Salah satu Tim Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Universitas Sanata Dharma melakukan Program Pembelajaran Matematika untuk Siswa Autis (di singkat Romantis). Penerapan Romantis ini dilakukan di Sekolah Lanjutan Autis (SLA) Fredofios Yogyakarta, dengan tujuan membantu siswa autis untuk mengenal bilangan, memahami operasi dasar pada matematika yaitu penjumlahan serta membangun interaksi sosial di lingkungan sekitar.
PKM-M Romantis tersebut dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2014, beranggotakan lima orang mahasiswa USD. Empat di antaranya berasal dari Program Studi Pendidikan Matematika yaitu Raimundus Ciku Koten, Yunda Victorina Tobondo, Aprianus Paskalis Priska, dan Erica Atnil. Satu anggota lagi adalah Endah Febiana Gunawan, berasal dari Program Studi Psikologi. Kelompok PKM-M Romantis ini dibimbing oleh Ibu Chatarina Enny Murwaningtyas, M.Si. dari Program Studi Pendidikan Matematika USD.
Pelaksanaan Romantis ini dikemas dalam 3 tahap yaitu yang pertama adalah pengenalan bilangan melalui video pembelajaran yang dibuat khusus oleh tim. Kedua, pemahaman operasi penjumlahan menggunakan kartu bilangan yang disediakan oleh tim. Ketiga, interaksi sosial yang dilakukan dengan cara mengkondisikan sebuah ruangan menjadi tempat untuk melakukan kegiatan jual beli. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat mengenal nominal uang serta dapat melakukan transaksi jual beli jika ingin membeli barang atau makanan di dalam maupun di luar sekolah.
Setiap siswa memiliki karakter dan tahap perkembangan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sebelum pelaksanaan Romantis, pihak SLA memberikan kesempatan kepada Tim PKM-M untuk melakukan observasi. Observasi ini bertujuan agar Tim dapat mengenali keunikan siswa dan megetahui keseharian kegiatan yang dilakukan siswa di sekolah. Setelah Tim melakukan observasi, dengan bantuan dari para guru, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan tahap perkembangan dan kemampuan yang dimiliki. Hal ini diperlukan untuk menentukan siswa sudah berada di tahap pertama atau kedua. Sedangkan pada tahap ketiga, semua siswa melakukan interaksi sosial, namun dengan nominal uang yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat pemahaman.
Tim PKM-M ini berharap bahwa melalui Romantis siswa dapat mengenal bilangan, memahami operasi penjumlahan, serta dapat melakukan interaksi sosial. Sehingga siswa dapat hidup mandiri dan dapat mengembangkan bakat atau kemampuan yang dimiliki dimulai dengan terjalinnya hubungan siswa dengan orang-orang di sekitar. (EA)




