Inisiasi Sanata Dharma (Insadha) merupakan acara yang diselenggarakan Universitas Sanata Dharma (USD) dalam rangka menyambut mahasiswa baru. Insadha Gelombang 1 telah diselenggarakan di Kampus 3 USD Paingan pada tanggal 4-6 Agustus 2014, dengan peserta kurang lebih 1100 mahasiswa baru. Sedangkan Insadha Gelombang 2 diselenggarakan tanggal 11-13 Agustus 2014 di Kampus 3 USD Paingan. Tema Insadha Gelombang 2 yaitu "Expression Your Potential be an Inspirator" dan diikuti kurang lebih 1100 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam pembukaan Insadha Gelombang 2, Rektor USD Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. menyampaikan pesan kepada para mahasiswa baru bahwa sebagai mahasiswa hendaknya kita memiliki curiosity, yang berarti rasa ingin tahu terus menerus akan suatu hal. Dengan rasa ingin tahu yang terus menerus tersebut, kita selalu bertumbuhkembangkan akan segala hal yang baru yang kita jumpai dan gulati di dalam proses perkembangan selama bangku kuliah. USD juga mengarahkan kita di dalam visi-misi dan renstra bagaimana berelasi dengan manusia yang satu dengan yang lain dalam membina kehidupan dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
Ceramah dan Diskusi dari Tim Indonesia Mengajar (Anies Baswedan)
Sesi terakhir Insadha 2014 ini adalah Ceramah dan Diskusi (cerdisk) dengan menghadirkan Tim Indonesia Mengajar yang didirikan oleh Anies Baswedan. "Apa yang kalian pahami tentang seorang pemimpin? Apakah
pemimpin itu selalu identik dengan kuasa dan penuh penghormatan diri? Ataukah pemimpin adalah pribadi yang ada dan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk terlibat bersama?", demikian pertanyaan Billy David Nerotunilena, salah satu asisten pribadi Anies Baswedan kepada para mahasiswa baru USD. Diungkapkan oleh Billy bahwa sebelum kita berkontribusi di dalam usaha kita memajukan bangsa, kita perlu memimpin diri kita sendiri. Ungkapan tersebut merujuk pada gagasan Romo Driyarkara, SJ tentang arti dan makna pemimpin bahwa kepemimpinan itu dimulai dari memimpin diri sendiri. Maka, mengacu dari gagasan tersebut, kesempatan inisiasi ini menjadi momentum untuk merencanakan dan membangun niat diri menggapai cita-cita yang diharapkan. Niat itulah yang menjadi batu loncatan yang mengarahkan kita untuk tetap fokus dan teguh di dalam menghadapi tantangan dan godaan yang ada. Dan dilangkah selanjutnya, kita akan menjalani banyak pembelajaran yang membentuk dan mendidik kita. Menjadi apapun dan siapapun.
Asisten pribadi Anies Baswedan lainnya yang turut hadir ke acara Insadha 2014 ini adalah Anggun Piputri Sasongko. Hal senada diungkapkan oleh Anggun, bahwa kita tidak perlu takut untuk aktif terlibat di dalam banyak kegiatan dengan tetap berpegang teguh pada fokus dan tujuan hidup yang ingin kita perjuangkan.
Di akhir sesi cerita dan diskusi dari Tim Indonesia Mengajar, secara eksklusif Anies Baswedan memberikan pesan melalui rekaman video kepada para mahasiswa baru USD. Disampaikan oleh Anies Baswedan bahwa menjadi manusia baru adalah menjadi pemimpin yang membawa pengaruh dalam kata-kata dan perbuatan. Kehidupan kuliah menjadi awal dalam kehidupan kita ibarat kita belajar renang. Apakah kita akan memilih latihan renang di kolam renang dengan kedalaman dan arus yang mudah diprediksi ataukah kita akan memilih latihan renang di lautan bebas yang penuh tantangan dan resiko? Hal ini menggambarkan peran kita untuk aktif di dalam kegiatan perkuliahan, apakah kita hanya menjadi mahasiswa "kupu-kupu" (kuliah pulang-kuliah pulang) atau menjadi mahasiswa yang aktif baik di dalam dan di luar kelas? Belajar berenang adalah belajar memimpin agar di masa depan dapat berkontribusi di masyarakat. Indeks Prestasi yang tinggi hanya “memanggil” anda pada saat tes wawancara masuk kerja, tetapi kemimpinan menjadi modal “panggilan” seumur hidup. Memiliki track record akademik yang baik juga diimbangi dengan track record kemimpinan yang baik pula. Nilai-nilai kemimpinan tersebut antara lain, tanggung jawab, kepekaan, kemanusiaan, dan analitical thinking. Seorang pemimpin menjadi pembelajar di segala bidang termasuk menguasai bahasa internasional, karena dari bahasa menjadi jembatan untuk berkomunikasi dan memahami maksud dan tujuan hidup yang kita perjuangkan. Untuk itu, jangan pernah lelah untuk mengembangkan diri pada bangku kuliah. (FXAP)




