USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

USD Bersama dengan HOFN dan CATEC Adakan Prototype Y2014 of Critical Making

diupdate: 12 tahun yang lalu


Universitas Sanata Dharma (USD) bekerja sama dengan House of Nature Fiber (HONF) dengan The Habbie Center (CATET) menyelenggarakan Prototype Y2014 of Critical Making pada tanggal 12-13 Juni 2014. Acara ini diselenggarakan terkait dengan kegiatan "Yogya 2015 Summit of Critical Making" in Global Innovation.
Prototype Y2014 of Critical Making tersebut diadakan di Universitas Widya Mataram Yogyakarta sebagai tuan rumah dan diikuti oleh berbagai peserta dari dalam negeri, seperti Universitas Widya Mataram, UGM, IPB, ISI Yogyakarta, dan Universitas Sanata Dharma (USD), serta berbagai peserta dari luar negeri seperti Stephen Kovats (Canada), Craig Warren Smith (America), Etiene Turpin (Malaysia), Eku Wand (Korea), Yantisa Akhadi (Filipina), dan beberapa orang dari Taiwan dan India. Mereka yang datang dan bergabung dalam acara ini adalah mereka yang peduli dan terlibat aktif di dalam pengembangan teknologi bagi pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini diprakarsai oleh HOFN yang diketuai oleh Venzha Christ bersama dengan The Habibie Center (CATET), yang diketuai oleh Ilham Habbie, putra kandung dari B.J.Habibie sebagai sebuah simposium - applied technology dan ICT4D, yang dapat menambah wawasan terkait bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
Hal itu secara konkret diungkapkan dalam pidato yang disampaikan oleh Irene Agrivina dan Gentur Suria sebagai perwakilan dari pihak HOFN bahwa untuk mengetahui apa yang bisa kita sumbangkan dalam kehidupan kita di masyarakat, bukan bertanya apa yang telah kita dapatkan, tetapi apa yang telah kita dilakukan? Jawaban dari mereka adalah "Do! Make!". Hal tersebut diamini oleh Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. Rektor USD yang membuka simposium tersebut, bahwa perkembangan ilmu pengetahuan yang melahirkan teknologi seharusnya semakin memanusiakan manusia, manusia yang berbuah.
Dengan adanya niat yang baik tersebut, Pusat Kajian Teknologi Informasi (PKTI) USD ikut bergabung di dalam persiapan dan pelaksanaan simposium Critical Making bersama dengan Program Studi Teknik Mesin. "Secara khusus, PKTI USD menanggapi niat baik itu karena sesuai dengan fokus PKTI yaitu information communication technology for deveploment of enviroment(ICT4D). Fokus inilah yang menjadi visi-misi PKTI USD, menjadi roh yang menjiwai. Kesamaan visi-misi ini menjadi langkah gerak pengembangan teknologi yang bersama-sama memberdayakan masyarakat. Dan kiranya tidak berhenti di situ saja, karena untuk tindak lanjutnya, di tahun 2015 akan diadakan Critical Making yang lebih besar dengan peserta yang jauh lebih banyak di USD sebagai tuan rumah." demikian diungkapkan oleh Agnes Maria Polina, S.Kom, M, Sc, Ketua PKTI USD.
Dalam acara ini, PKTI dan program studi Teknik Mesin USD mempresentasikan tiga hal yang disimpulkan dengan tema "open system and critical ICT4D", yaitu Blood Bank Information System (BBIS), WindMill Applied Technology,dan workshop "fun with arduino". BBIS berawal dari keprihatinan mekanisme pemesanan darah yang tidak efektif dan efisien dalam hal waktu karena pemesanan darah hanya komunikasi sepihak melalui telepon ke pihak PMI. Maka, melalui BBIS, mekanisme pemesanan darah dapat menyingkat komunikasi dengan hubungan penjaringan secara on-line antara pihak PMI dan Rumah Sakit bagi pasien yang membutuhkan. BBIS ini baru pertama kalinya ada dan diterapkan di daerah Magelang. WindMill Applied Technology mempresentasikan hasil pembuatan kincir angin yang telah diterapkan di daerah Belu, Nusa Tenggara Timur yang memiliki spesifikasi terbaik dengan menghasilkan konversi energi listrik yang besar. Presentasi ini dilakukan oleh Rm. Dr. Ir. Greg. Heliarko, SJ, S.S., M.A, M.Sc. Kedua tema project ini dipresentasikan karena kedua project ini memiliki fokus pembangunan bangsa bagi perkembangan hubungan teknologi dan manusia dalam perkembangan ilmu disipliner yang saling melengkapi.  
Berkaitan dengan sub tema tentang open system maka pada pembicaraan yang ketiga dari pihak PKTI USD melalui Yudianto Asmoro, S.T., M.Kom. mengadakan wokshop berjudul "Fun with Arduino". "Perkenalan mengenai teknologi Arduino merupakan konsep yang ditujukan untuk orang awam yang tidak memiliki dasar-dasar elektronika dan komputer. Arduino menjadi jalan pintas untuk memahami lebih dekat teknologi informasi. Arduino sendiri merupakan komputer kecil yang dipakai untuk mempelajari dasar-dasar komputer dan elektronika. Keunggulan Arduino adalah open source, artinya seluruh bahan-bahan yang dipelajari terdapat di internet. Oleh karena itu, Arduino memiliki kontribusi dalam memperkaya pemahaman dan saling berbagi satu sama lain. Dalam hubungan dengan Critical Making, Arduino menjadi sarana untuk membantu masyarakat dalam menciptakan kebudayaan, banyak hal yang bermanfaat sehingga masyarakat semakin memahami teknologi dan tidak menjadi masyarakat yang konsumtif. Arduino menjadi teknologi yang lebih membumi dan sangat cocok bagi dunia pendidikan baik formal maupun non formal", demikian paparan dari Bapak Yudianto Asmoro, S.T. M. Kom, dosen TI USD yang menjadi tim PKTI USD.
Semoga segala niat baik berkat usaha kerja keras dalam pengembangan ilmu pengetahuan terhadap teknologi semakin mampu menghasilkan karya-karya terbaik. Science and technology that is usefulnin processing local potentials into beneficial outputs for the society based on human uses and urgent needs. (FXAP)

  kembali