USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Program Kreativitas Mahasiswa: "Pagi sebagai Kuli"

diupdate: 12 tahun yang lalu

“Pagi sebagai Kuli” merupakan kepanjangan dari Pendampingan Pasien dengan Gangguan Jiwa sebagai Bentuk Dukungan Pemulihan. Pasien dengan masalah gangguan jiwa merupakan sebuah tantangan besar karena perlu melihat pribadi pasien tersebut. Pada umumnya, masih banyak orang yang beranggapan bahwa orang yang sedang mengalami gangguan jiwa mustahil untuk sembuh dan berbaur dengan yang lain sehingga masyarakat cenderung mengabaikan mereka.

Persepsi yang muncul kemudian dalam taraf yang lebih jauh akan menyebabkan orang menolak untuk memahami masalah kesehatan jiwa, baik dalam dirinya sendiri maupun orang lain. Keadaan tersebut dapat menyebabkan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa tertekan dan terpojok dalam hidup bermasyarakat.

Baik apoteker maupun psikolog memiliki peran penting dalam pengobatan pasien, termasuk pasien gangguan jiwa. Pasien dengan gangguan jiwa sangat membutuhkan perhatian dan dukungan yang lebih dari masyarakat dengan berbagai kegiatan yang membantu memulihkan keadaannya. Selain perhatian dan dukungan, pasien dengan gangguan jiwa juga membutuhkan obat-obatan.

Berdasarkan situasi tersebut di atas, Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Universitas Sanata Dharma yang beranggotakan Anisetus Ratnasari Jebarus (Farmasi, 2011), Sabrina Handayani Tambun (Farmasi, 2011), Johana Ekadyah Fetri (Psikologi, 2011), Christina Gabriella Rawing (Farmasi, 2012) menyelenggarakan kegiatan dengan judul “Pagi sebagai Kuli” di Bangsal Shinta, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia DIY. Tim PKM-M ini dibimbing oleh Ibu Maria Wisnu Donowati, M.Si., Apt.

Metode pendampingan pasien gangguan jiwa ini memadukan metode edukasi dan permainan. Perpaduan metode ini disampaikan lewat permainan kreatif untuk mempermudah pemahaman pasien terkait edukasi yang diberikan. Tujuannya untuk membantu dan mendekatkan diri dalam pengobatan pasien gangguan jiwa dengan berbagai kegiatan sederhana dan kreatif, antara lain merias diri tahap dasar, kreativitas kerajinan tangan, menggambar dan mewarnai,  membuat kotak obat dan edukasi tentang penggunaan obat yang baik dan benar. Kotak obat tersebut akan diisi dengan obat-obatan pasien yang akan dikonsumsi selama seminggu. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan kognitif pasien  dan kepatuhan pasien mengkonsumsi obat.

Pagi sebagai Kuli diselenggarakan selama 3 kali pertemuan yaitu pada tanggal 12 April 2014, 26 April 2014, dan 1 Mei 2014. Capaian hasil kegiatan diketahui dengan penilaian secara langsung saat kegiatan dan kuisioner yang diisi oleh petugas kesehatan dan volunteer. Hasil penilaian dan kuisioner tersebut sesuai dengan yang diharapkan, bahwa kegiatan yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan pasien, bermanfaat, dan tidak membebani pasien. Selain itu, tanggapan pasien selama mengikuti kegiatan antara lain pasien sangat antusias, aktif dan puas dengan kegiatan yang telah diselenggarakan serta mampu mengikuti kegiatan dengan baik.

Dari capaian hasil penilaian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pandangan masyarakat terhadap pasien gangguan jiwa tidak mampu untuk bersosialisasi merupakan pandangan yang keliru. Untuk mendukung pemulihan pasien gangguan jiwa sangat membutuhkan peranan dari semua pihak dengan berbagai kegiatan yang sederhana dan kreatif. (ST)

  kembali