USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

USD PRAKARSAI SEMINAR PIMPINAN PT DIY
Merajut Masa Depan Perguruan Tinggi Indonesia: Sumbangan Gagasan Perguruan Tinggi DIY untuk Pemerintah Baru

diupdate: 12 tahun yang lalu


Euforia pemilihan umum telah berakhir. Pemimpin Indonesia untuk lima tahun mendatang sudah terpilih. Tentu saja dengan adanya pemerintah baru, hadir pula harapan-harapan baru untuk keberlangsungan hidup bangsa mendatang. Semua pihak mempunyai peran dan tanggung jawab dalam memajukan bangsa. Salah satunya adalah Perguruan Tinggi yang memiliki peranan penting dalam sektor pendidikan.
Berlangsung di Grand Quality Hotel Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan acara Seminar Pimpinan Perguruan Tinggi (PT) DIY pada Kamis, 21 Agustus 2014. Acara seminar tersebut mengangkat tema “Merajut Masa Depan Perguruan Tinggi Indonesia: Sumbangan Gagasan Perguruan Tinggi DIY untuk Pemerintah Baru”. Seminar ini dihadiri oleh Pimpinan (Rektor/Ketua/Direktur) Perguruan Tinggi di DIY. Hadir pula Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta, Dr. Bambang Supriyadi, CES, DEA.
Acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Rektor Universitas Sanata Dharma, Drs. J. Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Rektor USD menyampaikan bahwa latar belakang diadakannya seminar tersebut adalah momentum pemilu di Indonesia yang baru saja usai. “Setiap pemilu selalu membawa harapan baru, lahir juga pemerintah baru. Harapan ini sebaiknya kita tangkap dan kita mencoba mengajak semua elemen yang setiap hari berjuang  menghidupi sebuah pendidikan.” ungkapnya.
Pembukaan acara seminar dipimpin oleh Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta, Dr. Bambang Supriyadi, CES, DEA. Selain membuka acara seminar,
beliau juga menyampaikan materi dengan judul “Peran PTS dalam Pembangunan Nasional”. Pokok persoalan yang disinggung adalah berbagai tantangan yang akan dihadapi Indonesia di masa yang akan datang.
Sebagai gambaran, tantangan yang akan dihadapi bangsa di masa yang akan datang sangatlah banyak. Masalah globalisasi, masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi masih terus menjadi perbincangan. Berbagai hal tersebut memunculkan pertanyaan apa yang akan dijanjikan oleh Perguruan Tinggi dalam mengatasi tantangan-tantangan tersebut, terutama dalam pemerintahan yang baru.
Dalam kesempatan itu pula Dr. Bambang Supriyadi, CES, DEA, menyampaikan
bahwa Perguruan Tinggi mengemban tugas sebagai pihak yang berperan penting dalam mengatasi tantangan yang dihadapi bangsa di masa depan. Namun di sisi lain, di dalam sendiri kita masih mempunyai banyak persoalan berkaitan dengan akreditasi program studi dan tingkat pendidikan dosen. “Kita mempunyai pengalaman di bulan Mei 2012. Pada waktu itu di seluruh Indonesia masih ada kurang lebih 6.800 program studi dari 15.000 program studi yang belum terakreditasi. Di DIY, sebanyak 27% PTS belum terakreditasi”, tuturnya. Selain permasalahan akreditasi, permasalahan lain yang juga mengkhawatirkan adalah peraturan dosen yang minimum harus S2. Kenyataannya, masih banyak dosen yang baru S1.
Dalam acara inti, jalannya seminar berlangsung dalam 3 sesi presentasi dan diskusi. Berbagai topik dihadirkan dalam sesi tersebut. Salah satu topik yang muncul yang juga dibahas dalam seminar adalah terdiskriminasinya PTS yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah.
PTS memiliki tantangan yang lebih besar daripada PTN, terutama dalam masalah finansial. Hal tersebut terlihat dari jatah APBN yang tidak seimbang. Padahal jumlah PTS di Indonesia lebih banyak daripada jumlah PTN, namun justru jatah APBN yang diperoleh terbalik, karena PTS hanya mendapatkan sedikit bantuan finansial dari pemerintah. Bahkan besarnya bantuan tersebut sangat tidak sebanding dengan bantuan yang diterima PTN.
Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah terumuskannya gagasan strategis pengembangan Perguruan tinggi di Indonesia. Seminar ini memberikan peluang bagi segenap Perguruan tinggi di DIY untuk mengungkap masalah yang menghambat pengembangannya dalam dunia pendidikan. Selain itu, seminar ini juga membuka kesempatan bagi Perguruan tinggi DIY untuk ambil bagian dalam perumusan kebijakan pemerintah yang baru. Rumusan dari hasil diskusi dalam seminar tersebut akan disusun dan dikomunikasikan ke media massa dan Presiden Indonesia yang baru. (DPTH)

  kembali