USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

USD Jadi Tuan Rumah Konferensi Sekolah Katolik Indonesia

diupdate: 12 tahun yang lalu


Universitas Sanata Dharma pada tanggal 15-16 Agustus 2014 mendapat kesempatan yang berbahagia untuk menjadi tuan rumah Konferensi Sekolah Katolik Indonesia (KSKI) di Kampus 2 USD, Mrican. Kegiatan yang telah dipersiapkan sejak satu bulan lalu ini dapat terselenggara berkat kerjasama antara Asosiasi Sekolah Katolik Yesuit, Eduspec, dan beberapa sponsor yang konsen di bidang pendidikan pada media pembelajaran.
Kegiatan KSKI ini diikuti oleh seluruh sekolah katolik yang tersebar di seluruh Indonesia kurang lebih 400 orang baik dari yayasan sekolah maupun pelaksana kegiatan sekolah. Konferensi yang diselenggarakan ini mengusung tema "Sinergis Pendidikan dalam Menghadapi Perkembangan Abad ke-21. Dalam konferensi ini, Panitia mengundang Bapak Uskup Situmorang, OFM selaku Ketua Komisi Pendidikan KWI, Bapak Indra Charismiadji selaku Koordinator Eduspec, Bapak Yanuar Rahmawan selaku Peneliti dari Universitas Manchester, dan Bapak E. Baskara Puji Nugraha selaku Koordinator Asosiasi Sekolah Yesuit.
Rektor USD Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc, Ph.D menyampaikan bahwa USD mau dan bersedia menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Konferensi Sekolah Katolik Indonesia karena USD ingin mengambil peran atau sumbangan di dalam penyelesaian masalah pendidikan yang ada di Indonesia. "Selama ini pendidikan formal di dalam sekolah jatuh pada formalitas, terstruktur, sistematis, dan masif di dalam proses pembelajaran yang terlaksana, sehingga kita mudah dininakbobokan oleh kenyamanan dan rutinitas pembelajaran yang apa adanya tanpa memperhatikan perencanaan yang selalu diperbaiki terus menerus di dalam pelayanan pengajaran oleh para pelaksana pendidikan." tandasnya. Beliau menganalogikan pernyataannya dengan boild of frog. Kita tidak sadar bahwa beberapa sekolah katolik semakin lama semakin tidak diminati masyarakat. Kualitas belajar bukan tergantung dari kecanggihan alat-alat teknologi, curiosity menjadi penting di dalam proses pendidikan. Sekolah katolik dituntut untuk menempatkan diri di dalam kebhinnekaan. Maka menghadapi situasi yang terstruktur, sistematis dan masif, dilakukan dengan keterbukaan untuk merespon perubahan jaman yang semakin berkembang pesat.
Hal senada diungkapkan oleh Bapak E. Baskara Puji Nugraha bahwa kiranya yang menjadi persoalan di dalam pendidikan di sekolah katolik adalah pelayanan pendidikan yang stagnan (berdiam diri). Acapkali kita hanya berhenti pada kebanggaan masa lalu, tanpa mau memperbaiki diri terus menerus di dalam proses pelayanan pendidikan yang kita persembahkan."Maka saya sendiri tidak heran kalau ada sekolah katolik yang menduduki peringkat tertinggi dan ada juga sekolah katolik yang menduduki peringkat terendah." tandasnya. Oleh sebab itu kita perlu membenahi diri karena kita ingin terus berubah ke arah yang lebih baik dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Dan kegiatan yang akan dijalani selama dua hari ini menjadi bentuk sinergis antara sekolah katolik yang satu dengan yang lain untuk saling bersinergis dan mendukung satu sama lain.
Sebagai Keynote Speaker pada sesi pertama, Mgr. Situmorang, OFM, menyampaikan permenungan untuk direnungkan dan berpikir kritis bahwa apakah pelayanan kita sudah baik dan optimal terlebih dalam realitas hidup kita. Bagaimana kita memberikan yang terbaik di dalam pelayanan pendidikan sehingga sekolah menjadi komunitas pendidikan yang menghasilkan anak-anak yang berkualitas yaitu cerdas dan humanis yang tidak terkotak-kotak dan menjadi umat manusia. "Konferensi ini menjadi kesempatan kita untuk sadar kembali akan karya yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita untuk terus menerus dibenahi menjadi lebih baik." tandasnya. Pendidikan bukan soal matematika, atau fasilitas, tetapi penanaman nilai, moralitas, ketuhanan dalam arti penyadaran bahwa anak-anak kita ini manusia kekasih Tuhan, dan saudara bagi orang lain. Bukan sekedar cerdas tetapi egois, tetapi menjadi orangnya Tuhan apapun agamanya apapun rasnya, sehingga pendidikan menyiapkan manusia yang memanusiakan hidup yang makin sempurna. (FXAP)

  kembali