USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Iniquitas Radix Malorum: Misa Pembukaan dan Studium Generale Fakultas Teologi USD

diupdate: 12 tahun yang lalu


Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma pada tanggal 18 Agustus 2014 mengadakan misa pembukaan Tahun Akademik 2014/2015 di Gereja Banteng. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh civitas academica Fakultas Teologi baik yang Ilmu Teologi (S1), Magister Teologi (S2), dan para dosen serta tamu undangan.
Pada awal tahun akademik ini, para mahasiswa Fakultas Teologi USD diajak dalam permenungan misa dengan tema “Iniquitas Radix Malorum” yang artinya ‘kesenjangan adalah akar dari kejahatan’. Apa yang dimaksud kesenjangan di sini? Bagaimana mungkin kesenjangan yang dimaksudkan di dalam pemahaman tersebut menjadi akar dari hadirnya kejahatan? Lalu fokus apa yang ingin diarahkan di dalam proses pendidikan selama satu tahun ke depan?
Romo Albertus Bagus Laksana, SJ, S.S., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Teologi  dalam homili menyampaikan bahwa kesenjangan merupakan akar dari penyakit-penyakit sosial. Dihubungkan dengan bacaan Injil pada misa pembukaan, dikatakan bahwa kesenjangan muncul karena adanya keterikatan hati pada apa yang kita punya atau apa yang ingin kita dapatkan. Hal ini digambarkan di dalam bacaan Injil Matius mengenai “seorang muda yang kaya” yang bertanya kepada Yesus perihal memperoleh hidup yang kekal. Seorang muda itu terbelenggu di dalam keterikatan hati pada harta melimpah yang menimbulkan kesenjangan pada keutuhan diri untuk memperoleh hidup yang kekal.
“Allah tidak melarang bahkan menganjurkan agar kita bekerja keras untuk bisa mempertahankan hidup. Dan apabila karena ketekunan dan kerja keras yang dilakukan mendatangkan rejeki atau materi yang cukup, hendaklah jangan sampai terbelenggu oleh harta dan kekayaan yang diperoleh. Harta atau materi merupakan pemberian Allah yang patut disyukuri dan dijadikan sarana untuk menemukan kebahagian yang sejati, untuk merasakan kebaikan Allah dan kesempatan untuk berbagi kepada orang lain yang membutuhkan bantuan atau pertolongan kita.” demikian ditegaskan oleh Romo Bagus.
Setelah misa pembukaan, sebagai ungkapan syukur dan mohon berkat dibukanya tahun akademik, para civitas academica Fakultas Teologi USD mengikuti stadium generale (kuliah umum) yang diberikan oleh Romo T. Krispurwana Cahyadi, SJ sebagai pembicara. Diungkapkan oleh beliau bahwa ungkapan iniquitas radix malorum merupakan tulisan Paus Fransiskus di dalam twitternya yang menjadi kesimpulan di dalam anjuran apostolis Paus Fransiskus Evangelii Gaudium.
“Kesenjangan sosial semakin nyata dan menajam. Kesenjangan tersebut memang sengaja dipertahankan untuk menjaga otonomi ekonomi pasar dan spekulasi finansial para pelaku besar di pasar ekonomi. Kasus Pemerintah Argentina menolak untuk membayar bunga utang dan cicilannya bukan karena tidak mampu membayar, namun karena menemukan diri “dipalak”, artinya diperas dan dihisap oleh para kreditor internasional. Mereka menarik bunga hutang melebihi seharusnya dan praktek itu dibenarkan secara hukum.” tandasnya. Maka Paus menegaskan sikap keberpihakannya, Paus mencintai semua orang, baik kaya maupun miskin, namun atas nama Kristus, Paus berkewajiban untuk mengingatkan semua orang bahwa yang kaya harus menghormati, membantu, dan menumbuhkan yang miskin.
Di akhir studium generale, Dekan Fakultas Teologi USD, Romo Dr. Martasudjita, Pr, membacakan visi-misi dan tujuan Program Studi Fakultas Teologi USD serta susunan organisasi Fakultas yang baru. Di dalam pembacaan tersebut, beliau juga membacakan nomenklatur pernyataan dari Dikti yang menyatakan bahwa Fakultas Teologi telah berganti nama menjadi Fakultas Filsafat Keilahian dan menunggu Surat Keterangan tertulis dari Dikti berkaitan pengesahan tersebut. (FXAP)

  kembali