yang sudah cukup lama”. Tantangan pasar bebas serta kebijakan pemerintah untuk menyepakati banyak hal dengan negara-negara maupun organisasi-organisasi asing secara tidak langsung membuat Indonesia “dilarang melarang import”. Sedangkan kapasitas manusia yang ingin menjadi petani semakin berkurang “Siapa yang mau jadi petani?” tandasnya. Selanjutnya Dr. Titus menilai dukungan dan kebijakan pemerintah sejauh ini belum ada untuk para petani. Dari ketiga pakar yang hadir dalam seminar ini, Dr. Anton Haryono. M.Hum dan Dr. Titus Odong, M.A memilih arah kebijakan pertama yaitu “Kedaulatan Pangan sebagai Landasan (=Premise) bagi ketahanan pangan (PDI-P, GERINDRA, PKB, PAN, NASDEM, HANURA, PKPI) yang perlu didukung dan pantas mendapat dukungan dari masyarakat.
Aksi Pendidikan Biologi sebagai tindak lanjut dari penelitian ini yakni mengangkat kembali kearifan lokal pada setiap Dies P.Bio yang jatuh pada bulan Oktober dan juga bertepatan dengan hari pangan sedunia untuk diperkenalkan dengan mengadakan perlombaan pengolahan serta pemanfaatan tanaman lokal sebagai makanan sehat bergisi yang melibatkan semua warga Pendidikan Biologi. Usulan aksi ini disampaikan oleh dosen senior Pendidikan Biologi Maslichah Asy’ari, M.Pd dan mendapat dukungan dari semua warga P.Bio. Seminar ini diakhiri dengan doa dan dilanjutkan dengan acara makan bersama. (J.Taboy)




