“Semua orang berbakat menulis, titik.” demikian kata Maria Pia Kun Herrini, M. Pd.. Kun Herrini mengutip perkataan tersebut dari seorang writing coach dan kemudian membagikan beberapa kutipan dari para penulis yang mampu membangkitkan gairah untuk menulis. Kun Herrini adalah narasumber dalam Workshop Menulis Kreatif: “Nembak itu Seruuu…!!!” yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma kerja sama dengan Scritto Books Publisher.
Workshop Menulis Kreatif ini diadakan pada Kamis, 21 Agustus 2014, pukul 09.00 bertempat di Ruang Driyarkara, Gedung Pusat Kampus 2 Universitas Sanata Dharma. Acara ini diikuti oleh sekitar 60 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris USD dan masyarakat umum yang berminat mengembangkan ketrampilan menulis kreatif. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pelatihan, motivasi, dan dorongan untuk menulis kreatif berdasarkan pengalaman pribadi.
Kun Herrini adalah alumni Sanata Dharma angkatan 80 yang telah lama terjun ke dunia penulisan dan telah menerbitkan beberapa buku, antara lain bejudul It Must Have Been Love dan Hidup itu Belajar, Belajar itu Hidup. Laurentia Sumarni, S. Pd., M. Trans.St. selaku panitia acara menjelaskan bahwa workshop ini adalah salah satu bentuk acara yang mempererat tali silahturami antara alumni dan mahasiswa Sanata Dharma. Acara ini juga bertujuan untuk merefleksikan pengalaman hidup dan memberikan wawasan tentang mengolah gagasan ke dalam tulisan.
Dalam sesi workshop yang pertama, Bu Kun memberikan sebuah kunci untuk merealisasikan hasil pemikiran sebuah gagasan ke dalam bentuk sebuah tulisan, kunci tersebut adalah ‘sediakanlah waktu’. “Waktu adalah pemberian Tuhan yang paling adil”, tegas Bu Kun kepada para peserta workshop. Semua ciptaan Tuhan diberikan kesempatan untuk menyicipi pemberian tersebut, maka meluangkan waktu untuk memulai menulis adalah bentuk pengabdian untuk memanfaatkan pemberian Tuhan. Bu Kun kembali menyalakan minat menulis kreatif para peserta dengan memberikan sebuah kutipan yang diambil dari sang penulis terkaya pertama di dunia, J. K. Rowling, yaitu “Mulailah dengan menulis hal-hal yang kau sukai”. Hal yang mudah dapat dimulai dengan menuliskan sebuah definisi, misalnya menguraikan definisi tentang meja maupun roti.
Sebuah tantangan untuk medefinisikan arti ‘cinta’ dilontarkan oleh Bu Kun kepada para peserta workshop. Bu Kun memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk mengartikan ‘cinta’ menurut definisi pribadi para peserta. Hasil dari definisi tersebut harus dikirimkan oleh para peserta ke nomor ponsel Bu Laurentia Sumarni, S. Pd., M. Trans.St., selaku panitia acara, yang kemudian akan diseleksi dan peserta dengan definisi terindah berhak mendapatkan apresiasi dari panitia. Para peserta sangat berantusias untuk berpartisipasi menguraikan definisi tentang arti cinta.
Sesi selanjutnya adalah mengenal lebih dalam bagaimana dunia menulis kreatif, Bu Kun mengajak peserta untuk saling beradu menulis cepat selama 10 menit. Bu Kun bahkan membeberkan bahwa pertama kalinya beliau mencoba menulis cepat selama 10 menit, beliau hanya mampu menulis 56 kata. Beberapa aspek menjadi ganjalan dalam menulis cepat, seperti kehabisan inspirasi untuk menulis atau keinginan untuk menulis secara sempurna dan benar sesuai ejaan yang disempurnakan. Kemudian, Bu Kun menjelaskan bahwa hasil akhir dari sebuah tulisan akan disunting oleh editor yang berwenang untuk menyempurnakan tulisan. Oleh karena itu, Bu Kun meyakinkan para peserta untuk menumpahkan apa yang ada dalam pikiran mereka dan menulis semuanya dalam waktu 10 menit. Setelah 10 menit berlalu, terdapat 2 peserta yang mampu menulis lebih dari 500 kata. Para peserta tersebut menerapkan kutipan dari J. K. Rowling, hal yang disukai dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari mampu dituangkan ke dalam sebuah bentuk tulisan yang dapat dinikmati.
Beberapa cara yang menyenangkan dan fun dalam menulis dapat dilakukan bersama-sama di dalam sebuah kelompok. Menulis berangkai adalah metode pelatihan berikutnya yang diterapkan dalam sesi workshop ini. Kalimat pertama dimulai Bu Kun dengan mengambil tema Gunung Merapi. Tanpa disangka, para peserta sangat berantusias merangkai kalimat-kalimat berikutnya dan menyelesaikan sebuah paragraf yang berisi cerita nan lucu yang menggelitik. Suasana yang dicoba dibangun oleh Bu Kun ketika membuka kalimat adalah menciptakan perasaan romantis mengenai pemandangan Merapi yang indah, namun para peserta yang kreatif mampu mengubah suasana tersebut menjadi cerita humor yang menghibur. Gelak tawa menghiasi suasana workshop di Ruangan Driyakara tersebut.
Pelatihan menulis berikutnya kembali diberikan oleh pihak panitia. Dalam menulis, para penulis harus mampu memberdayakan semua panca indera yang dimiliki. Panitia meletakan buah anggur di tiap meja peserta dan memberikan sebuah tugas untuk menulis sebuah puisi singkat mengenai anggur. Indera penglihatan, pendengaran, pengecap, perasa, dan aroma dituntut untuk diterapkan dalam isi puisi yang akan dibuat oleh para peserta. Hasil dari puisi yang sudah ditulis oleh para mahasiswa dikumpulkan dan diseleksi. Puisi yang paling puitis akan diapresiasi oleh panitia.
Mendekati waktu istirahat makan siang, para peserta diberikan latihan untuk menulis 3 judul yang bertema “Nembak itu Seru…!!!”. Latihan tersebut berupaya untuk menumbuhkan kreativitas dalam menulis judul. Ketika memilih judul, Bu Kun menyarankan untuk menerapkan KISS – keep it simple n succinct, menggelitik – catchy, dan do a survey. Tiga judul yang dituliskan oleh tiap peserta akan dipilih oleh para peserta lainnya, hal tersebut adalah salah satu penerapan cara memilih judul. Setelah sesi pelatihan Workshop Menulis Kreatif yang pertama usai, sesi berikutnya dilanjutkan dengan sharing berbagi ilmu dalam dunia percetakan. Pembicara untuk sesi kedua adalah Anang Y.B., perwakilan dari Scritto Books Publisher. Mas Anang memperkenalkan lebih dalam mengenai Scritto Book Publisher dan sistem penerbitan di dunia percetakan. Pengenalan dari Mas Anang sangat membuka wawasan para peserta dan memberikan ilmu baru di dunia percetakan dan penerbitan. Salah seorang peserta seminar, Lorensius Vento dari Fakultas Farmasi mengutarakan bahwa Workshop Menulis Kreatif yang diselenggarakan PBI dan Scritto Books Publisher ini sangat membuka wawasannya. “Saya bisa berkenalan langsung dengan penulis dan mendapat tips menulis, juga diperkenalkan dengan penerbit yang membuka wawasan. Saya bisa berlatih membuat cerita yang bertema Nembak itu Seru…!!! yang kemudian akan diseleksi dan dimasukkan ke dalam buku.” begitu ungkap Vento.
Sesi terakhir Workshop Menulis Kreatif mengajak para peserta untuk brainstorming dan menulis cerita dengan tema Nembak itu Seru…!!!. Cerita-cerita dari para peserta akan dikirimkan melalui pesan elektronik ke alamat email Bu Kun dan cerita yang terpilih akan disunting dan dimuat ke dalam sebuah buku. Acara terakhir ditutup dengan pengumuman hasil karya penulisan hasil pelatihan sesi sebelumnya yang berhak mendapatkan hadiah dari pihak panitia dan Scritto Books Publisher.
Semoga acara bermanfaat nan positif yang mampu membangkitkan kreativitas dan gairah menulis dapat terus diadakan serta dapat merangkul khalayak yang lebih ramai. Mari menulis dan berkarya! (J)




