USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Upaya Pelestarian Penyu di Pasir Pantai Bantul

diupdate: 12 tahun yang lalu


Indonesia terkenal dengan kekayaan flora dan fauna, tetapi karena ulah manusia  kekayaan itu sedikit demi sedikit berkurang lalu menghilang. Salah satu dampak ulah manusia tersebut adalah terancamnya habitat Penyu. Penyu merupakan salah satu hewan langka di Indonesia. Salah satu daerah yang masih merupakan habitat asli penyu adalah di daerah pesisir pantai Bantul. Beberapa tahun terakhir ditemukan telur-telur penyu terkubur di pasir pantai Bantul
Guna melestarikan penyu tersebut, P3MP (Pusat Pemberdayaan  dan Pelayanan Masyarakat Pesisir) “MITRA PESISIR” kabupaten Bantul bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) Universitas Sanata Dharma (USD) mempromosikan pelestarian penyu sekaligus menggalang dana pembangunan penangkaran penyu di setiap pesisir pantai Bantul. Kegiatan ini bertemakan “Save Our Turtles”. Kegiatan ini didukung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Bantul. HMJM USD antusias dalam menyuarakan, menginformasikan, dan mengajak sesama mahasiswa, dosen, maupun karyawan USD untuk ikut membantu dalam pelestarian penyu ini.
Penggalangan dana dilaksanakan dari tanggal 2 Juni 2014 sampai 11 Juni 2014, dengan membuka stand informasi mengenai pelestarian penyu dan menjual stiker. Acara puncak dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2014 di Pantai Pelangi, Bantul. Dalam acara tersebut juga diperkenalkan adat daerah Bantul seperti Joglok Lesung dilanjutkan dengan penyuluhan tentang penangkaran penyu, pemutaran video proses dari awal penyu mencari sarang untuk bertelur, hingga bertelur. Rangkaian Acara ditutup dengan penyerahan dana dari HMJM yang mewakili Universitas Sanata Dharma bersama Universitas lain yang juga bekerjasama dengan P3MP dan penyerahan sertifikat bagi para mahasiswa yang peduli kekayaan alam Indonesia.
Setelah Telur penyu menetas, tukik akan dirawat beberapa hari di penangkaran sebelum kemudian dilepaskan. Acara pelepasan tukik akan diadakan pada bulan Agustus 2014. Cintailah Indonesia dengan memelihara kekayaan di dalamnya. Jangan biarkan anak cucu kita kelak tidak mengetahui keragaman flora dan fauna, khususnya di Indonesia. (RBL)

  kembali